
Sepekan sudah semenjak acara ulang tahun Reno. Reno pun makin lengket dengan Aruni,dia merasa makin cinta dengan istri nya.
Aruni pun sama dia merasa cinta untuk suami nya makin hari semakin besar.
"Sayang,nanti kamu jadi kerumah mama?" tanya Reno sambil menatap istri nya yang sedang memakaikan dasi untuk suami nya.
"Jadi dong mas,kan aku sudah janjian sama mama." jawab Aruni tetap fokus memakaikan dasi.
"Berangkat nya bareng saya aja ya."
"Nanti kamu terlambat ga kekantor nya?"
"Kan saya bos nya."
"Ish sombong banget,tau deh yang bos."
"Hehehe..ga gitu maksud nya sayang."
"Terus maksud nya apa?"
"Maksud nya kalau pun saya telat masuk kantor,ga akan ada yang marahin saya juga kan?"
"Iya sih,tapi kamu kan harus jadi contoh buat karyawan kamu mas."
"Iya sayang,jadi kamu saya anterin aja ya?"
"Iya, tapi aku ga mau jadi alasan kamu untuk telat kekantor ya."
"Siap nyonya."
"Ish,apa sih lebay."
"Biarin lebay nya sama kamu ini.Haahha."
Pasangan suami istri itu pun,melakukan aktivitas sarapan pagi bersama.Seperti biasa Aruni selalu masak sarapan untuk suami nya sendiri.
Aruni melayani suami nya dengan sangat telaten.Dia mengambilkan nasi dan juga lauk pauk untuk suami nya.
Reno merasa sangat bersyukur memiliki istri seperti Aruni.Hati nya tak henti untuk memuji istri nya itu.
Selesai sarapan Reno dan Aruni pun berangkat untuk menuju rumah besar kediaman tuan Herlambang.
Reno mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang.Membuat Aruni yang berada dikursi penumpang pun menjadi nyaman.
"Mas,kita ga bawa apa-apa kerumah mama?" tanya Aruni tiba-tiba.
"Ga usah bawa apa-apa deh sayang.Lagian dirumah mama kan ga ada orang.Papa paling udah berangkat kekantor." jawab Reno lembut.
"Yaudah deh." ucap Aruni patuh.
Tak lama kemudian mobil Reno pun telah memasuki pelataran parkir rumah tuan Herlambang.
Seorang petugas keamanan pun langsung sigap membukakan pintu untuk tuan dan nona muda nya.
"Selamat pagi,tuan Reno dan nona Aruni." sapa petugas keamanan tersebut yang bernama mang ujang.
"Pagi mang.Saya kedalam dulu ya." ucap Reno ramah.
"Silahkan den." jawab Mang ujang sopan.
Reno dan Aruni pun memasuki rumah besar milik orang tua nya.Dan didalam mereka sudah disambut oleh Nyonya Herlambang.
"Hai..kalian sudah datang." ucap mama sambil memeluk menantu dan anak laki-laki nya.
"Iya ma,papa mana ma?" tanya Reno.
"Papa lagi di ruang baca."jawab Mama sambil tersenyum.
"Aku ke papa dulu ya,sayang kamu sama mama dulu ya." ucap Reno sambil mengecup pipi istri nya.
"Iya mas."jawab Aruni pelan.
Reno pun kemudian meninggalkan kedua wanita tercinta nya.Dia berjalan menuju tangga untuk menuju ruang baca, dimana papa nya kini berada.
"Run,kamu sudah sarapan?"tanya nyonya Herlambang kepada menantu nya.
"Sudah ma,kebetulan tadi sebelum kesini kita sarapan dulu."ucap Aruni pelan.
"Yaudah kalau begitu kamu ikut mama berkebun aja ya sayang?"ajak ibu mertua Aruni.
"Siap ma." jawab Aruni semangat.
"Oke kalau begitu kita ketaman belakang yuk." ajak mama Reno kepada menantu kesayangan nya itu.Dan Aruni pun hanya menjawab dengan anggukan kepala dan juga senyum riang.
Dua wanita beda generasi itu pun langsung melangkah bersama menuju taman bekang.
Sementara itu diruangan terpisah,Reno sedang berbincang-bincang dengan papa nya.
"Bagai mana perkembangan nya.Apakah sudah dapat pelaku nya?"tanya tuan Herlambang kepada anak laki-laki nya.
"Sudah ada beberapa nama yang sedang saya selidiki." jawab Reno sambil duduk di hadapan papa nya yang sedang membaca.
"Ini sudah hampir satu bulan,dan kamu belum ada perkembangan apa-apa?Lambat.!"
"Bukan gitu pa,saya hanya belum cukup bukti."
"Selalu belum cukup bukti,itu berarti kinerja kamu lambat."
"Pa,jangan bicara seperti itu terus dong.Saya kan hanya tidak mau salah bertindak."
"Sekarang papa tanya,siapa saja orang yang sudah kamu selidiki?"
"Mantan pacar dari Aruni."
"Bodoh!" ucap tuan Herlambang sambil menggebrak meja kerja nya. "Apa yang kamu pikirkan Reno?Kenapa hanya dia yang kamu anggap sebagai dalang semua ini?Apa karna dia adalah mantan dari istri mu?!"
"Bukan seperti itu pa,tapi dari hasil penyelidikan saya,semua bukti tertuju pada dia."
"Kamu kok ga pinter-pinter sih Ren.Coba kamu buka mata kamu lebar-lebar.Ini semua hanya pengalihan,dia itu hanya di jadikan umpan oleh orang di belakang nya.Coba kamu pikir,dia itu hanya seorang pengusaha kelas teri,koneksi nya juga hanya sedikit.Tidak ada orang hebat yang dia kenal.Mana mungkin dia bisa melakukan semua ini terhadap kamu,kalau bukan ada orang kuat dibelakang ny." Ucap Tuan Herlambang dengan tegas.Reno pun langsung terdiam,dia terlihat memikirkan sesuatu.
"Papa yakin ini semua ulah Alan,karena dia tidak akan semudah itu melupakan dendam nya sama kamu.Inget Ren,jangan sampai lengah.Papa yakin kamu bisa mengatasi ini semua."
"Iya pa."
"Okeh,papa rasa kamu sudah terlalu lama berada disini.Papa yakin kamu adalah CEO yang sangat berkompeten."ucap Tuan Herlambang lagi sambil menatap tajam Reno.
"Baik pa,aku pamit." ucap Reno sambil berdiri dam melangkahkan kaki nya menuju keluar.
Reno berjalan menyusuri anak tangga dirumah nya.Dia teringat kembali akan semua ucapan papa nya.
Dia merasa semua yang diucapkan papa nya benar dan masuk akal.
Reno menuruni tangga dengan wajah yang susah untuk digambarkan.
"Den." sapa Bi irah saat berpapasan dengan Reno di lantai bawah.
"Ia bi." jawab Reno sambil tersenyum dan berlalu dihadapan bi Irah. "Oh iya bi,lihat istri saya ga?" tanya Reno yang tiba-tiba ingat akan istri nya.
"Nona muda sedang sama nyonya di taman belakang den."jawab bi Irah sopan.
"Terimakasih ya bi." ucap Reno sambil menuju taman belakang.
Reno menuju taman belakang,dan saat sampai disana dia mendapati pemandangan yang sangat indah.Dua wanita yang sangat ia cintai sedang berkebun bersama.Reno menghampiri dua wanita kesayangan nya itu.
"Sayang."sapa Reno sambil memegang pinggang istri nya dari belakang.
"Eh,mas,kamu belum berangkat?" tanya Aruni yang tampak malu.
"Ini baru mau berangkat,kamu baik-baik ya disini. Jangan capek-capek,inget sama yang disini." ucap Reno sambil mengelus perut istri nya yang masih rata.
"Iya mas." jawab Aruni dengan pipi merah semerah tomat.
"Ma,saya titip Aruni ya." ucap Reno sambil mengusap pundak mama nya.
"Iya sayang.Tenang aja pasti mama akan jagain menantu kesayangan mama dong." ucap mama Reno sambil tersenyum.
"Terimakasih ya ma." ucap Reno sambil memeluk mama nya.
"Iya sayang." jawab Mama pelan.
"Yaudah kalau begitu,saya kekantor dulu ya.Sayang kamu baik-baik sama mama ya."
"Iya mas."
"Ma,saya berangkat sekarang ya.Assalmualaikum."
"Walaaikumsalam."jawab mama dan Aruni bersamaan.
Reno memang sedang tak baik-baik saja ia teringat akan ucapan papa nya kembali.Beberapa hari ini Reno memang agak lengah dalam mengurusi urusan kantor.
Dan itu membuat musuh nya leluasa untuk menyerang nya.
Reno yang sadar akan kelalaian nya,kini mulai berpikir untuk lebih waspada.
...
Semntara di rumah besar Aruni dan ibu mertua nya telah selesai berkebun.Mereka kini tengah asik berbincang-bincang sambil memikmati teh dan juga cemilan.
"Runi,memang nya Reno selama ini ga pernah ngajak kamu liburan?kalian pergi berlibur hanya pada saat bulan madu saja.Dan itu sudah lama sekali."ucap mama
"Iya ma,mas Reno sibuk ma.Jadi kami belum ada waktu untuk liburan,lagi pula aku bukan tipe orang yang harus liburan terus ma.Aku lebih suka dirumah,nonton tv berdua,ngobrol berdua."jawab Aruni sambil tersenyum.
"Sayang,tapi kita wanita tuh butuh healing.Kita butuh liburan,refresing,ga cuma dirumah." ucap mama gemas.
"Iya ma,nanti kalau mas Reno sudah ga sibuk." jawab Aruni lembut.
"Kamu nih terlalu baik Run,Reno tuh seharusnya bersyukur dapetin kamu."
"Ah,mama bisa aja.Jangan memuji aku berlebihan ma,nanti aku nya besar kepala."
"Engga sayang.Mama ngomong apa ada nya."
Dua wanita beda generasi itu pun asik berbincang-bincang.Sesekali mama terlihat tertawa bahagia.
Tiba-tiba ditengah perbincangan itu,bi Irah datamg menghentikan perbincangan nya.
"Maaf nyonya,diruang tamu ada..emm..ada.." ucap bi Irah terbata.
"Ada siapa bi?" tanya mama
"Ada..emm..ada..non..Jes..Jessica,nyonya." sekali lagi bi Irah berbicara dengan terbata.
"Jessica?" tanya mama heran.
"Iya nyonya."Jawab bi Irah agak takut.
"Mau apa lagi dia kemari?"tanya mama sambil menatap tajam bi Irah."Run,ikut mama temui dia." ucap mama lagi sambil menarik tangan Aruni.
Aruni terlihat menuruti ucapan mama mertua nya. Aruni merasa ini akan tidak baik-baik saja.Dia penasaran sebenar nya apa tujuan Jessica kerumah mertua nya.Dan Aruni keget,ternyata nama Jessica dirumah ini cukup familiar,itu terlihat dari bi Irah yang langsung menyebutkan nama nya.
"Tante..." ucap Jessica sumringah sambil berjalan menuju nyonya Helambang seraya ingin memeluk nya.
"Ada apa Jes?!" tanya Nyonya Herlambang ketus. Dan itu membuat Jessica mengurungkan niat nya untuk memeluk nyonya Herlambang.
"Tante,maaf aku baru kesini lagi ya."ucap Jessica dengan nada manja khas anak kecil.
"Ada perlu apa kamu kesini?" tanya nyonya herlambang tak menjawab ucapan Jessica.
"Tante ini aku bawaain chesee cake kesukaan tante." ucap Jessica mencoba meluluhkan lagi hati nyonya herlambang.
"Terima kasih.Kamu ga perlu repot-repot bawa-bawaan kesini."
"Engga kok tan,aku cuma masih inget aja cake kesukaan tante."
"Ada apa kamu kesini?"
"Tante ga biarin aku duduk dulu."
"Oh,iya silahkan duduk." ucap Nyonya Herlambang sambil duduk dan Aruni pun mengikuti nya disebelah nya.
"Tan,Reno mana?" tanya Jessica tak tahu malu.
"Jessica cukup ya.Ini Aruni,dia adalah istri dari Reno.Jadi kamu gak pantes untuk tanya keberadaan Reno dengan tante di hadapan istri nya Reno." jawab nyonya Herlambang ketus.
"Oh,ini istri nya Reno.Maaf tan aku ga tahu,aku pikir dia guru ngaji.Soal nya baju nya panjang banget." ucap Jessica mengejek Aruni yang saat itu mengenakan gamis syar'i.
"Jessica,jaga ucapan kamu." ucap tuan Herlambang yang tiba-tiba datang.
"Eh om.Apa kabar om?"tanya Jessica tanpa tahu malu kepada tuan Herlambang.
"Kabar baik.Ada apa kamu kesini?" tanya Tuan Herlambang tegas.
"Oke,to the point aja ya ya Om,tante.Aku kesini mau minta restu sama om dan tante untuk jadi istri kedua nya Reno." ucap Jessica tak tahu malu.
"Jessica,jaga ucapan kamu." ucap Nyonya Herlambang marah.
"Ma,sabar." ucap Aruni sambil memegangi tangan mama nya.
"Aku seruis tante,aku rela jadi istri kedua Reno."ucap Jessica tanpa rasa bersalah.
"Lancang kamu Jes." bentak nyonya Herlambang.
"Om,tante.Aku tuh masih cinta sama Reno.Itu sebab nya aku kembali lagi sekarang.Dan aku ga mau egois untuk merebut Reno kembali.Aku rela berbagi tante,aku rela jadi madu nya dia."ucap Jessica sambil menunjuk Aruni.
"Jessica,kamu sadar apa yang sedang kamu ucap kan?" tanya tuan Herlambang dengan suara barito nya.
"Sangat sadar om,aku sangat sadar sekali dengan ucapan ku.Aku masih mencintai Reno om." ucap Jessica sambil menatap tanjam Aruni.
"Lalu kemana kamu selama enam tahun ini.Kamu meninggalkan anak saya dengan perasaan hancur nya.dan karena kamu Reno hancur." ucap Nyonya Herlambang sambil berlinang air mata.
"Tante,maafin aku.Aku tahu aku salah,aku pergi ninggalin Reno demi karir aku.Dan sekarang aku datang untuk menebus dosa ku sama Reno." ucap Jessica sambil mendekati nyonya Herlambang dan memegang tangan mertua Aruni itu.
"Lepas Jes,tante ga sudi punya menantu seperti kamu.Tante ga mau anak tante menderita dengan oleh kamu lagi."
"Tante,aku minta maaf.Aku janji aku ga akan pernah tinggalin Reno lagi.Aku akan menebus segala kesalahan aku dimasa lalu."
"Jessica,sudah terlambat semua nya.Dan kamu pasti sudah mengetahui nya bahwa Reno kini telah menikah.Jadi tolong jangan mengganggu Reno lagi." ucap tuan Herlambang mencoba tetap tenang.
"Iya om aku tahu kalau Reno sudah menikah.Itu sebab nya aku rela jadi istri kedua nya om."jawab Jessica dengan enteng nya.
"Jessica kamu bener-bener sudah kehilangan akal sehat kamu." ucap nyonya Herlambang dengan ketus.
"Tante,maaf saya lancang.Tapi saya melakukan ini karena saya masih cinta dengan Reno.Begitu pula dengan Reno,dia masih mencintai saya.Iya kan Aruni." ucap Jessica sambil menatap tajam Aruni.
"Run,kamu sudah tahu sebelum nya?" tanya mama panik.
"Tenang ya ma saya akan jelasin dulu sama mbak nya ini." ucap Aruni sambil tersenyum penuh arti kepada Jessica. "Mbak Jessica yang terhormat, saya sebagai istri nya mas Reno berhak sepenuh nya atas suami saya.Dan disini saya akan meluruskan ucapan mbak nya yang bilang bahwa suami saya masih mencintai mbak nya.Itu adalah salah besar,mas Reno sudah bilang pada saya kalau mbak nya ini hanya masalalu nya saja." ucap Runi tetap mencoba untuk tenang.
"Kamu ga boleh egois Aruni,aku sama Reno itu cinta sejati.Dan kamu harus mengerti akan hal itu." jawab Jessica dengan berlinang air mata.
"Tapi mas Reno juga kan sudah menolak kamu." ucap Aruni tegas.
"Reno melakukan itu karena dia tidak ingin mengecewakan orang tua nya.Bukan karena dia mencintai kamu!" ucap Jessica sinis.
"Heh..kamu salah,mas Reno sangat mencintai saya dan saya yakin akan hal itu." ucap Aruni dengan bangga.
"Jangan terlalu percaya diri kamu.Reno sama sekali tidak pernah mencintai kamu.Dia hanya mengikuti kemauan orang tua nya untuk menikahi kamu yang menyedihkan ini." ucap Jessica dengan angkuh nya.
"Cukup Jessica!" seru tuan Herlambang setengah berteriak."Om minta kamu berhenti membuat keributan dan keluar!" ucap tuan Herlambang sambil berdiri dan menunjuk kearah pintu.
"Tapi om aku disini mau memperjuangkan hak aku." jawab Jessica sambil berdiri dan mendekati tuan Herlambang.
"Tidak ada hak kamu disini.Reno dan kamu berpisah sebelum kalian menikah jadi tidak ada hak yang kamu harus tuntut disin." ucap tuan Herlambang dengan tegas.
"Om aku mohon,beri aku kesempatan untuk membuktikan kalau aku lebih layak menjadi istri Reno dibandingkan dia."ucap Jessica sambil berlutut dan kemudian menunjuk kearah Aruni.
"Kamu sudah melewatkan banyak kesempatan dalam hidup mu,sekarang kesempatan itu sudah tidak ada lagi.Sampai kapan pun itu tidak akan pernah terjadi." ucap Tuan Herlambang. "Ipul, Iman..!" teriak tuan Herlambang memanggil kedua petugas keamanan dirumah nya.
"Siap tuan." ucap mang Iman dan Ipul bersamaan sambil berlari.
"Seret wanita ini keluar dan jangan biarkan dia untuk bisa masuk kesini!" seru tuan Herlambang marah.
"Tunggu..tunggu..om..om gak bisa berbuat seperti ini sama aku.Aku akan laporin kejadian ini sama Reno." ucap Jessica sambil mengibaskan tangan nya yang sudah dipegangi oleh petugas keamanan.
"Saya tidak perduli.Seret dia keluar!" perintah tuan Herlambang.
"Om..tante..kalian akan terima akibat nya dari semua ini!Lepas...lepasin...." teriak Jessica histeris sambil terus diseret keluar oleh dua orang petugas keamanan.
"Run,kamu baik-baik aja sayang?" tanya nyonya Herlambang sambil merangkul pundak Aruni.
"Iya ma,Runi baik-baik aja ko." jawab Aruni sambil tersenyum.
"Run,cerita sama mama dan papa kalau kamu sudah tahu tentang Jessica sebelum nya." ucap nyonya Herlambang pelan.
Aruni pun kemudian menceritakan semua kejadian yang berkaitan dengan Jessica yang dia tahu.Nyonya dan tuan Herlambang sangat kaget mendengar nya.Mereka tidak menyangka ternya serumit itu masalah nya.
Tuan dan nyonya Herlambang berusaha untuk menguat kan menyakinkan Aruni bahwa tidak akan ada lagi Jessica diantara rumah tangga dia dan Reno.
Aruni pun merasa sangat lega dan bersyukur karena memiliki ibu dan ayah mertua yang sangat baik dan sayang kepada diri nya.
next bab ya.....