Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 160


Seperti biasanya,


Sandi akan selalu menjemput Anisa untuk ke kampus setia harinya.


Dan pagi ini dia berangkat lebih pagi agar tidak terjabak macet.


Setelah beberapa menit akhirnya mobil Sandi sampai di depan rumah Anisa dia pun berjalan turun.


Sandi sudah berada di depan pintu rumah Anisa yang terlihat masih tertutup namun jendel rumahnya yang sudah terbuka.


Namun ketika Sandi akan mengetuk pintu tidak sengaja dia mendengar percakapan antara Bu Widya dan Anisa.


Sandi merasa semakin penasaran ketikan mendengar jika namanya di sebut oleh Bu Widya.


" Nis,, Apa kamu sudah memutuskan hubungan kamu dengan Sandi " Ucap Bu Widya tiba tiba


" Maksud Ibu " Ucap Anisa kaget


" Ibu sudah sering bilang, jauhi Sandi "


" Ibu selalu melarang Anisa deket dengan Mas Sandi sedangkan Ibu sendiri tidak pernah cerita kenapa alasanya "


" Semua gak ada alasanya, yang pasti Ibu gak mau kamu dekat dengan Sandi "


" Maksud Tante,, " Ucap Sandi yang langsung masuk ke dalam


" Mas Sandi " Lanjut Anisa kaget


" Maaf jika Saya lancang, tapi Bu saya sangat mencintai juga menyayangi Anisa dan Saya tidak bisa jika jauh dengannya "


Anisa menatap Sandi, dia menangis mendengar ucapan yang keluar dari mulut kekasihnya itu dan bahkan dirinya pun sama,, dia sangat mencintai Sandi dan tidak bisa jika jauh darinya.


" Tante, , tolong jelaskan apa alasan Ibu,, kenapa Ibu tidak mengijinkan Saya dekat dengan Anisa"


" Maaf Ibu gak bisa jelaskan, Ibu ke Kamar dulu" Ucap Bu Widya beranjak


" Kenapa Ibu selalu saja menghindar jika Anisa tanya alasan ibu melarang Anis dekat dengan Mas Sandi, Kenapa Bu " Ucap Anisa dengan terisak


Anisa sudah cukup sabar dengan sikap Bu Widya yang selalu saja memintanya menjauhi Sandi tanpa alasan yang jelas.


" Sayang,, sudah ya " Ucap Sandi menenangkannya


" Engga Mas,, Ibu harus bilang alasnya selama ini Ibu selalu minta aku jauhi Mas Sandi tanpa alasan yang jelas "


Bu Widya hanya bisa menangis,


Dia tidak tega bersikap seperti ini kepada anak semata wayangnya apalagi selama ini hanya Anisa yang dia miliki.


" Bu,, Anisa mohon jawab kenapa Ibu ingin kita pisah padahal Ibu tau Anisa sangat menyayangi Mas Sandi "


Bu Widya tetap berdiri membelakangi Anisa yang masih terisak, sedangkan Sandi hanya menatapnya dia pun sama seperti Anisa penasaran kenapa Bu Widya melarang mereka dekat.


" Sayang " Ucap Sandi langsung memegang bahu kekasihnya


" Anisa sayang bangun Nak, Ibu gak mau kamu seperti ini "


" Gak Bu,, Anisa ingin tau alasan Ibu tolong jawab Anisa "


Bu Widya menatap Anisa yang terus menangis bahkan ini pertama kalinya melihat Anisa menangis seperti ini.


" Nis,, bangun Nak.. Jangan seperti ini "


" Ibu Nisa mohon "


Bu Widya memeluk Anisa erat,


putri yang sangat dia sayangi, putri kecilnya yang kini tumbuh menjadi gadis cantik.


" Baiklah,, Ibu akan menceritakan semuanya kamu bangun dan kita duduk di kursi "


Sandi membantu Anis bangun, dan mereka duduk di kursi..


Tampaka Anisa masih menangis dengan Sandi yang juga duduk di sampingnya.


Bu Widya masih terdiam, dia pun terlihat menangis.


Sandi menggenggam erat tangan Anisa untuk memberikan kekuatan,,


" Tante,, Apa saya punya salah dengan Tante sampai Tante tidak merestui hubungan kami " Ucap Sandi


Bu Widya menggeleng namun dia masih terus terdiam,,


" Bu,, Nisa dan Mas Sandi saling mencintai dan kami gak mau di pisahkan "


" Tante please, tolong kasih tau kenapa "


Bu Widya menatap Anisa, hatinya sakit melihat putrinya menangis.


Dia pun kembali menatap Sandi, terlihat jelas jika memang Sandi sangat menyayangi putrinya.


Bu Widya tampak berpikir,, dia mengusap air matanya.


" Maafin Ibu Anisa " Ucap Bu Widya


" Bu,, Nisa mohon "


Bu Widya kembali terdiam, dia menghel napasnya panjang dan terlihat memejamkan matanya.


Tampak raut wajahnya yang berubah seperti kembali teringat dengan luka lama dalam dirinya..


Anisa dan Sandi menatapnya, mereka berharap jika setelah semua jelas dan mereka akan mendapatkan restu dari Bu Widya.