Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 15


Lona berada di dalam perpustakaan, dia akan mencari buku untuk mengerjakan tugas dari salah satu Dosen..


Sedangkan Meylan, dia sudah dulu pulang karena dapet telpon jika Mamahnya sakit,,


Lona sibuk mencari buku,, setiap lorong dan rak sudah dia cari namun belum juga menemukan buku yang di carinya..


Sampai akhirnya dia pun tersenyum saat melihat buku Sastra yang sudah sekitar 30menit dia cari, namun dia kembali cemberut melihat ternyata buku itu berada di rak atas..


Dengan susah payah Lona berjingjit untuk mengambilnya,,


" Uh,, Tinggi banget,, gimana gue ambilnya " gumam Lona..


Tiba tiba terlihat sebuah tangan yang mengambilnya,, Lona langsung menoleh dia terkejut ternyata Zicko lah yang tengah mengambilnya dan memberikannya..


" Loe mau ambil buku ini,, Ucap Zicko sambil memberikannya


" Iya Kak,, Ucap Lona tersenyum


" Thanks Kak udah di ambilin..


Zicko mengangguk dan tersenyum,,


" Gue duluan Kak,,


Lona berjalan menuju kursi dan dia segera mengeluarkan buku dari dalam tasnya dengan segera dia mengerjakannya,, namun tinggal satu soal lagi Lona tidak bisa menjawabnya,,


Dia menggaruk kepalanya,, dan memainkan penanya..


Zicko yang sedari tadi terus menatapnya pun berjalan menghampiri dan duduk di sampingnya..


" Eh Kak Zicko,, Ucap Lona kaget


Zicko tidak menjawab dan langsung menarik bukunya..


" Kenapa gak dilanjut,, Ucap Zicko menatap Lona


" Gue gak bisa jawabnya Kak,, Ucap Lona sambil cengengesan..


Zicko menggeleng dan segera mengajari Lona, dia menerangkan dan membuka halaman dimana jawaban soal itu bisa di lihat..


Zicko benar benar sangat pintar, bahkan dia tau jelas jawaban setiap soalnya..


Lona menatap Zicko dan tersenyum,,


" Loe udah ngerti,, Ucap Zicko


" Ya,, bentar gue tulis jawabannya dulu..


Lona langsung menulisnya,, Zicko tersenyum sambil terus menatap wajah Lona yang sangat imut dan cantik..


" Yey,, selesai..


Ucap Lona sambil menutup bukunya..


" Thanks Kak,, udah bantu gue..


" Dimana temen Loe, tumben Loe sendiri


" Meylan maksudnya..


Dia udah pulang kak,, mamahnya sakit


Zicko mengangguk dan kembali menatap Lona..


" Kakak sendiri kok belum pulang,,


" Masih ada yang gue urus,,


" Oh,, Ya Udah gue duluan Kak..


" Em,, Loe pulang sama siapa,, Ucap Zicko


" Naik Taxi,,


" Bareng aja sama gue,, Lagian gue juga mau pulang..


" Tapi Kak,,


" Yuk,, Ucap Zicko sambil berjalan


Lona pun mengikuti Zicko,, sebenarnya jika tidak enak jika harus pulang bareng Zicko tapi dia pun gak enak jika harus menolak..


Sampai akhirnya mereka sampai di parkiran,,


" Loe gak papa kan naik motor,, Ucap Zicko


" Memangnya kenapa,,


" Ya Udah nih,, Ucap Zicko memberikan Helm kepada Lona


Lona memakainya, namun Zicko langsung membantu mengunci Helm yang di pakai Lona..


Lona membulatkan matanya, namun dia merasa senang di perlakukan seperti ini..


" Yuk Naik,,


Lona terdiam dan hanya menatap motor sport Zicko,,


" Loe pegangan bahu gue buat naiknya.. Ucap Zicko yang mengerti kebingungan Lona..


Lona tersenyum dan memegang bahu Zicko, dia pun naik ke atas motor..


Zicko melajukan motornya keluar parkiran,,


Tanpa mereka sadari, seseorang terlihat sangat emosi, kesal melihat kedekatan Zicko dan Lona,, siapa lagi jika bukan Dena..


" Sialan itu anak baru,, berani banget deketin Zicko,, awas aja gue bakal kasih dia pelajaran


Gumam Dena langsung masuk ke dalam mobilnya..


Selama dalam perjalanan,,


Zicko terus menatap wajah Lona dari spion motornya,, tanpa Lona sadari Zicko tersenyum di balik Helm yang di pakainya..


******


Mereka sudah sampai di depan gerbang rumah mewah Lona..


Lona segera turun dan akan melepas Helmnya, lagi lagi Lona kesusahan,,


Zicko kembali membantunya..


" Sama sama,,


" Em,, Loe mau mampir..


" Engga deh,, gue masih ada urusan..


" Oh ya Udah,,


" Ya Udah Loe masuk gih,,


Lona tersenyum dan masuk ke dalam gerbangnya,,


Zicko kembali melajukan motornya saat melihat Lona yang sudah masuk..


-


" Mam,,, Lona pulang.. Ucap Lona masuk ke dalam rumahnya..


" Aduh,, anak gadis gak boleh teriak teriak ah.. Ucap Biyanka yang baru keluar dari kamarnya..


" Hehehe,, kebiasaan Mam,,


Biyanka menggelengkan kepalanya,,


" Ade mandi dulu ya Mam,,


Ucap Lona sambil mengecup pipi Biyanka


" Oke Honey,, ucap Biyanka


Biyanka berjalan turun menuju dapur,,


Karena sudah menjelang sore dan dia akan menyiapkan makan malam..


Saat Biyanka baru akan mulai memasak tiba tiba terdengar suara mobil Tian di depan rumahnya..


Biyanka tersenyum dan segera berjalan keluar, benar saja suaminya sudah pulang..


" Hai sayang,, Ucap Tian sambil mengecup kening Biyanka


" Hai Mas,, tumben kamu udah pulang..


" Ini malam minggu Sayang,, dan Mas pengin ngajak kamu juga Lona dinner di luar..


" Dinner,,


" Yes,, Sudah lama kan kita gak Dinner di luar..


" Oke deh,, sekalian kita malam mingguan..


Tian mengangguk dan merangkul pinggang Istrinya menuju kamar..


*****


Tian terus menatap istrinya,,


Biyanka masih saja terlihat cantik bahkan sampai sekarang anak mereka sudah dewasa aura kecantikannya terus saja terlihat..



" Kenapa liatin aku terus si Mas,, Ucap Biyanka yang tau jika Tian sedang menatapnya..


" Kamu cantik sayang,, bahkan semakin cantik Ucap Tian sambil memeluk pinggang Biyanka dan mengecup singkat bibirnya..


" Kita jadi kan Dinner diluar,, Ade pasti sudah nungguin.. Ucap Biyanka tersenyum langsung berjalan keluar



Biyanka tau jika mereka terus berada di kamar, Tian pasti akan minta aneh aneh dan mereka tidak jadi Dinner..


Sementara di luar Kamar, Lona sudah menunggu mereka.. Dia berdiri diatas tangga rumahnya..


" Honey,, ngapain di situ, Ucap Biyanka yang keluar kamar



" Nunggu Mama sama Papa,, kalian lama banget..


" Maaf Honey,, Tadi Mama mules.. Ucap Biyanka bohong..


" Yuk,, Ucap Tian yang keluar kamar..


Mereka pun berjalan turun,,


********


Dalam perjalan mereka terus mengobrol bahkan tidak terlihat jika mereka orang tua dan anak, mereka terlihat seperti kakak adik.. Apalagi Biyanka dan Lona ..


" Pa,, Ade tau Cafe baru yang makanannya enak..


" Bener,, dimana,,


" Papa lurus aja terus belok kiri.. Nah di situ Pa..


" Oke Honey,,


Biyanka menatap Lona,, tumben putrinya tau Cafe biasanya Lona terserah jika mereka akan Dinner di luar..


Mereka sampai di sebuah Cafe yang terlihat cukup ramai,,


" Honey,, kamu tau tempat ini dari siapa.. Ucap Biyanka


" Meylan Mam,, temen Kampus Ade..


Tian dan Biyanka mengangguk, mereka pun berjalan masuk..


Namun Lona melihat sebuah motor yang dia kenal,,


" Honey,, ayo.. Ucap Biyanka dan Lona langsung menggandeng tangan Biyanka..


Merek duduk di salah satu kursi,, dan terlihat mereka memesan makanan..


" Pap, Mam,, Ade ke toilet bentar ya..


" Iya Honery,, hati hati..


Lona tersenyum dan berjalan menuju toilet,, namun dia berhenti saat melihat seseorang yang dia kenal berada di sana..