Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
MENGAKHIRI


Reno dan Aruni memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar keluar apartemen.Mereka memutuskan untuk kesebuah taman.Reno mengajak Aruni kesebuah tamam yang sangat indah tak jauh dari kota.Terdapat hamparan rumput hijau dan bunga-bunga yang bermekaran.Sepanjang jalan dari gebang masuk taman itu terdapat pohon-pohon yang rindang dan hijau yang berjajar sepanjang jalan.Suasana nya sangat sejuk dan asri. Aruni dan Reno menusuri jalan setapak taman itu.Mereka berjalan bergandengan tangan.


"Mas,kamu ga malu gandeng aku kaya gini?" tanya Aruni,ketika ada beberapa pasang mata yang terus menatap Reno dengan tatapan yang seperti orang kelaparan.


"Engga.Kenapa harus malu?" ucap Reno balik bertanya.


"Jujur ya mas,kamu tuh ganteng banget.Aku minder tau jalan sama kamu kaya gini." ucap Aruni malu-malu.


"Hahahahaha." Reno malah tertawa terbahak-bahak.


"Ish,kamu kenapa malah ketawa." ucap Aruni sambil menghentikan langkah kaki nya.


"Iya,maaf. Yu jalan lagi." ucap Reno pelan. "Mau makan ice cream ga?" tanya Reno membujuk Aruni.


"Emmm..mau" ucap Aruni sambil nyengir kuda.


"Ih,jangan lebar-lebar nyengir nya,entar kering tuh gigi nya." ucap Reno sambil menarik lembut tangan Aruni.Dan Aruni hanya menyebikan bibir nya.


Reno dan Aruni berjalan menuju kedai ice cream yang ada di taman itu.Reno memesan dua cup ice cream yang berbeda rasa,satu rasa coklat dan satu nya lagi rasa vanila.


"Ni ice cream nya,mau yang rasa vanila atau yang rasa coklat." ucap Reno sambil menunjukan dua cup ice cream di tangan nya.


"Kenapa ga disamain aja rasa nya,biar ga milih?" tanya Aruni yang terlihat bingung mau pilih yang mana.


"Kalau disamaain kan ga bisa nyobain rasa yang lain." ucap Reno sambil nyengir.


"Oke,aku pilih yang vanila aja deh,tapi nanti boleh minta ya yang rasa coklat nya?" ucap Aruni memelas.


" Iya,tapi saya juga boleh coba yang vanila ya." ucap Reno datar.


"Oke." ucap Aruni samb menerima ice cream dari tangan Reno. "Umm..enak banget rasa nya.Dingin trus manjs nya pas." ucap Aruni sambil menggigit sendok ice cream nya.Reno yang melihat tingkah Aruni hanya tersenyum gemas.


...


Sementara di tempat lain,Ari yang tengah merasa kesal membanting semua benda yang ada di atas meja kerja nya.Perusahaan nya sudah di nyatakan kolaps dan sudah di akuisisi pula oleh perusahaan lain.Ari mengobrak-abrik ruangan nya,dia juga berteriak kencang.


" B****s**.!" teriak Ari sambil menggebrak meja nya.


Tok..tok..tok..tiba-tiba suara puntu ruangan kerja Ari diketuk dari luar.


"Masuk!" seru Ari dari dalam ruangan nya.


"Permisi pak,ada yang mencari." ucap sekretaris nya.Yang disusul oleh beberapa orang polisi yang masuk kedala.


"Permisi pak Ari,kami dari pihak kepolisian.Kamu membawa surat penangkapan untuk anda." ucap salah seorang petugas kepolisian.


"Atas dasar apa saya ditangkap?!" teriak Ari tak terima.


"Ini surat penangkapan nya pak,silahkan bapak baca terlebih dahulu.Kami tidak akan menangkap orang yang tidak bersalah." ucap Petugas polisi itu lagi.


Kemudian Ari menerima surat penangkapan yang diberikan oleh petugas polisi tadi.Dia membaca dengan seksama surat tersebut. Disana tertulis beberapa pasal pelanggaran yang dilakukan oleh Ari,salah satu nya adalah pelecehan yang dia lakukan pada Aruni dan pelanggalan wajib pajak. Yang dimana dia tidak melaporkan dengan jujur aset yang dia punya pada kantor pajak. Ari kemudian membaca nama si pelapor yang menbuat laporan terhadap diri nya.Yang tak lain adalah Reno Putra Herlambang.


"Laporan ini palsu.Saya ga bersalah,dan ga pernah melakukan apa yang dituduhkan?!" ucap Ari sambil berteriak.


"Silahkan bapak memberi keterangan dikantor polisi.Sekarang bapak ikut kami dulu kekantor polisi." ucap salah seorang petugas kepolisian.


"Ga,penangkapan ini ga berdasar.Saya ga bersalah." ucap Ari sambil terus berontak karena kedua tangan nya sudah di pegangi oleh dua orang petugas kepolisian. "Lepas,lepasin saya. Saya ga bersalah." ucap Ari yang terus memberontak.


Parapetugas kepolisian itu terus saja menyeret Ari menuju mobil tahanan.


...


Sementara Reno yang sudah mendapatkan laporan dari Ali merasa sangat lega.Dia merasa sangat senang.Karena urusan Ari sudah selesai. Sekarang dia bisa fokus kembali pada urusan pernikahan nya dengan Aruni.


"Kita pulang yu.Kamu kan mau kerja." ucap Reno sambil melihat jam ditangan nya.


Waktu memang sudah menunjukan pukul empat sore.


"Iya mas,ayo." jawab Aruni sambil menganggukan kepala nya.


Aruni dan Reno pun akhir nya pulang.Mereka berjalan bersamaan menuju parkiran mobil. Sesampainya di depan mobil nya Reno langsung membukakan pintu mobil untuk Aruni.Kemudian dia berjalan memutari mobil untuk masuk kedalam mobil.Reno mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang.Didalam mobil suasana hening. Hanya terdengar suara alunan musik yang keluar dari speaker mobil Reno.


Empat puluh lima menit kemudian.Mobil Reno telah memasuki pelataran halaman rumah tuan Baskara.Reno memarkirkan kendaraan nya dengan baik disana.Reno keluar terlebih dahulu dari mobil dan membuka pintu untuk Aruni.


Aruni dan Reno berjalan beriringan masuk kedalam rumah.


"Assalamualaikum." ucap Aruni dan Reno secara bersamaan ketika membuka pintu depan.


"Waalaikumsalam." Jawab kak Arini yang berjalan menuju pintu.


"Eh,kalian udah pulang.Masuk yu,Reno keruang keluarga aja ya,kan udh bukan tamu lagi?"ajak kak Arini pada Reno.


" Iya kak." jawab Reno sambil berjalan mengikutin Arini dan Aruni.


"Lho kok,ayah tumben udah pulang?" tanya Aruni ketika melihat ayah nya sedang duduk di sofa ruang keluarga.


"Biasa Run,ayah mu ga enak badan kata nya?" jawab ibu yang tengah memijit ayah.


"Ayah ga apa-apa kok Ru." jawab Ayah pelan.


"Ga mungkin ga apa-apa.Ayah tuh pucet banget. Sebentar aku ambil alat tensi dulu." ucap Aruni sambil beranjak dari ruang keluarga.


"Nak Reno ayo silahkan duduk."ucap ibu sambil tersenyum. "Maaf ya nak Reno,jadi melihat drama ayah sama Aruni." ucap ibu sesaat setelah Reno duduk.


"Iya,bu gak apa-apa." jawab Reno sambil tersenyum ramah.


"Diminum dulu kopi nya Ren." ucap kak Rini sambil meletakan cangkir kopi dihadapan Reno.


"Terima kasih kak,jadi ngerepotin." ucap Reno pelan.


"Ga kok,cuma kopi doang.Diminum ya." ucap kak Rini.


"Sini yah,Runi cek dulu." ucap Aruni sambil memasang alat tensi pada lengan ayah nya. Dan meusukan jarum kecil pada telunjuk ayah nya. Untuk mengecek kadar kolesterol dalam darah ayah nya. " Tuh kan,apa nya yang baik-baik aja? Orang darah nya tinggi gini kok." ucap Aruni sambil melepas alat tensi pada lengan ayah nya. "Tuh,kolesterol nya juga tinggi ni.Ngaku deh yah sama Runi.Ayah habis makan apa?" tanya Aruni pada Ayah nya.


"Iya,ayah tadi makan gulai tunjang sama kepiting saus padang." ucap Ayah pelan,karena takut dimarahi.


" Ayah..kan udah sering Runi bilangin.Jangan makan seafood barengan sama santan. Jadi nya kan kaya gini.Bandel banget sih." ucap Aruni pada ayah nya.


"Gini ni nak Reno,kalau punya anak perawat. Bener-bener dirawat." ucap Ayah sambil tertawa mencoba mencairkan suasana.


"Enak dong yah,jdi ngerasa diperhatiin banget." jawab Reno sambil tersenyum riang.


"Ho'oh,bener banget nak Reno." jawab Ayah sambil tertawa.


"Sekarang obat nya mana? udah diminum belum?" Tanya Aruni.


"Belum Run,padahal dari tadi ibu nyuruh bapa minum obat.Tapi kata nya entar-entar terus." ucap ibu laporan pada Aruni.


"Ga usah di minum aja sekalian obat nya yah. Kan yang ngerasain sakit ayah,buakan Ibu,Runi atau yang lain nya."ucap Aruni tegas.


"Iya ayah minum obat nya.Ayah minta air hangat ya bu." ucap Ayah pasrah.


"Ga usah pura-pura yah,obat sama air hangat nya kan dari tadi sudah didepan ayah." ucap ibu sambil tersenyum.


"Oh iya..hahhahaha..ayah grogi ni gara-gara ada Reno." ucap ayah sambil tersenyum. "Bu,temenin ayah minum obat dikamar yu.Reno ayah tinggal ya." ucap Ayah sambil beranjak dari sofa.


" Nak Reno,ibu tinggal ya." ucap ibu menyusul ayah.


"Iya." jawab Reno sambil menganggukan kepala.


Kedua orang tua Aruni pun menghilang dari pandangan mereka berdua.Reno yang tengah duduk bersebelahan. Saling terdiam.


"Kamu tuh,kalau sama pasien begitu juga ya.?" tanya Reno membuka obrolan.


"Begitu apa nya?" tanya Aruni bingung.


"Galak." jawab Reno pelan di depan kuping Aruni.


"Ya,enggalah.Kan ada SOP nya." jawab Aruni.


"Terus kenapa SOP nya ga diterapin juga dirumah." ucap Reno sambil mengelus pucuk kepala Aruni.


"Heheheheheh..habis nya aku gemes banget sama ayah mas,ayah tuh susah dibilangin nya." jawab Aruni sambil tertawa.


"Iya,tapi jangan begitu lagi ya." ucap Reno lembut.


"Iya mas ku." ucap Aruni sambil nyengir.


"Saya pulang dulu ya sudah sore juga."


"Iya mas.Terimakasih banyak ya untuk hari ini ya mas." ucap Aruni sambil tersenyum.


"Iya,sama-sama.Tapi maaf saya ga bisa antar kamu kerja.Karena saya ada urusan sampai malam ." ucap Reno menjelaskan.


"Urusan apa mas?" tanya Aruni penasaran.


"Kalau waktu nya sudah tepat.Saya pasti akan kasih tau kamu ya.Sekarang kamu cukup sampai tau saya sedang ada urusan dulu ya?" ucap Reno lembut.


"Iya deh mas." ucap Aruni pasrah.


"Saya pulang dulu ya.Salam buat Ayah,ibu,kak Rini sama kak Putra ya."ucap Reno sambil beranjak dari duduk nya.Dan diikuti oleh Aruni.


"Assalamualaikum." ucap Reno sambil mulai mengendarai mobil nya.


"Waalaikumsalam,hati-hati ya mas." ucap Aruni sambil melambaikan tangan.


Mobil Reno pun keluar dari halaman rumah Aruni.


Aruni pun kembali masuk kedalam rumah nya.


next bab ya....