Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
MERASA DI TEROR


Aruni memutar-mutar paper bag di tangan nya.Dia mencari nama pengirim yang mungkin saja tertera di bagian sisi paper bag.Aruni yang merasa penasaran lantas langsung membuka paper bag itu. Dikeluarkan nya isi paper bag itu. Dan ternyata sebuah kotak makanan.Tertera nama Restoran dikotak itu.Aruni mencoba mengecek kedalam paper bag lagi.Dan dia menemukan sebuah kartu ucapan.


' Selamat makan.Semoga kamu suka ya.Aku sayang kamu.Ari.' ucap Aruni dalam hati ketika membaca kartu yang ada di dalam paper bag itu. Buru-buru Aruni langsung memasuki kotak makanan tersebut kedalam paper bag itu lagi.Dan kemudian merekatkan paper bag tersebut lagi.


Aruni tak ingin menerima apapun dari Ari.Dia tak mau berurusan lagi dengan Ari. Dia juga tidak ingin memberi Ari kesempatan untuk merasa baper.


Akhir nya Aruni membawa paper bag itu lagi keluar dari loker nya.Dia berniat untuk membuang paper bag tersebut.


"Mau dibawa kemana mba bungkusan nya?" tanya bu Elly.


"Mau dibuang aja bu.Soal nya saya ga tau siapa pengirim nya." ucap Aruni.


"Emang isi nya apa mba?" tanya bu Elly.


" Makanan bu,ibu mau?" tanya Aruni pada bu Elly.


"Ga ah mba.Saya takut,mba Aruni aja ga mau." jawab bu Elly.


"Ya sudah saya buang aja ya bu?" tanya Aruni.


"Iya mba." jawab bu Elly.


Aruni langsung membuang paper bag tersebut. Dan kemudian kembali lagi keloker nya.Dia membuka ponsel nya, dan ternyata sudah ada banyak pesan masuk disana dan kesemua nya dari Ari.


Aruni mulai membuka satu persatu pesan dari Ari .


Ari messege : Ari tadi kerumah ternyata kamu masuk malam ya.


Ari messege : Udah masuk ya kerja nya.Selamat bekerja.


Ari message : Aruni Ari kirim makanan untuk kamu.


Ari messege : Aruni udah terima makanan yang Ari kirim ka ya.Jangan lupa dimakan ya,Ari sayang Aruni.


Aruni langsung mennonaktifkan ponsel nya.Dia bergidik ngeri.Dia takut,karena Ari juga tak menyerah untuk selalu mendekati nya.


Aruni kembali memasukan ponsel nya kedalam tas nya,dan kemudian mengunci lagi loker nya.


Aruni kembali bekerja.


...


Sementara di tempat lain.Ari yang tengah menunggu pesan balasaan dari Aruni mulai frustasi.Dia mencoba menghubungi ponsel Aruni namun tidak aktif.


"Sial!"seru Ari sambil membanting ponsel nya.


"Gue ga bisa terus diem aja.Gue harus temuin Aruni." ucap Ari sambil berjalan meraih jaket nya.


"Mau kemana kamu?" ucap seseorang yang tak lain adalah istri dari Ari.


"Bukan urusan kamu!"ucap Ari sambil berlalu meninggalkan istri nya.


"Ari,mau kemana kamu.Aku bilang berhenti." teriak istri Ari dengan histeris.


Ari tak menghiraukan teriakan histeris istrinya. Dia terus saja berjalan menuju luar rumah.Ari kemudian mengendarai mobil nya.Dia sama sekali tidak menghiraukan istri nya yang tengah berlari mengejar nya.


Ari mengemudikan mobil nya dengan kecepan diatas rata-rata.


Ari merasa sangat frustasi dengan sikap Aruni. Bagi nya Aruni adalah wanita luar biasa.Karena berbeda dengan wanita-wanita lain yang pernah dia temui.Kebanyakan wanita takluk dengan setiap kata-kata manis atau perhatian yang ia berikan.Tapi Aruni berbeda,dia sulit ditaklukkan. Selain itu hanya Aruni mantan pacar nya yang belum ia tiduri.Itu sebab nya ia masih merasa penasaran.


Setelah memarkirkan mobil nya,Ari bergegas keluar dari mobil.Dia kemudian berjalan dengan cepat menuju lobby rumah sakit.


"Selamat malam pak,ada yang bisa dibantu?" tanya seorang scurity yang tengah berjaga dilobby rumah akit pada Ari.


"Permisi saya mau masuk." ucap Ari ketus.


"Maaf pak,jam kunjungan sudah habis.Dan selain keluarga pasien tidak ada yang bisa masuk kedalam." ucap scurity tersebut.


"Saya keluarga pasien." jawab Ari asal.


"Maaf,bisa perlihatkan kartu kunjugan nya?" tanya scurity itu.


"Anda bilang tidak boleh kunjugan,sekarang menanyai saya kartu kunjugan.Bagai mana sistem nya?" tanya Ari dingin.


"Maaf pak,kartu kunjungan itu hanya untuk keluarga pasien yang bertugas menemani pasien selama dirumah sakit.Jadi bisa bebas keluar masuk rumah sakit.Kalau tidak ada itu,berarti bapak bukan keluarga pasien." ucap scurity tersebut menjelaskan.


"Akh,persetan sama kartu apalah itu.Yang jelas sekarang saya mau masuk." ucap Ari sambil mencoba menerobos scurity tadi.


"Maaf pak,ga bisa." ucap scurity itu mencoba menghalangi Ari .


"B****s** lu!" ucap Ari sambil memukul wajah sang scurity .


Scurity itu tersungkur jatuh kelantai,Ari langsung melangkahkan kaki nya menuju pintu masuk rumah sakit.Namun langkah nya terhenti oleh beberapa orang scurity lain yang melintas dan melihat kejadian dimana Ari memukul rekan mereka.


"Sial,apaan lagi sih ni." ucap Ari ketika kedua tangan nya dipegangi oleh dua orang scurity. "Lepasin gue,b****s** lu semua!" ucap Ari yang terus berontak.


"Maaf pak,jangan bikin rusuh disini.Anda bisa saya laporkan kepihak bewajib,karena beberapa pasal hukum." jawab salah seorang scurity yang sedang memegangi tangan Ari.


"Berani lu sama gu.Berani?!!" teriak Ari sambil terus memberontak. Dia terus saja meracau dan berontak mencoba melepaskan cengkraman para scurity.


Kedua scurity yang terus memegangi tangan Ari tak menggubris setiap kata-kata Ari.Mereka menyeret Ari sampai keparkiran dan mendorong nya ketanah.


"Tolong jangan membuat keributan disini.Kalau tidak saya akan melaporkan kejadian ini pada pihak yang berwajib." ucap seorang scurity.


"B****s** lu semua.Liat aja gue pasti bikin perhitungan sama lu semua." ucap Ari sambil bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju mobil nya.Ari masuk kedalam mobil nya dan segera tancap gas.


"Sial..sial.." teriak Ari sambil memukul stir mobil nya.


"Liatin aja para manusia b*ng**t itu.Gue akan bikin perhitungan sama mereka." ucap Ari sambil memacu kendaraan nya dengan kecepatan penuh.


Malam itu Ari benar-benar marah.Dia pergi ketempat dimana dia biasa menenangkan diri.


Sementara Aruni yang tengah bekerja merasa sedikit ada sesuatu yang mengganjal dihati nya. Dia masih memikirkan makanan yang dikirim Ari tadi.Dan setiap kata-kata yang Ari kirim lewat pesan diponsel nya.Aruni merasa bersalah pada Reno.Dia takut kalau Reno mengetahui hal ini akan berpikir buruk tentang diri nya. Sepanjang malam saat bekerja Aruni terus saja melamun,dia merasa takur pada Ari.Dia takut Ari akan benar-benar nekat.


...


Semantara di tempat lain.Reno yang kini tengah berada di pesawat.Merasa bosan menunggu waktu.Dia berharap pesawat yang ia tumpangi segera mendarat dan dia segera bertemu dengan Aruni.


"Tuan apa anda baik-baik saya?" tanya Ali yang melihat Reno tengah gelisah.


" Ya,saya baik-baik saja.Saya hanya merasa tidak sabar dan khawatir akan keselamatan Aruni." ucap Reno.


Pasal nya sebelum take off Reno mendapat laporan dari bodyguar yang diperintahkan untuk menjaga Aruni.Dia dikirimi video dimana Ari yang sedang membuat rusuh dirumah sakit. Reno yang melihat video itu merasa sangat geram.Itulah sebab nya kenapa Reno sangat gelisah saat ini. Ditambah lagi,dia yang tidak bisa menghubungi Aruni karena memang ingin memberi kejutan pada Aruni.


next bab ya..