
Berbeda dengan Lona yang baru saja bangun, Zicko malah sudah berada Di Cafe dan dia berencana akan ke Hotelnya setelah beberapa minggu dia tidak ke sana,,
Sebenarnya Zicko sudah tau perkembangan Bisnisnya karena setiap hari Sandi selalu mengirimkan email kepadanya, namun Zicko sendiri berniat untuk berkunjung,,
Kali ini Zicko hanya sendiri karena Sandi, dia memang tidak bisa menemaninya karena Dandi akan mengantar orang tuanya,,
Zicko berjalan keluar dari ruangannya dan menuju dapur dimana Ada Andi di sana, karena Andi lah yang selama ini membantunya di Cafe,,
" Ndi,, " Sapa Zicko
" Ya Mas Zicko, kenapa Mas $
" Kamu sudah cek semua kan, jangan sampai semua stok kosong karena Cafe lagi ramai akhir akhir ini "
" Siap Mas,,
Baru saja kita mendapat kiriman sayuran Mas, dan masih sangat segar segar "
" Oke,, kamu urus Cafe ya,,
Saya akan ke Hotel, dan hari ini Sandi gak bisa ke sini, dia ada perlu dengan orang tuanya"
" Baik Mas ZICKO "
Zicko mengangguk dan berjalan keluar menuju mobilnya,,
********
Tian sedang berkumpul dengan istri dan kedua anaknya. Sebenarnya mereka akan jalan namun mereka memutuskan untuk bisa duduk santai dulu dan baru akan jalan lain waktu.
Lona terus bersama Lio, dia memang akan langsung menempel jika sudah bertemu dangan Abang nya,,
Terlihat jelas jika Lona sangat manja dengannya.
" Oya,, Ada yang mau Papa bicarakan Bang "
" Bicara Apa Pa,, Kok serius gitu "
" Ade akan menikah bulan depan,, Abang gak Keberatan kan "
" Apa menikah,, bulan depan Pa " Ucap Lio kaget
" Iya Bang,, Semua memang dadakan makanya Mama minta kamu pulang "
Lio menatap Lona yang duduk di samping nya, Lona Terlihat menunduk, dia sangat takut jika Lio tidak akan setuju,,
Lona mendongak saat merasa tangannya di genggam dan Lio lah yang melakukannya,,
" Kenapa mesti Abang gak setuju, Bukannya itu malah Baik " Ucap Lio tersenyum
" Abang serius,, tapi tadi Abang marah "
" Hey,, kapan Abang pernah marah sama Ade,, dan kenapa harus marah Honey "
" Jadi, Abang setuju " Ucap Tian
" Setuju Pa, Ma "
" Syukurlah,, jadi Papa dan Mama bis langsung menyiapkan semuanya "
Lio menatap Lona yang tengah tersenyum,,
" Kapan saatnya Ade bakal menjadi milik Orang lain dan Abang sudah tidak lagi menjaga Ade, tapi Abang setuju jika laki laki itu merupakan Zicko, Abang bisa lihat Zicko sangat mencintai Ade, dan pastinya dia akan menjaga Ade "
-
Setelah pembicaraan masalah pernikahan Lona, akhirnya Lio menuju kamar, dia ingin beristirahat karena memang dia dari Bandung lagi dan rasanya sangat lelah.
Tok,, tok,, tok,,
" Abang, Ade boleh masuk " Ucap Lona dari balik pintu
" Masuk aja Honey ". ucap Lio dari dalam
Lona membuka pintu kamar dan berjalan menghampiri Lio yang tengah berdiri di depan pintu kamar mandi,,
" Terima kasih ya Bang "
" Terima kasih, buat apa Honey "
" Terima kasih karena Abang udah Setuju dengan pernikahan Ade "
Lio tersenyum dan duduk di samping Lona,
" Karena Abang tau jika Zicko sangat mencintai Ade, dan Abang yakin dia bisa melindungi Ade "
Lona langsung memeluk Lio, matanya mulai berkaca kaca mengingat jika selama ini Lio lah yang selalu menjaganya,
" Ade,, hei kenapa menangis Hem "
" Tapi Abang akan selalu sayang Ade kan "
" Pasti dong, Kamu Adik Abang satu satunya, Adik yang sangat Abang sayangi, Adik yang selalu Abang jaga selama ini dan sampai kapan pun Kamu akan terus menjadi Adik Abang, Adik yang selalu manja, Adik yang cantik, Adik yang Imut "
" Jangan menangis ya, Abang akan tetap menjadi Abang yang dulu yang selalu menjaga, mencinta juga menyayangi Ade sampai kapan pun "
Lio mengusap air mata Lona dan memeluknya, mencurahkan rasa sayangnya kepada Adik yang selama ini sangat dia sayangi.
" Sekarang senyum ya, jelek nangis gitu " Goda Lio dan Lona pun tersenyum
********
Sementara di tempat Lain,,
Zicko baru saja sampai di Hotel, dan beberapa karyawan yang melihatnya langsung menundukan kepalanya dan mereka menyapanya..
" Selamat siang Mas Zicko " Ucap salah satu pegawai Hotel
" siang,, Oya tolong semua laporan kirim ke Saya, Saya tunggu di ruangan "
" Baik Mas "
Zicko tersenyum.
Dia pun berjalan menuju ruangannya,,
Zicko memang memiliki ruangan di sana,,
Zicko menatap ruangannya, dia tersenyum karena semua ini dia dapatkan dengan susah payah hingga bisa sampai seperti ini,,
Tok,, Tok,, tok,,
Terdengar suara pintu,,
" Ya Masuk " Ucap Zicko dengan masih berdiri dia salah satu sudut ruangannya..
Zicko menatap seseorang yang baru saja masuk ke dalam, dan merasa jika belum pernah melihatnya di Hotel sebelumnya..,