Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 110


Sandi terus memikirkan ucapan dari para sahabatnya, dia berpikir jika sangat keterlaluan jika dia tetap mempercayai ucapan Anisa dan seharusnya dia terus mengejar dan memastikan Lona tentang cintanya bukan malah mundur seperti ini.


" Bod**nya gue, kenapa gue malah menjauh dari Anisa dan seharusnya gue terus meyakini Anisa keseriusan cinta gue dan sekarang Loe jadi '- "


Sandi langsung mengambil ponselnya untuk menanyakan keadaan Anisa, namun dia urung kan kembali niatnya karena sudah malam dan yang pasti Anisa sudah tidur.


" Apa besok aja gue tanya Anisa ya, dia pasti udah tidur tapi gue khawatir, Gue telpon Zicko"


Sandi mencari nomor Zicko dan langsung menelponnya,,


Tut,, tut,, tut,,


Terdengar suara nada tunggu namun tidak di jawabnya, Sand terus mencoba sampai akhirnya terdengar suara dari Seberang..


" Halo,, " Ucap Zicko malas


" Ko, ini gue Sandi,, "


" Kenapa Loe telpon malam sih San"


" Ko, Loe tadi pagi ikut Lona jenguk Anisa kan, gimana keadaan dia,, dia baik baik aja kan,,


" Besok aja gue jawabnya, gue ngantuk " Ucap Zicko menutup telponnya


" Ko,, Zicko,, waduh dia main tutup aja "


Sandi mencoba untuk tenang dan berharap jika Anisa baik baik saja dan besok bisa kembali kuliah.


✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨


Keesokan Harinya,,


Sandi sampai di parkiran kampus, kepalanya sedikit pusing karena semalam dia sama sekali tidak bisa tidur, dia terus memikirkan keadaan Anisa.


" San, Loe sakit " Ucap Zicko yang juga baru saja keluar mobilnya


" Gue gak papa "


" Tapi Kak, Muka Loe pucet banget " Ucap Lona dan Sandi hanya tersenyum


" Pagi semua " Sapa Anisa yang baru saja sampai


" Anisa, Loe udah sehat kok berangkat kuliah" Ucap Lona


Sandi langsung menatap Anisa yang juga menatapnya namun dia segera memalingkan wajahnya,,


Wajah Anisa masih terlihat sangat pucat, bahkan dia masih sangat lemas.


" Gue udah mendingan Kok, lagian bentar lagi Ujian dan gue gak mau ketinggalan "


" Ya Udah, tapi Kalo Loe gak kuat jangan di paksa Oke " Ucap Lona dan Anisa mengangguk.


Mereka berjalan masuk ke dalam parkiran, Baik Sandi ataupun Anisa hanya saling diam dan tidak berbicara apa pun, mereka hanya saling melirik tanpa mengungkapkan sesuatu.


Hingga akhirnya Lona dan Anisa masuk ke dalam kelasnya,


Hari ini Meylan memang ijin, dia ada keperluan.


*******


Di kelas Lain, Sandi teringat wajah Anisa yang sangat pucat, dia juga terlihat lebih kurus.


" Loe semalem tanya Anisa kan, kenapa tadi diem aja. " Ucap Zicko


" Gue takut dia masih marah sama gue Ko "


" Loe cowok San, sudah sepantasnya Loe jaga wanita yang Loe sayang, dan Loe tau sendiri bagaimana Anisa "


" Loe bener Ko,, seharusnya gue jagain dia dan buka malah membuatnya sakit "


Zicko tersenyum dan menepuk bahu Sandi,,


" Kejar Kalo Loe memang menyukainya " Ucap Zicko dan Sandi mengangguk.


-


Hari ini meraka hanya ada kuliah satu jam dan baru akan ada kelas lagi siang nanti,,


Lona dan Anisa memutuskan untuk menunggu di Perpustakaan dan tidak kembali ke rumah.


" Nis,, gue bisa bicara " Ucap Sandi tiba tiba berdiri diantara mereka


" Maaf Mas, Gue '-


" Please Nis, sebentar Aja "


Anisa menatap Lona yang mengangguk akhirnya Anisa pun menyetujui.


Sandi langsung menggenggam tangan Anisa menuju Taman Belakang Kampus.


" Maaf Mas Sandi mau bicara apa, Gue ga bisa lama lama " Ucap Anisa setelah mereka duduk di salah satu kursi taman


Sandi menatap Anisa dan menggenggam kedua tangannya,,


" Loe mau kan Maafin gue Nis"


Anisa menatap Sandi, terlihat jelas wajahnya yang jika Sandi sangat serius dengan ucapannya.


" Gue udah maafin Loe Mas " Ucap Anisa melepaskan tangannya dan mengalihkan pandangannya.


Dia tidak mau terus menatap Sandi, dia tidak mau membuatnya kembali sedih, dia akan berusaha melupakan Sandi namun jika mereka selalu bertemu semakin susah untuknya melupakan Sandi.


" Nis, - Ucap Sandi langsung terhenti karena Anisa langsung memotongnya,,


" Maaf Mas, Aku harus kembali ke Perpustakaan" Ucap Anisa berdiri


" Gue mencintai Loe apa adanya Nis, tanpa memandang status apa pun,,


Buat gue, Loe segalanya, Loe udah buat hidup gue kembali berwarna, Loe udah membuat gue selalu tertawa walaupun pertama kita kenal kita selalu bertengkar namun itu yang membuat Gue jatuh cinta sama Loe "


Anisa terhenti mendengar ucapan Sandi bahkan dia tidak bisa menahan air matanya yang sudah membendung di matanya,,


Ada rasa sesak di hatinya mendengar ucapan Sandi,,


Sandi berjalan menghampiri Anisa dan kembali menggenggam tangannya


" Anisa,, Please maafin gue..


Gue mau kita memulai semuanya bersama Gue sayang Loe, gue cinta Loe "


" Loe mau kan jadi pacar gue "


Anisa menatap Sandi, air matanya sudah membasahi pipi mulusnya


Rasa nya ingin sekali menerimanya namun dia masih ingat dengan ucapan Ibu nya,,


" Maaf Mas Aku gak Bisa " Ucap Anisa melepaskan tangannya


" Apa kamu masih berpikir kita berbeda Nis, apa kamu berpikir jika kita gak cocok karena status sosial, semua yang kamu pikirkan salah Nis, gue sama sekali gak pernah berpikiran sampai ke situ "


" Mas,, cukup Mas,,


gue gak bisa menerima Mas, Gue gak mau membuat Loe malu dengan kondisi keluarga gue, Kita berbeda Mas dan kita gak sepantasnya untuk bersama "


Anisa kembali akan berjalan namun Sandi langsung mengejarnya dan memeluknya dari belakang, Anisa hanya terdiam dia akan membiarkannya karena setelah itu dia akan meninggalkan Sandi dan melupakannya..


" Semua yang Lo katanya salah Nis, semua yang Loe pikirkan sama sekali tidak benar dan semua ketakutan Loe tidak akan pernah terjadi"


" Lepas Mas, Banyak orang di sini " Ucap Anisa melepaskan tangan Sandi


" Anisa,, Asal Loe tau sebenarnya gue bukan Anak kandung orang tua gue "


Anisa menghentikan langkahnya,,


" Gue akan ceritakan semua dan please Loe mau kan dengerin semuanya "


" Gue cuma anak pungut, Mami dan Papi mengadopsi gue di sebuah Panti Asuhan saat gue masih bayi, Ibu gue meninggalkan gue di pintu Panti Asuhan, dan sampai saat ini gue sama sekali gak tau siapa orang tua kandung gue" Ucap Sandi sangat sedih karena dia harus kembali mengingat kehidupan pahit dalam hidupnya yang sebenarnya dia tidak ingin mengingatnya.


Anisa menatap Sandi, dia terlihat sangat terpukul menceritakan semua masalah nya dulu dan sekarang malam membuka kembali luka lama yang sudah dia kubur.


" Maafin gue " Ucap Anisa dalam isak tangisnya


Sandi menatap Anisa, dia mengusap air mata di wajah cantiknya,,


" Jangan pernah menangis seperti ini, hati gue sakit melihatnya " Ucap Sandi


Anisa langsung memeluk tubuh Sandi erat, menumpahkan kesedihannya disana, dia sama sekali tidak pernah berpikir jika Sandi mempunyai masalah seperti ini.


" Loe mau kan memulai semuanya dengan gue " Ucap Sandi dan Anisa mengangguk dalam pelukannya.


Sandi semakin erat memeluknya, dia merasa sangat bahagia karena Anisa mau menerimanya,,


" Jangan pernah berpikir jika kita berbeda, Kita jalani semua bersama apa pun yang terjadi " Ucap Sandi menangkup wajah Anisa


Anisa mengangguk dan kembali memeluknya,,


°°°°°°°°\=\=°°°°°°°°°\=\=\=\=°°°°°°°°\=\=°°°°°\=°°°°°\=°°°


Akhirnya Mereka bersatu 🤗🤗


Dan bagaimana dengan Galang nantinya, apa yang akan dia lakukan kepada Lona,,?? 🤔🤔


Terus ikuti kelanjutan ceritanya,,


Upss,,


Lupa guys,, pagi ini sudah Extra Part ya,,


Semangat selalu


Love you All


💋💋💋