Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
JALAN-JALAN


Pagi ini Aruni dan Reno sudah didalam perjalanan, Reno ingin mengajak Aruni kesuatu tempat. Reno mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedanag.Reno sengaja mengajak Aruni untuk melakukan perjalanan pagi.Karena banyak tempat yang akan dia datangi hari ini.


"Kita mau kemana sih mas?" tanya Aruni masih penasaran.


"Sebentar lagi kita sampe,nanti kamu akan tau." ucap Reno sambil fokus menyetir.


"Kenapa ga kasih tau sekarang aja?" Ucap Aruni kesal.


"Ya bukan surprise dong nama nya." ucap Reno sambil tersenyum.


Dan Aruni pun langsung terdiam.Dia memilih memainkan ponselnya.Aruni mengambil beberapa foto dengan ponsel nya.Dan kemudian dia tersenyum saat dia melihat kembali hasil jepretan nya.


"Ngapain senyum-senyum sendiri?" tanya Reno


"Rahasia." ucap Aruni sambil tersenyum


"Uh,mulai main rahasia-rahasian ya." ucap Reno keki.


"Kan ngikutin kamu mas." ucap Aruni sambil nyengir kuda.


"Enak aja,memang nya saya suka main rahasia-rahasian?"tanya Reno tak terima.


"Lho sekarang aja lagi rahasiain sesuatu dari aku." ucap Aruni tak mau kalah.


"Iya deh,iya. Saya kalah,saya yang mulai." ucap Reno mengalah


"Iya dong,mas Reno yang ngajarin aku." ucap Aruni tersenyum jahil. Dan Reno hanya menggelengkan kepala nya sambil tersenyum.


Aruni membuat story di status WA nya dengan foto nya dan Reno yang sedang menyetir,tak lupa dia memberi stiker love pada wajah Reno dalam foto itu.Dan dalam sekejam banyak chat masuk pada notifikasi ponsel nya.


Aruni pun membaca satu persatu chat dari teman-taman nya yang menanyakan siapa peria dengan stiker love diwajah nya itu.


Ines yang merupakan sahabat Aruni pun tak kalah penasaran nya.Sampai ia pun menelepon Aruni.


"Assalamualaikum,Nes?" ucap Aruni ketika sambungan telepon nya terhubung.


"Waalaikumsalam,Runi kok ditutup sih muka nya mas Reno mu." ucap Ines pada sambungan telepon.


"Hahahah,belum saat nya Nes,masih coming soon." ucap Aruni sambil tertawa.


"Akh, ga asik deh.Gue kan penasaran." ucap Ines merengek.


"Nanti ya,sabar.Lu lagi ngapain?bukan nya masuk pagi ya?" tanya Aruni.


"Hahahahahah,iya.Ini kan hari minggu,santuy cuy. Managemen ga ada kan,akh kaya ga tau aja lu." ucap Ines sambil tertawa.


"Oh iya ya lupa." ucap Aruni.


"Lu lagi jalan ya sama mamas Reno?" tanya Ines.


"Iya dong.Gue lagi halan-halan." ucap Aruni pamer


"Akh sombong banget lu.Udah ah gue mau kerja. Lu hati-hati ya,jangan lupa bawain gue oleh-oleh." ucap Ines sambil tertawa.


" Iya bawel, besok gue kasih lu oleh-oleh ya.Ya udah ya,assalamualaikum" ucap Aruni sambil menggeser tombol merah pada ponsel nya.


"Abis teleponan sama siapa?" tanya Reno penasaran.


"Oh,ini mas Ines yang telepon." ucap Aruni sambil memasukan ponsel nya kedalam tas.


"Oh." jawab Reno singkat.


Kedua nya pun kemudian saling terdiam. Reno fokus mengemudi sementara Aruni hanya diam sambil memandangi jalan.


Tak lama kemudian mobil Reno pun lmemasuki kawasan perumahan elite.Disana berjajar rumah-rumah mewah bergaya arsitektur eropa.Dengan pilar-pilar yang menjulang tinggi.


Mobil Reno pun berhenti disalah satu rumah mewah yang bergaya arsitektur eropa modern,dengan pilar-pilar yang menjulang tinggi ditiap-tiap sisi nya.


Reno langsung memasuki kawasan rumah tersebut,setelah seorang petugas keamanan membukakan pintu gerbang untuk nya.


"Mas ini rumah siapa?" tanya Aruni terperangah.


Reno hanya membalas nya dengan senyuman.Dan membawa Aruni menuju pintu utama rumah itu.


Sesampainya mereka dipintu utama sudah disambut oleh beberapa orang yang bekerja disana.


"Selamat datang tuan dan nona." ucap salah seorang pelayan rumah tersebut.


"Emm,Run kenalin ini pak Yus,bu Sri,maman,jamil dan inah." ucap Reno memperkenalkan pada Aruni.


"Saya Aruni." ucap Aruni sambil tersenyum.


"Oke,sekarang saya mau ajak kamu liat-liat kedalam rumah, yuk." ajak Reno sambil menuntun tangan Aruni.


Reno mengajak Aruni melihat-lihat ketiap sudut rumah mewah itu.


"Mas ini rumah nya besar dan bagus banget.Ini rumah siapa sih mas?" ucap Aruni ketika tiba di lantai dua rumah tersebut.


"Kita liat kamar nya dulu yuk." ajak Reno ketika sudah sampai didepan sebuah pintu di lantai dua.


Reno kemudian membuka pintu ruangan tersebut. Yang ternyata sebuah kamar yang sangat luas dengan ranjang super besar dan fasilitas lain nya seperti kamar mandi yang besar,ruang wadrobe yang sangat mewah dengan berbagai macam lemari kaca untuk menaruh barang-barang pribadi si empunya kamar tersebut tentu nya.Tak lupa fasilitas lain nya seperti pendingin ruangan dan sebuah televisi layar datar yang berukuran sangat besar.Kamar dengan nuasa warna pastel itu terlihat sangat cantik dan indah dipandang mata.Reno menarik lembut tangan Aruni untuk masuk kedalam kamar tersebut. Aruni yang masih takjub melihat kamar tersebut tak dapat berkata apa-apa.


"Bagai mana menurut mu,apa kamu suka?" tanya Reno pelan.


"Mas,ini kamar siapa?sumpah kamar ini nyaman banget." ucap Aruni takjub.


"Kamar ini nanti nya akan jadi kamar kita berdua setelah menikah.Dan rumah ini akan jadi rumah kita anak-anak kita kelak." jawab Reno sambil memeluk Aruni dari belakang yang tampak masih takjub dengan apa yang dia lihat.


"Masyaallah,mas Reno.Ini beneran untuk kita?" tanya Aruni tak percaya,sambil membalikan badan nya menghadap Reno.


Reno tak langsung menjawab pertanyaan Aruni. Dia nenuntun Aruni untuk duduk disebuah sofa empuk nan besar didalam kamar itu.


"Iya,kamar ini akan jadi kamar kita nanti setelah menikah. Jujur saya sudah membangun rumah ini jauh sebelum saya menjadi saya yang sekarang. Saya membangun rumah ini dari hasil keringat saya sendiri.Tanpa bantuan orang tua saya.Saya berjanji pada diri saya sendiri,bahwa hanya ada satu wanita yang akan menempati rumah ini dan menjadi istri saya." ucap Reno sambil menatap lekat wajah Aruni.


"Ah mas Reno,bikin aku meleleh deh mas." ucap Aruni sambil tersenyum manis.


"Kamu suka dengan disegn rumah nya?" tanya Reno lembut.


"Suka banget mas.Tapi aku merasa ga pantes mas untuk tinggal disini." ucap Aruni merendah.


"Kenapa?" tanya Reno panik.


"Ya ga pantes aja mas.Ini terlalu mewah untuk aku mas." ucap Aruni sambil tertunduk.


"Jangan merasa seperti itu.Kamu adalah pilihan keluarga saya.Sudah pasti kamu yang terbaik untuk saya dan keluarga saya." ucap Reno sambil merangkul bahu Aruni mencoba menenangkan calon istri nya itu.


Aruni yang mendapat perlakuan manis seperti itu hanya dapat tersenyum.Aruni merasa sangat beruntung sekarang.


"Nah,habis ini saya akan ajak kamu kesuatu tempat lagi."ucap Reno.


"Kemana mas?" tanya Runi antusias.


"Rahasia." ucap Reno sambil tersenyum. " Yuk,jalan sekarang." ajak Reno pada Aruni.


Reno dan Aruni pun sudah berada didalam mobil. Reno akan mengajak Aruni kesuatu tempat yang sangat sangat spesial untuk nya.


Dalam perjalanan tak banyak kata yang terucap dari kedua insan itu. Mereka sibuk dengan keadaan hati masing-masing.Aruni yang sibuk dengan pemandangan yang ia lihat dari dalam mobil.Dan Reno yang fokus menyetir,hanya alunan lagu yang terdengar didalam mobil.


"Kita istrirahat makan sama shalat dzuhur dulu ya?" ucap Reno


"Iya mas." jawab Aruni.


Dan tak lama mereka telah sampai di sebuah restoran.Reno segera memasuki halaman parkir restoran tersebut.


Mereka berdua berjalan bersamaan menasuki restoran itu.Reno tampak menggandeng tangan Aruni ketika memasuki restoran tersebut.


"Selamat datang." ucap salah seorang pelayan restoran tersebut. "Untuk berapa orang tuan?" tanya pelayan itu lagi.


"Untuk dua orang." jawab Reno.


"Baik tuan,sebelah sini." ucap pelayan restoran tersebut menunjukan meja yang akan di tempati Reno dan Aruni.


Reno dan Aruni berjalan mengikuti pelayan tersebut.


"Silahkan tuan dan nyonya." ucap Pelayan itu sambil menunjukan meja yang akan ditempati Aruni dan Reno.Serta sekaligus menunjukan buku menu yang ada disana.


"Terimakasih mbak." ucap Reno sopan.


"Kamu mau makan apa?" tanya Reno pada Aruni.


"Aku mau nasi sapo tahu sama udang saus padang nya ya mba,kalau mas mau makan apa?" tanya Aruni pada calon suami nya itu.


"Kalau saya.Nasi goreng kambing sama udang tepung nya ya.Minum nya air mineral sama lemon tea aja." ucap Reno . "Kamu ga minum?" tanya Reno pada Aruni lagi.


"Oh iya belum pesan minu." ucap Aruni sambil nyengir. " Saya pesen orange jus aja mbak sama air mineral nya jg ya satu." ucap Aruni lagi.


"Baik,ditunggu sebentar ya tuan dan nyonya." ucap pelayan tersebut sambil berlalu pergi.


Sementara Aruni dan Reno yang tengah saling melempar senyuman mencoba mengontrol hati mereka masing-masing.


next bab ya..šŸ˜‰