Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season2 Bab 06


Pagi ini,


Tian, Biyanka juga Lona sudah berada di Meja makan,, tidak seperti hari hari sebelumnya jika ada Lio di sana namun mulai saat ini mereka harus membiasakan sarapan juga makan hanya bertiga setelah kemarin Lio berangkat ke Bandung..


" Mam,, Ucap Lona yang menatap kursi di samping Lona, kursi dimana Lio biasa duduk..


Biyanka tidak menjawab dan hanya terdiam sambil terus memandang kursi..


Lona dan Tian saling pandang, sampai akhirnya Tian menyentuh tangan Biyanka untuk membuyarkan lamunannya..


" Sayang hei,, Ucap Tian lembut


" Ah ya,, kenapa Mas.. Ucap Biyanka sambil menyeka air matanya..


Tian dan Lona melihat jika Biyanka masih belum terbiasa dengan keadaan ini,,


" Kenapa,,


" Apa Abang sudah sarapan di sana,,


" Sayang,, Abang sudah besar dan Mas sudah menyiapkan pelayan di Apartemen untuk mengurus semua keperluan Abang di sana..


Lio memang tinggal di Apartemen yang sudah Tian siapkan, bahkan Tian pun sudah mengirim orang untuk membantu Lio di sana bahkan tanpa sepengetahuan Biyanka, Lio dan Lona Tian pun mengirimkan orang untuk terus memantau Lio dan akan selalu melaporkan semua yang dikerjakan oleh putranya..


Tian sudah memikirkan dan menyiapkan semuanya,, walaupun Lio seorang laki laki namun Tian tetap saja akan melindunginya dia tidak mau terjadi sesuatu dengan keluarganya..


" Aku hanya belum terbiasa Mas..


" Mam,, Ade juga kangen Abang, Ucap Lona yang juga tiba tiba merasa kangen dengan Lio..


Selama ini Lona selalu bersama Lio, dan mereka sama sekali tidak pernah berjauhan, Lio juga selalu melindunginya..


" Hei,, kenapa malah jadi pada sedih..


Papa yakin,, jika Abang di sana baik baik saja dan Abang akan sedih melihat kalian seperti ini.. Sekarang kita sarapan ya..


Akhirnya setelah Tian memberikan pengertian terhadap istri juga putrinya akhirnya mereka menikmati sarapannya..


šŸ’šŸ’šŸ’šŸ’šŸ’šŸ’šŸ’šŸ’šŸ’šŸ’šŸ’šŸ’šŸ’šŸ’šŸ’


Lona turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam kampus,,


Ini adalah hari pertama Ospek dan Lona terlihat sangat cantik menggunakan kemeja putih, rok hitam selutut snaker putih juga rambut yang diikat dua..


Banyak pandang mata menatapnya, namun Lona tidak memperdulikannya,,


Dia sudah sangat biasa dengan keadaan seperti ini, bahkan saat sekolah SMP, SMA pun Lona selalu menjadi pusat perhatian apa lagi pada kaum Adam..


Lona berjalan menuju Lapangan dimana sudah terlihat banyak mahasiswa mahasiswi baru di sana..


Lona berdiri diantara mereka, namun tiba tiba seseorang berdiri di sampingnya..


" Hei,, kenalin gue Meylan Ucap salah satu mahasiswi baru di sana..


" Filona,, Ucap Lona tersenyum..


Saat mereka akan mengobrol tiba tiba para senior mereka datang..


Dan meminta untuk mereka tenang karena Ospek akan segera dimulai..


Dan salah satu dari mereka meminta untuk memperkenalkan diri mereka satu persatu hingga akhirnya giliran Lona yang memperkenalkan dirinya..


" Hai semua,, Perkenalkan saya Filona Mahendra tapi kalian bisa panggil Lona.. Saya dari Jakarta " Ucap Lona sambil menampilkan senyuman manisnya..


Banyak diantara mereka yang kagum melihay kecantikan juga wajah Lona yang sangat imut, bahkan para senior pun banyak yang memujinya..


Setelah mereka melakukan perkenalan diri masing masing, kini mereka diberi waktu istirahat..


" Kita ke kantin yuk, gue haus bangat Ucap Meylan..


" Yuk,, gue juga haus Mey..


Lona dan Meylan pun berjalan bergandengan ke kantin, tidak butuh waktu lama mereka pun langsung terlihat dekat..


" Jadi Loe anak Bandung,, tapi kenapa Loe malah kuliah di Jakarta Mey,,


" Gue,, kan gue emang anak Jakarta tapi malah Abang gue yang kuliah di Bandung..


" Abang Loe,,


" Ya.. Sebenarnya Gue anak kembar Mey,, Gue sama Abang gue,, tapi dia malah kuliah di Bandung.. Ucap Lona sambil menikmati jus di depannya..


-


Waktu istirahat mereka habis dan mereka kembali berkumpul untuk kembali melakukan Ospeknya..


Saat Lona dan Meylan berjalan, mereka melihat ramai para Mahasiswi baru yang bergerombol..


" Eh Kok pada gerombol gitu,, ada Apa si,, Ucap Meylan


Lona hanya mengangkat bahunya, dia tidak peduli dengan semua itu..


Dia hanya ingin fokus kuliah saja..


-


Kegiatan mereka sekarang adalah meminta tanda tangan dari para senior mereka,, Lona dan Meylan selalu bersama..


" Lon,, mereka semua ngliatin Loe tuh,, Ucap Meylan saat melihat beberapa mahasiswa yang selalu menatap Lona..


" Udah yuk,, siapa lagi yang belum kita minta tanda tangan Ucap Lona..


Lona tidak peduli dengan tatapan yang terus menatapnya, dia terus berjalan tanpa memperdulikan mereka, beberapa dari mereka terdengar memanggil namanya bahkan memujinya dan semua itu sudah biasa bagi Lona..


" Kita hanya kurang satu tanda tangan Lon,, dan itu adalah Kak Zicko,, dia adalah ketua Ospek Ucap Meylan sambil membaca buku ditangannya..


" Zicko,, Ucap Lona sambil mengangguk


Mereka terus berjalan untuk mencarinya, namun pandangan mereka kembali menatap segerombolan mahasiswi,,


" Lon,, kayaknya itu deh Kak Zicko.. Ucap Meylan sambil menunjuk segerombolan di depan mereka


" Ya sudah yuk,, Ucap Lona menarik tangan Meylan..


" Permisi,, Permisi,, Ucap Lona berjalan melewati segerombolan mahasiswi..


Lona dan Meylan langsung menatap seorang laki laki Tinggi tampan, berkulit putih..


Dia adalah Zicko ketua Ospek di kampus dan dia merupakan mahasiswa Idola para Hawa di kempusnya,, sifatnya yang dingin dan Cool membuat para Mahasiswi semakin mengaguminya dan mengidolannya,,


" Sorry Kak,, gue mau minta tanda tangan Ucap Lona menyerahkan buku juga pena dari tangannya..


Deg,,!!


Zicko menatap Lona tanpa berkedip, dia baru melihat Lona selama seharian Ospek..


" Kak,, Ucap Lona ulang


Zicko langsung menggelengkan kepalanya untuk membuyarkan pandanganya dan langsung menandatangi buku Lona juga Meylan..


" Terima kasih,, Ucap Lona dan kembali menarik tangan Meylan..


Zicko terus menatap Lona,, dia merasa Lona tidak seperti perempuan lainnya, dia berbeda bahkan terlihat cuek..


" Astaga Lon,,, Kak Zicko bener bener ganteng banget.. Pantes saja para mahasiswi bergerombol tadi..


Lona tidak menjawab,, dia hanya memandang bukunya..


Meylan menatap Lona yang terlihat cuek,,


" Lona,, Loe dengerin gue gak si..


" Iya gue denger.. Ucap Lona menatap Meylan..


" Astaga Filona,, Loe gak nyadar dengan ketampanan kak Zicko..


" Biasa aja.. Ucap Lona cuek dan Meylan hanya menggeleng dengan jawaban dari Lona..