
Keesokan Harinya
Zicko dan Lona sampai di kampus, mereka berjalan menuju kelas Lona seperti biasa yang selalu Zicko lakukan tiap pagi,,
Tangan mereka yang selalu bergandengan seakan mengabaikan semua pandang mata yang menatap keromantisan mereka, membuat iri para kaum Hawa di sana, sikap Zicko yang sangat posesif membuat Lona tambah menyukainya..
" Kamu masuk gih,, Aku juga ke kelas Ucap Zicko saat sudah berada didepan kelas Lona
Lona menggeleng dan tersenyum membuat Zicko menautkan alisnya bingung dengan sikap kekasihnya pagi ini bahkan Lona terus menggenggam tangannya dan tidak mau melepaskannya..
" Sayang,, Ucap Zicko Ulang
Dan lagi lagi Lona hanya menggeleng dan tersenyum, membuat Zicko semakin gemas melihatnya..
" Ya Udah,, kita bolos aja Yuk,, Ucap Zicko mengajak Lona
" Engga,, engga,, Ucap Lona terkekeh
Zicko menatap Lona yang malah tertawa,,
" Aku becanda Kak,,
" Kamu tuh ya,, suka banget jahilin aku..
" Maaf,, Maaf,, Ucap Lona terus tertawa
Zicko semakin mendekati Lona dan berbisik tepat di telingannya hingga membuat merinding seluruh tubuh Lona..
" Udah berani jahilin aku sekarang,, mau aku cium Yang
Lona membulatkan matanya dan langsung melangkah mundur,,
" Aku masuk dulu,, Ucap Lona
Dia takut jika Zicko beneran akan melakukannya di sana,,
Sedangkan Zicko menggeleng dan tersenyum melihat tingkah kekasihnya,, sebenarnya pun dia tidak serius mengatakannya dan hanya untuk mengerjai kekasihnya saja.
*****
Wajah Reno terlihat berbeda, bagaimana tidak semalam dia baru saja menyatakan cintanya dan statusnya sekarang sudah menjadi kekasih Meylan gadis yang entah kapan dia sukai bahkan setiap mereka bertemu akan selalu ribut.
" Pagi Guys,, Ucap Reno bergabung dengan Zicko dan Sandi yang sudah datang lebih dulu
" Tumben Loe siangan Ren,,
" Iya dong, sekarang gue kan punya tanggung jawab jemput My sweetheart
" Aist,, gaya Loe Sweetheart..
" Dih Iri kan Loe,, Ucap Reno tanpa sadar membuat Sandi terdiam,,
Zicko menatap Reno tajam, dan Reno langsung menutup mulutnya karena dia tidak bermaksud menyinggung Sandi..
" San,, Sorry maksud gue,,-
" Gue gak papa kok,, Ucap Sandi
Reno tersenyum kikuk menatap Sandi juga Zicko,,
" Oya San,, Pulang kuliah Loe ada acara gak Ucap Zicko
" Loe ke Cafe ya, ada yang mau gue bicarain sama Loe
" Oh,, Oke
Zicko mengangguk dan mereka memulai kelasnya karena dosen pagi ini sudah masuk ke dalam kelas.
-
Lona dan Meylan sudah berada di kantin, mereka menunggu ketiga cowok tampan yang selalu membuntuti mereka kemanapun sekarang.
" Hai sweetheart,, ucap Reno duduk di samping Meylan yang tersenyum cantik ke arah nya
" Ceilah,, sweetheart.. Goda Lona
" Kenapa,, Loe sirik kan karena Zicko cuma manggil Loe Sayang Ucap Reno yang langsung mendapat cubitan Meylan..
" Aw,, sakit Sweety,,
" Makanya itu mulut kasih rem kalo ngomong,,
" Sukurin Loe kena semprot sweetheart..Ucap Sandi terkekeh
Semua tertawa melihat Meylan dan Reno, sudah pacaran pun masih saja terus ribut saat bertemu gak berbeda jauh saat mereka belum pacaran.
" Oya Yang,, Nanti aku langsung anter pulang ya, aku ada urusan dengan Sandi di Cafe gak papa kan Ucap Zicko menatap Lona
" Bener bareng Kak Sandi,, Ucap Lona penuh selidik
" Iya Sayang,, tanya aja sama Sandi
iya kan San,, Ucap Zicko dan langsung di acungi jempol
" Becanda Sayang,, Ucap Lona mengusap wajah Zicko
( Serius jika kalian liat wajah Zicko,, widih.. Bucin banget say. 😁😁)
" Panggil apa tadi Yang,, Ucap Zicko menatap tajam Lona yang sedang menikmati baksonya
" Sayang,, Ucap nya tanpa sadar namun dia segera membalikan wajahnya dan melihat Zicko yang terus menatapnya
" Uhuk,, uhuk,, Lona langsung batuk
Zikco segera mengambilkan Air yang baru saja datang dan memberikannya kepda Lona,,
" Buset,, itu minum gue Ko,, Ucap Reno yang memang memesan
" Sayang gak papa kan,, Ucap Zicko dan Lona hanya menggeleng sambil kembali meminum hingga habis..
" Nih munim Loe,, Ucap Zicko memberikan gelas kosong kepada Reno
" Gelas kosong Loe kasih gue,, Loe kira gue tukang cuci apa Gerutu Reno
" Wajah Loe pantes Ren jadi tukang Cuci piring,, Ucap Sandi tertawa dan semua tertawa mendengar ucapan Sandi juga menatap wajah Reno yang merasa kesal begitu juga Meylan, dia tidak membela kekasihnya tapi malah ikut menertawakannya..
" Sweety,, Kok kamu malah ikut tertawa..
" Lah emang bener kok yang Kak Sandi omongin,, Ucap Meylan kembali tertawa