
Selesai shalat berjamaah,Reno,Ali dan Aruni kembali ke ruang tamu.Reno memerintahkan pada Ali untuk memesankan makan siang untuk mereka. Tak lupa Reno juga memberitahukan Ali bahwa Seno akan ikut makan siang dengan mereka.
"Seno itu siapa mas?" tanya Aruni.
"Dia sahabat saya." jawab Reno datar.
"Ooh." ucap Aruni sambil manggut-manggut.
Ting tong.. Tiba-tiba terdengar suara bel unit apartemen Reno berbunyi. Reno berjalan untuk membuka pintu.
"Wah,cepet juga lu sampe." ucap Reno setelah membuka pintu.Dan melihat siapa yang datang.
"Iya ngebut gue." ucap Seno sambil menjabat tangan khas laki-laki dengan Reno.
"Ayo masuk." ajak Reno pada Seno.
Seno mengikuti Reno berjalan menuju ruang tamu.
"Wah,lagi ada tamu ni rupa nya." ucap Seno yang sudah tak canggung lagi.
"Kenalin ini Aruni." ucap Reno memperkenalkan Aruni pada Seno.
"Oh,saya Seno.Sahabat nya Reno." ucap Seno sambil menjulurkan tangan nya untuk bersalaman.
"Maaf,saya Aruni." ucap Aruni yang tak menerima uluran tangan Seno untuk bersalaman,melainkan hanya mengantupkan medua tangan nya didepan dada nya.
"Sen,Aruni ini calon istri gue yang pernah gue ceritaain sama lu." ucap Reno.
"Oh,iya-iya." jawab Seno sambil tersenyum.
" Lu mau minum apa?" tanya Reno pada sahabat nya itu.
"Apa aja deh,yang penting dingin." jawab Seno.
"Sebentar gue bikinin dulu." jawab Reno.
"Mas,biar aku aja." ucap Aruni sambil memegang tangan Reno yang akan beranjak.
"Oh,ya udah." Jawab Reno pelan.
Aruni kemudian segera beranjak dari duduk nya dan menuju dapur.
"Pantesan lu,nurut aja ya di jodohin.Gue juga kalo di jodohin sama yang modelan kaya gitu juga ga akan nolak." ucap Seno sambil menepuk pundak Reno.
"Apaan sih lu."ucap Reno sambil tersenyum.
"Tapi beneran cantik banget bro,udah gitu berakhlak lagi.Pantesan lu nolak si Vero." ucap Seno kemudian.
"Apaan sih,nanti dia denger bahaya.Bisa salah paham." ucap Reno khawatir.
"Iya,sorry." ucap Seno sambil bersandar pada sofa.
Tak lama kemudian Aruni datang dengan membawa dua gelas minuman dingin. Aruni meletakan satu gelas di hadapan Reno dan satu gelas lagi dihadapan Seno.
"Silahkan diminum." ucap Aruni sambil duduk disamping Reno.
"Iya,terimakasih ya." ucap Seno ramah.
"Run,saya boleh ngobrol sebentar sama Seno. Masalah kerjaan,takut nya kamu bosen dengerin nya." ucap Reno pelan.
"Oh,iya mas.Aku dikamar ya." ucap Aruni sambil beranjak dari duduk nya.
"Iya." jawab Reno singkat.
Kemudian Aruni melangkahkan kaki nya menuju kamar Reno.
"Gila,lu berdua udah kaya suami istri beneran lho." ucap Seno heran
"Akh,biasa aja." jawab Reno datar.
"Maaf tuan,saya mengganggu." ucap Ali yang tiba-tiba datang.
"Iya Al,ga apa-apa.Taro aja dulu makanan nya. Kamu ikut duduk dulu disini." ucap Reno memerintah.
"Baik tuan." ucap Ali yang kemudian ikut duduk di sana bersama Reno dan Seno.
"Oke,sen.Gue tau apa yang mau lu bahas. To the point aja." ucap Reno tegas.
"Gila,emang lu bener-bener turunan dewa.Lu tau isi pikiran gue." ucap Seno kagum. " To the point aja ya.Gue tau lu ada lu ada dibalaik kolaps nya perusahaan milik Ari." ucap Seno.
"Heee.." tawa Reno menyepelekan. "Lu tau kan gue seperti apa?" tanya Reno dingin.
"Kenapa ga dia langsung yang ngomong sama gue,terus minta maaf juga sama Aruni?" Ucap Reno kesal. " Asal lu tau,sepupu bejad lu itu hampir aja melecehkan Aruni,dan lagi dia udah punya istri ngapain masih ngejar-ngejar Aruni?!" ucap Reno yang sudah tidak bisa nenahan emosi nya. "Gue ga akan pernah mau mengurungkan niat gue." ucap Reno tegas.
Dan itu membuat Seno terdiam mematung.Dia tahu akibat nya bila menentang Reno.Itu sebab nya dia memilih untuk diam.
"Satu hal lagi.Gue ga akan pernah melepaskan Aruni apapun alasan nya." ucap Reno tegas.
"Ya,gue secara pribadi minta maaf karena kelakuan si Ari.Sumpah gue malu sama lu,gue akan coba ngomong sama dia supaya dia mau mengerti." ucap Seno pelan.
"Gue rasa,lu ga perlu terlalu ikut campur masalah ini.Karena gue ga akan pernah memandang lu sebagai sahabat gue,saat nanti gue menghancurkan dia." ucap Reno dengan nada mengancam.
"Oke,gue ikutin saran lu.Gue ga akan ikut campur terlalu jauh lagi." jawab Seno tenang.
"Gue minta,jangan cerita sama yang lain soal masalah ini.Gue ga mau jadi rame nanti nya." ucap Reno.
" Lu percaya aja sama gue." ucap Seno menyakinkan.
"Okeh,gue rasa cukup ngebahas masalah ini.Sekarang sebaik nya kita makan dulu.Gue tau lu pasti belum makan siang kan?" tanya Reno pada Seno.
"Hahahahah,tau aja lu.Gue lagi laper." jawab Seno sambil tertawa.
"Ya udah,lu sama Ali kemeja makan aja duluan.Gue mau panggil Aruni dulu dikamar." ucap Reno sambil bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju kamar tidur nya.
"Al,bos lu kejam amat sih." ucap Seno sambil berjalan menuju meja makan. Ali hanya mengangkat kedua bahu nya tanda tak mengerti.
Tok..tok..tok Reno mengetuk pintu kamar nya sendiri.
"Aruni,kita makan siang dulu yu." panggil Reno saat mengetuk pintu kamar nya.
Ceklek..suara pintu dibuka dari dalam oleh Aruni.
"Mas Reno sudah selesai ngobrol nya?" tanya Aruni.
"Sudah,sekarang kita makan dulu yu,Seno sama Ali sudah menunggu dimeja makan." jawab Reno pelan.
"Iya,ayo mas." ucap Aruni.
Aruni dan Reno pun berjalan bersamaan menuju meja makan. Merka berempat makan siang bersama.
Setelah makan selesai makan siang bersama Seno pun pamit pulang.Disusul oleh Ali yang masih harus melakukan tugas yang di berikan oleh Reno.
Tinggalah Aruni dan Reno berduaan diapartemen.
Aruni dan Reno tengah duduk di balkon apartemen.Mereka sedang menikmati udara siang berdua.
"Mas,aku boleh tanya sesuatu?" tanya Aruni ragu-ragu.
"Iya,boleh." jawab Reno datar.
"Tadi aku ga sengaja denger,kalau mas Seno sebut nama Ari?apa yang dia maksud Ari yang sama dengan yang aku kenal? terus apa hubungan dia dengan Ari?"tanya Aruni pelan.
Reno tak langsung menjawab pertanyaan Aruni.Dia menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan-lahan.
"Iya,Seno mengenal Ari yang sama dengan kamu.Karena Seno adalah sepupu dari Ari." ucap Reno .
Aruni diam tak bersuara.Dia merasa ada rasa kecewa mendengar ucapan Reno.Kalau memang kenyataan nya Ari adalah sepupu dari sahabat calon suami nya.Itu arti nya kemungkinan dia akan lebih sering lagi bertemu dengan Ari sangat besar.Aruni yang memang sudah trauma untuk bertemu dengan Ari.Dan sangat tidak ingin lagi bertemu dengan Ari.
"Kenapa kok jadi sedih gitu?" tanya Reno panik.
"Ga apa-apa mas." Jawab Aruni pelan.
"Kamu ga usah khawatir.Walaupun Seno adalah sepupu dari Ari,tapi dia ga ada dipihak Ari.Dan saya ga akan ngebiarin laki-laki b****s** itu untuk bertemu atau menyakiti kamu lagi." ucap Reno yang seakan tau apa yang sedang di rasakan oleh calon istrinya itu.
Aruni tersenyum,ia memandang lekat wajah tampan calon suami nya.Dia mencari kebenaran dalam mata calon suami nya itu.
"Jangan khawatir lagi ya.Karena saya akan selalu ada untuk kamu." ucap Reno lembut.Dan Aruni hanya menganggukan kepala nya.Reno kemudian mencium pucuk kepala Aruni sekilas.
"Ish,mas Reno..!" seru Aruni ketika Reno mencium pucuk kepala nya.
"Kenapa?cuma dikit doang kok." ucap Reno sambil mengedipkan sebelah mata nya.
"Ish,biar dikit tetep ga boleh.Belum halal." ucap Aruni sambil ngeloyor masuk kedalam apartemen Reno. Reno yang mendapat perlakuan seperti itu dari Aruni hanya dapat menggelengkan kepala nya sambil tersenyu.
'Ternyata masih ada ya,perempuan yang sangat menjaga kehormatan nya.' ucap Reno dalam hati.
Reno menyusul Aruni yang masuk kedalam apartemen.
next bab ya..