Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
PAKET #2


Reno dan Ali yang baru saja selesai meeting dengan utusan dari METTA grup,langsung memasuki ruangan CEO.


Reno langsung menjatuhkan tubuh nya di sofa yang ada diruangan nya.


"Bagai mana dengan yang kamu janjikan sama saya tadi." tanya Reno dingin.


"Ini tuan.Semua laporan nya ada disini." ucap Ali sambil memberikan map coklat pada bos nya itu.


Reno segera menerima map coklat itu.Dan dia membuka nya dengan perasaan yang sangat tidak karuan.Dia berharap kalau apa yang dia pikirkan tidak benar.


Reno membuka map itu,dan membaca setiap informasi yang tertulis disana.Terdapat plat nomer kendaraan dan nama juga pemilik kendaraan tersebut beserta dengan foto pemilik nya.Reno tidak mengenali siapa pemilik kendaraan itu.Hati nya semakin penasaraan siapa sebenarnya yang mengirim paket itu pada nya.


"Dimana dia sekarang?"


"Sudah dimarkas tuan."


"Bagus.Batalkan schedule saya kunjugan hari ini.Saya ingin mengetahui siapa orang itu."


"Baik tuan."


"Oke,kamu boleh keluar."


"Baik tuan."


Ali pun keluar dari ruangan itu.


Reno yang sudah merasa sangat marah,merasa sudah tidak bisa membendung lagi amarah nya.


Namun tiba-tiba ponsel nya berdering,dan saat dia melihat layar ponsel nya,senyum lebar langsung menghiasi wajah tampan nya.Reno segera menggeser tombol hijau yang ada diponsel nya.Dan seketika muncul wajah cantik Aruni yang menghubungi nya lewat sambungan video.


"Assalamualaikum mas." ucap Aruni saat melihat wajah suami nya dari layar ponsel.


"Waalaikumsalam sayang." jawan Reno dengan senyum manis nya.


"Kamu lagi ngapain mas,udah makan siang?"tanya Aruni sambil tersenyum pula.


"Baru selesai meeting."


"Udah makan siang belum?"


"Belum sayang,ini baru mau makan siang."


"Ya udah makan siang yang banyak ya.Jangan lupa baca bismillah sebelum makan ya mas."


"Iya sayang.Kamu juga jangan lupa makan siang ya.Jangan lupa juga susu nya diminum ya."


"Siap bos ku."


"Jangan siap-siap aja ya.Harus bener dijalanin,nanti saya cek sama bu Sri.Kalau bohong awas ya."


"Iya mas,udah ya.Kamu jangan lupa makan,awas kalau sampai ga makan."


"Iya sayang."


"Ya udah,assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Reno pun mengakhiri panggilan telepon nya dengan istri nya.Dia merasa sedikit tenang karena sudah mendengar dan melihat wajah istri nya walau hanya dari layar ponsel.


Tok..tok..tok..


Tiba-tiba pintu ruangan nya diketuk dari luar.


"Masuk!" seru Reno dari dalam ruangan nya.


"Maaf tuan,ini ada kiriman dari nyonya." ucap sekertaris Reno.


"Dari istri saya?" tanya Reno yang tampak bingung.


"Iya tuan."Jawab sang sekertaris.


"Terus dimana istri saya nya?" tanya Reno yang mulai panik.


"Maaf tuan,yang antar kurir dan kurir nya hanya bilang kalau ini dari nyonya." ucap sang sekertaris sambil meletakan tas berwarna merah muda diatas meja kerja Reno.


"Ya sudah,terima kasih ya." ucap Reno pelan.


"Sama-sama tuan." ucap sang sekertaris yang kemudian keluar dari ruangan.


Reno segera membawa tas berwarna merah muda yang dikirim oleh istri nya itu menuju sofa.Dan Reno segera membuka ternyata isi nya adalah bekal makanan.Reno yang menerima itu langsung merasa terharu.Pasal nya ini baru pertama kalinya Aruni mengirim bekal makan sianga untuk nya.Walau pun sebelum nya Aruni pernah datang dengan membawa bekal makan siang juga.


Reno segera meraih ponsel nya dan segera menghubungi istri tercinta nya dengan sambungan video.


"Assalamualaikum mas." ucap Aruni dari sebrang sambungan video.


"Waalaikum salam,sayang terimakasih ya kamu sudah kirim bekal makan siang untuk saya." ucap Reno sambil tersenyum.


"Wah udah sampe ya mas."


"Jangan lupa dimakan ya.Terus sebelum makan jangan lupa baca bismillah."


"Iya sayang.Terimakasih ya bekal nya."


"Iya mas.Makan yang bayak ya."


"Temenin saya makan ya."


"Siap bos.Kita makan barenga ya.Aku juga baru mau makan."


"Iya,sebentar saya cari posisi dulu yang enak buat taro hp nya."


"Iya mas."


"Nah udah ni disini pas."


"Ya udah dimakan dong bekal nya."


"Iya.Ayo kita makan."Ucap Reno dan hanya di balas anggunkan oleh istri nya.


Reno dan Aruni makan siang bersama secara virtual.Karena jarak mereka yang memang sedang tidak satu tempat.


...


Ditempat berbeda Ari yang sedang gelisah karena mengetahui anak buah dari Alan tertangkap oleh Reno.Ari merasa sedikit takut,takut kalau semua rencana yang ia susun dengan matang akan berantakan.


Ari mondar mandir tak karuan,dia merasa sangat frustasi.


"Kenapa lu jadi kaya cacing kepanasan gini?" tanya Alan yang melihat Ari sedang mondar mandir.


"Gemana gue gak panik coba?!orang lu yang t*lol itu ketangkep!" ucap Ari sambil berteriak.


"Lu emang bukan penjahat,baru begini aja lu udah panik." ucap Alan pelan namun tegas sambil menarik kerah baju Ari.


"Tapi dia ketangkep,kalau dia sampe buka mulut gemana sama nasib kita?!" ucap Ari mulai pelan.


"Lu ga usah khawatir,semua orang gue udah terlatih.Mereka Semua orang-orang yang patuh." jawab Alan sambil berlalu meninggalkan Ari.


Ari yang melihat kepergian Alan hanya bisa menghembuskan nafas kasar.


...


Ditempat lain Reno yang sedang dalam perjalanan menuju markas rahasia milik nya.


Reno akan menemui pelaku pengirim paket untuk nya selama ini.


Dalam perjalanan Reno terlihat sangat tegang karena menahan marah,rahang nya mengeras.


Hampir satu jam mereka menempuh perjalanan untuk menuju markas rahasia mereka.


Mobil pun berhenti disebuah gudang tua yang sudah tidak beroprasi.Gudang tua itu memang milik keluarga Herlambang.Namun sudah tidak terpakai,tapi di tangan Reno gudang itu beralih fungsi menjadi markas rahasia.


Reno,Ali dan beberapa pengawal langsung memasuki gedung tua itu.


Didalam gedung tua itu terdapat banyak pengawal yang berjaga disana.Reno dan Ali langsung menuju ruang bawah tanah, dimana tahanan itu berada.


"Bagai mana keadaan nya?"tanya Ali pada salah seorang pengawal yang ditunjuk sebagai penanggung jawab tempat itu.


"Dia masih tidak mau buka mulut tuan." ucap sang penjaga.


"Hemm." ucap Ali singkat.


Reno yang melihat si pengirim paket itu,sudah geram.Ingin rasa nya ia memberikan pelajaran pada orang itu.Tapi pantang bagi Reno untuk mengotori tangan nya,hanya untuk lalat kecil seperti itu.


Ali yang sudah paham dengan sikap tuan nya langsung masuk kedalam penjara itu.Dia mengintrogasi sang pengirim paket tersebut. Tak segan-segan dia memberikan bogem mentah nya pada sang pengirim paket tersebut.Namun sang pengirim paket itu tetap pada pendirian nya. Dia tidak mau buka mulut,untuk memberi tahukan siapa tuan nya.


Lagi-lagi Ali layangkan tinju nya,dan juga menempelkan besi panas pada bagian tubuh tahanan nya.


Ali memang seseorang yang sangat kejam dalam hal seperti ini.


Setelah puas menyiksa Ali kembali kehadapan tuan nya.


"Pastikan dia tetap hidup untuk ku." ucap Ali kepada penjaga penjara.


"Baik tuan." jawab penjaga itu.


"Maaf tuan,dia masih belum mau buka mulut." ucap Ali kepada Reno.


"Pelan-pelan." jawab Reno dingin.


"Baik." ucap Ali singkat


Reno kemudian berjalan meninggalkan ruang bawah tanah.Disusul oleh Ali dan juga para pengawal nya.


Reno merasa cukup puas melihat penyiksaan hari ini.Dia merasa rindu pada istri nya,jadi dia memutuskan untuk pulang kerumah.


next bab ya..