
Hari ini adalah tepar satu minggu setelah acara pertunangan Aruni dan Reno. Reno yang liburan nya. Dia sedang melakukan olahraga di rumah nya. Reno memang gemar sekali berolahraga.Bagi nya olahraga bukan hanya sekedar Hobi.Tapi suatu kebutuhan hidup. Sudah dua jam Reno berolahraga.Dan dia memutuskan untuk menyudahi olahraga nya.
Reno meninggalkan Ruang olahraga pribadi dirumah nya.Reno berjalan menuju kamar nya untuk mandi.
Tiga puluh menit kemudian Reno sudah rapi,dia sudah selesai mandi dan mengganti pakaian nya.Reno kemudian melangkahkan kaki nya keruang makan.Dan disana sudah ada papa dan mama nya.
"Pagi ma."ucap Reno sambil mencium pipi kanan mama nya.Reno memang anak yang sangat manja terhadap mama nya.Dia sangat menyayangi mama nya.Maka nya dia sangan menuruti kemauan mama nya.
"Pagi sayang." jawab mama Reno sambil menepuk pundak anak nya.
"Pagi pa." ucap Reno pada pada papa nya.
"Pagi." jawab papa datar
"Sarapan yang banyak ya.Ni ada nasi goreng ayam kesukaan kamu." ucap mama sambil mengambil nasi goreng untuk anak kesayangan nya.
"Sedikit aja ma,aku lagi ga kepengen makan banyak" ucap Reno pelan.
" Lho kenapa? Biasa nya kamu doyan banget lho sama menu ini?Ooh,mama tau kamu takut jas baju pengantin nya ga muat ya?"ucap mama memberondong Reno dengan banyak pertanyaan.
"Apaan sih ma."ucap Reno kaget,yang memang dia lupa kalau dia memang akan segera menikah.Karena semenjak pertemuan nya dengan Aruni di Midori resto dia belum pernah bertemu atau sekedar menghubungi Aruni lewat telepon,begitu pun sebalik nya.
"Lho kok apaan?" ucap mama menggoda.Reno hanya diam tak menanggapi ucapan mama nya.
Kemudian mereka bertiga sarapan dengan suasana hening.
"Ren,bagai mana persiapan pernikahan mu?Sudah sejauh mana?" tanya papa ketika Reno sedang mengecek mobil nya di garasi.
"Hah?!" ucap Reno panik,karena memang belum sampai mana-mana. "Emm..baru dua puluh persen lah pa?" ucap Reno ragu-ragu.
" Dua puluh persen?!" pekik tuan Herlambang. Dan Reno hanya diam. "Selama ini kamu ngapain aja? Sekarang papa tanya kamu sudah mengurus apa saja?" tanya tuan Herlambang gemas.
"Baru ketemu sama orang WO." ucap Reno santai.
"Baru itu,trus yang lain nya?kaya fitting baju pengantin,terus beli cincin pernikahan , menentukan mahar,mempersiapkan seserahan itu belum juga?" Tanya tuan Herlambang.Dan Reno hanya menganggukan kepala nya.
"Astaga Reno!Kamu tuh lelet banget. Pantas saja ga ada perempuan yang mau sama kamu. Waktu satu bulan itu cepat banget lho.Malahan sekarang sudah ga satu bulan,sudah tinggal dua puluh harian lagi kurang lebih." ucap papa panjang lebar.
"Papa ga mau tau kamu harus bergerak cepat." ucap papa lagi.
" Iya pa." jawab Reno singkat.
"Jangan iya-iya saja.Sekarang kamu hubungi Aruni untuk fitting baju,dan beli seserahan buat dia,dan juga cincin pernikaha kalian.Nanti papa buat janji sama orang-orang yang bersangkutan." ucap papa Reno.
" Iya pa." Jawab Reno.
"Papa ga mau tau pokok nya kamu bawa Aruni kesini sebelum jam 10. Kalau tidak kamu urus sendiri." ucap papa sambil berlalu.
Reno mulai frustasi.Dia kesal kenapa harus dia yang mengalami ini.Dia merasa sangat tidak beruntung karena harus dijodohkan dengan wanita pilihan orang tua nya. Reno mengeluarkan ponsel dari saku celana nya.Dia mencari no telepon Aruni.Dan kemudian menghubungi Aruni melalui sambungan telepon.
"Assalamualaikum"ucao Aruni dari sebrang telepon.
"Waalaikumsalam."jawab Reno. "Hari ini ada waktu ga?" tanya Reno pada Aruni di sebrang telepon
" Emmm..mau ada apa emang nya?" ucap Aruni balik bertanya pada Reno.
"Mama ngajakin fitting baju." uacap Reno beralasan.
"Ooh,kapan?" tanya Aruni.
"Hari ini."Jawab Reno malas.
"Ooh,ya udah ketemu dimana?" tanya Aruni
"Nanti saya jemput." ucap Reno.
"Oke,jam berapa?"tanya Aruni.
"Jam sepuluh saya udah sampai situ." jawab Reno.
"Oke." ucap Aruni.Dan Reno langsung memutuskan sambungan telepon nya.
..
Sementara di tempat berbeda di waktu yang sama.
" Nyebelin banget sih ni orang. Maen matiin aja telepon nya. Ga sopan." Ucap Aruni kesal. Saat itu Aruni yang memang sedang libur kerja juga sedang membantu ibu nya di dapur untuk mencuci piring yang dipakai keluarga nya sarapan.
"Siapa yang telepon?" Tanya ibu penasaran.
"Ooh,itu si Reno."jawab Aruni asal
"Si Reno? Yang sopan dong kalau manggil calon suami neng." ucap ibu menasehati.
" Mau ngapain dia telepon?" tanya ibu penasaran.
" Mau ngajakin fitting baju kata nya." ucap Aruni sambil terus mencuci piring.
" Ooh,yaudah sana siap-siap,nanti nak Reno nya keburu sampai kamu belum ngapa-ngapain. Ga enak kalau ngebiarin tamu nunggu." ucap ibu menasehati.
"Masih nanti ko bu. Dia kesini nya juga jam 10." ucap Aruni
"Biar pun masih nanti kamu kan tetep harus siap-siap." ucap ibu sambil mengelap meja makan.
"Iya bu,nyelesain nyucipiring nya dulu." ucap Aruni.
"Ya sudah."jawab ibu.
..
Waktu sudah menunjukan pukul 9.50 pagi.Reno sudah sampai didepan rumah Aruni.
"Assalammualaikum,yah." sapa Reno ketika bertemu dengan ayah Aruni di teras sambil mencium tangan ayah.
"Waalaikumsalam warahmatullahiwabarakatu." ucap ayah. "Wah nak Reno,ada apa pagi-pagi udah sampe sini? kangen sama Aruni ya.?" goda ayah pada Reno.
"Ah,ayah bisa aja. Saya mau jemput Aruni yah,mau fitting baju ."ucap Reno malu-malu.
" Ooh,jawab kangen juga ga apa-apa. " ucap ayah sambil terus menyemprotkan kandang burung.
Reno yang merasa kikuk tak menjawab candaan dari ayah Aruni.
"Eh,nak Reno sudah sampai." Ucap ibu ketika melihat Reno di teras.
" Iya bu." ucap Reno sambil mencium punggung tangan ibu Aruni.
"Sebentar ya ibu panggilin Aruni nya dulu. Duduk dulu aja Nak." ucap ibu sambil melangkah kedalam.
"Bagai mana kabar papa sama mama Ren?"tanya ayah pada Reno.
"Alhamdulillah sehat yah." ucap Reno.
"Syukur kalau sehat.Ngomong-ngomong mau fitting dimana,Ren?" tanya ayah lagi.
"Di butik temen nya mama,yah." ucap Reno yang mulai merasa grogi di tanya calon mertua.
" Oh iya mau minum apa,biar nanti dibuatkan sama ibu." ucap ayah sambil memberi makan burung kesayangan nya.
"Ga usah repot-repot yah,saya sudah ngopi tadi dirumah." ucap Reno sopan.
"Ooh gitu,sebener nya ayah juga cuma basa-basi doang kok. Hahahaha." ucap ayah sambil tertawa.
Dan Reno hanya menanggapi nya dengan senyum terpaksa.
Tak lama kemudian Aruni dan ibu nya keluar dari dalam rumah.
"Yuk,jalan sekarang." ajak Aruni pada Reno.
"Iya." jawab Reno.
"Nak Reno nya kasih minum dulu kali neng,jangan langsung ajak jalan aja.Getol banget mau kencan nya." ucap ibu menggoda Reno dan Aruni.
" Ibu apaan sih." ucap Aruni malu-malu. "Yaudah mau minum dulu engga." tanya Aruni pada Reno.
"Ah,engga usah terimakasih." jawab Reno sopan.
"Udah bu biarin aja mereka langsung jalan.Biar mereka bisa punya waktu lebih lama berduaan nya." ucap ayah tak mau ketinggalan menggoda.
"Ayah !" seru Aruni dengan wajah yang mulai memerah bak tomat.
"Lho ayah berbicara fakta ya,kalau kalian jalan sekarang kan lehib baik.Jadi ga buru-buru pulang." ucap ayah .
"Udah ah,jalan sekarang aja.Pusing dengerin ayah sama ibu." Ucap Aruni. Dan langsung diiyakan oleh Reno.
Mereka pun lantas meninggalkan Rumah Tuan Baskara.Sesaat setelah berpamitan pada Tuan dan nyonya Baskara.
Reno melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.Didalam mobil suasana sangat hening,hanya ada suara nyanyian dari sound system yang keluar dengan volume yang lumayan pelan.
Kedua orang itu masih larut dengan fikiran nya masing-masing.
Sahabat terus dukung Author ya..biar bisa menghasilkan karya yang lebih baik lagi.
Next bab ya..š