Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
KEMBALI BEKERJA


Pagi ini Aruni sudah bersiap-siap untuk berangkat bekerja.Hari ini hari pertama nya masuk kerja setelah sebelumnya dia cuti untuk menikah.


Pagi ini Aruni diantar bekerja oleh Reno,karena memang Reno masih dalam masa cuti.Aruni dan Reno sudah dalam perjalanan menuju rumah sakit.


"Mas,besok kamu sudah mulai masuk kerja ya?" Tanya Aruni sambil menatap Reno.


"Iya,kenapa?" tanya Reno lembut.


"Emm..bagai mana ya,aku besok kan masih masuk pagi.Nanti yang ngurusin kamu sebelum berangkat kerja siapa?"


"Ga usah khawatir,saya sudah terbiasa mengurus diri saya sendiri."


"Tapi kan sekarang mas Reno udah nikah,seharus nya kan udah ada yang mengurus semua keperluan mas Reno."


"Saya engga apa-apa,udah kamu tenang aja.Kita bahas ini nanti dirumah ya?Sepulang kamu bekerja."


"Iya mas,terimakasih ya udah mau ngertiin aku."


"Iya."


Tak lama mobil Reno telah sampai di pelataran parkir khusus karyawan rumah sakit tempat Aruni berkerja.


"Mas Aku berangkat ya." ucap Aruni


"Iya,hati-hati kerja nya." jawab Reno sambil mengusap pucuk kela Aruni.


"Iya mas,Assalamualaikum." ucap Aruni sambil mngecup punggung tangan suami nya.


"Waalaikumsalam." ucap Reno yang kemudian mengecup kening istrinya itu.


Aruni pun keluar dari mobil,dia menuju pintu masuk khusus karyawan rumah sakit.


Sesampainya dia diloker rumah sakit dia bertemu banyak perawat lain disama.Tampak semua orang yang ada disana sedang melakukan aktifitas nya masing-masing,ada yang sedang berdandan, sekedah mengobrol dengan teman sesama perawat dan ada juga yang sedang memain kan ponsel.


Semua orang tampak kikuk saat Aruni memasuki ruangan loker khusus perawat wanita itu. Mereka yang berpapasan tampak menundukan kepala sperti sedang memberi hornat pada Aruni. Aruni yang melihat itu pun tampak kebingungan.Dia merasa heran dengan apa yang dilakukan teman-teman nya sesama perawat.


Bahkan sang security pun yang biasa nya bersikap tegas pun,kali ini nampak membungkukkan badan nya saat Aruni melewati meja security.


Aruni berusaha bersikap normal dan tak mau ambil pusing dengan apa yang dilakukan oleh orang -orang itu.


"Hai Run,kamu udah masuk ya?Akup pikir cuti mu masih semonggu lagi." ucap Ines saat melihat Aruni.


"Ah,yang bener aja lu Nes,Kalau seminggu lagi yang ada gue ngundurin diri Nes." ucap Aruni sambil menaruh tas nya didalam loker.


"Hahahahaha,lu ngundurin diri juga gak apa-apa. Secara suami lu kan tajir melintir." ucap Ines sambil memasang name tag nya.


"Apaan sih Nes,ga gitu juga kali.Kita tuh jadi perempuan harus mandiri,walaupun suami kita punya penghasilan lebih.Kita tetap harus punya penghasilan sendiri."


"Iya sih,tapi kan kalau harta nya tujuh turunan ga akan habis,Run."


"Hust.Ga boleh takabur.Harta itu cuma titipan, jadi kita ga boleh takabur dengan bilang seperti itu."


"Iya deh bu haji.Kalah lah gue kalau ngomong sama lu."


Aruni hanya menanggapi nya dengan senyuman.


Aruni dan Ines keluar dari ruang loker khusus karyawan.


Mereka berjalan menuju tempat kerja masing-masing.Aruni yang bertugas mendampingi dokter kandungan kali ini.Sementara Ines mendampingi dokter anak. Mereka berjalan beriiringan menuju ruangan dokter spesialis masing-masing.


"Eh Nes,Lu ngerasa ada yang aneh ga sih hari ini?" tanya Aruni pada sahabat nya itu ketika sedang berjalan menuju ruanga dokter masing-masing.


"Aneh bagai mana maksud lu?" tanya Ines.


"Ada yang aneh Nes,sama semua orang di rumah sakit ini.Tadi pas gue baru dateng security tiba-tiba berdiri terus ngebungkuk gitu sambil nyapa gue.Terus anak-anak yang lain juga sama,mereka ngebungkuk gitu kaya lagi nyapa gue.Aneh kan?ada apa ya?"


"Hahaahahhahahahahah."


"Kok lu malah ketawa sih.Gue ga lagi bercanda tau."


"Siapa yang lagi bercanda sih?Lu emang belum tau ya kalau rumah sakit ini tuh punya mertua lu?"


"Ish,siapa yang bercanda sih,gue tuh serius.Lu tau ga dokter Steven,bu Siska,dokter dokter Hanif semua nya itu dipecat sama suami lu.Mereka udah ngelakuin hal fatal maka nya mereka dipecat.Masa lu ga tau juga sih.Ini tuh udah bukan rahasia lagi.Dan gue denger-denger sih ganti nya dokter Steven itu ganteng banget." ucap Ines sambil tersenyum.


"Masa sih Nes,Kok mas Reno ga cerita ya sama gue?"


"Ya mana gue tau,coba lu tanya sama suami lu nanti."


Aruni tak menjawab ucapan Ines.Dia langsung melangkahkan kaki nya menuju ruang dokter kandungan yang akan dia bantu hari ini.


"Ish,tuh anak maen jalan aja.Run tunggu." teriak Ines sambil berlari mengejar Aruni.


...


Sementara di tempat lain,Reno memutuskan untuk pulang kerumah orang tua nya.Karena ia masih merasa canggung bila dirumah mertua nya tanpa Aruni.


Reno memasuki halaman rumah orang tua nya.


Dia memarkirkan mobil nya di garasi rumah mewah tersebut.Kemudian dia berjalan masuk menuju rumah nya.


Diruang keluarga Reno bertemu dengan mama dan papa nya yang sedang mengobrol.


"Assalamualaikum." ucap Reno sambil mencium punggung tangan kedua orang tua nya.


"Waalikumsalam." ucap kedua orang tua Reno secara bersamaan.


"Lho kok sendiri kamu Ren,mana Aruni?" tanya Mama Reno.


"Dia sudah mulai masuk kerja mah." jawab Reno


"Kamu masih biarin istri mu bekerja?Memang nya kamu merasa ga mampu untuk membiayakan hidup nya?" ucap Papa tegas.


"Ya ga gitu pa,Aruni kan sudah bekerja jauh sebelum sama aku.Kalau aku main nyuruh dia berhenti bekerja gitu aja kan ga enak.Aku harus minta persetujuan dia dulu." jawab Reno


"Iya bener pa,jangan sampe nanti Reno malah menyinggung perasaan Aruni." ucap mama.


"Ya terserah lah,yang jelas tugas kamu sebagai suami harus bisa membahagiakan istri mu lahir dan batin nya." ucap papa Reno


"Iya pa,itu sudah pasti.Aku akan berusaha membuat dia selalu bahagia bersama aku." jawab Reno sambil tersenyum.


"Eh Ren.Kamu habis nikah ga punya Rencana untuk bulan madu gitu." tanya mama


"Ya ada lah ma.Tapi aku harus tanya Aruni dulu dia mau nya kemana. Lagi pula kan kata mama minggu depan mau ngunduh mantu dulu.Jadi aku pikir biar selesai dulu semua nya,baru aku pergi honeymoon." ucap Reno.


"Oke deh,poko nya mama tunggu kabar baik nya dari kalian ya."ucap Mama sambil tersenyum.


"Siap ma.Oh iyahalmeoni sama hal-abeoji kemana ma?" tanya Reno.


"Masih di rumah om Herman.Kata mereka sih mungkin lusa baru kesini lagi." jawab mama.


"Oh gitu." jawab Reno sambil manggut-manggut. "Aku kekamar dulu ya ma,pa." ucap Reno pamit.


"Iya sayang." jawab Mama senemtara papa hanya menganggukkan kepala nya.


Kemudian Reno pun beranjak meninggalkan papa dan mama nya.Dia berjalan menuju kamar nya.


Sesampai nya Reno dikamar nya.Dia langsung merebahkan dirinya di ranjang empuk nan besar milik nya.Dia diam beberapa saat sambil memandangi langit-langit kamar nya.


Tiba-tiba ponsel nya berdering.Dan ketika dia melihat nya ternyata Ali yang menghubungi nya.


"Iya Al ada apa?" tanya Reno dia sudah menggeser tombol hijau pada layar ponsel nya.


"Maaf tuan.Ada beberapa dokumen yang membutuhkan tanda tangan anda,dan ini bersifat urgent." ucap Ali.


"Baik,kamu kerumah besar saja ya.Saya ada disini." jawab Reno.


"Baik tuan,kalau begitu saya berangkat sekarang." ucap Ali.


"Iya." jawab Reno sambil mengakhiri panggilan telepon nya.


next bab ya..šŸ˜‰