Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
TAK DI SANGKA


Pagi ini seperti biasa Reno sudah bersiap-siap untuk kekantor.Reno sudah rapi dengan stelan jas nya,begitu pula dengan Aruni dia sudah selesai menyiapkan segalq keperluan Reno dan juga tentu nya memasak sarapan untuk suami nya itu.


Reno dan Aruni pun sarapan bersama,selesai sarapan seperti biasa Aruni mengantar Reno sampai kedepan pintu rumah nya.


"Kamu jangan nakal-nakal ya dirumah." ucap Reno sambil mengusap pucuk kepala istri nya.


"Iya mas ku.Kamu juga ya jangan nakal-nakal di kantor." Jawab Aruni sambil menatap manja suami nya.


"Iya sayang,jangan khawatir.Cinta saya sudah mentok di kamu." ucap Reno sambil mengecup kening istri nya.


"Udah ah gombal nya.Nanti kamu kesiangan mas."


"Iya.Yaudah saya berangkat ya,assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Reno pun berangkat bekerja menuju perusahaan milik nya dengan menggunakan mobil mewah milik nya.


Aruni yang mengantarkan suami nya sampai mobil itu pun sudah tak terlihat lagi, kemudian dia pun langsung masuk kedalam.


"Bu Sri,nanti tolong antrerin saya ya ke supermarket ya." ucap Aruni pada bu Sri.


"Iya non,baik." jawab Bu Sri sopan.


"Yaudah Runi siap-siap dulu ya bu."


"Iya non."


Aruni pun kemudian bergegas menuju kamarnya untuk bersiap-siap.


...


Sementara di tempat lain,Alan sedang mengadakan pertemuan dengan orang-orang kepercayaan.Alan adalah seorang ketua gengster.


Selain itu dia juga merupakan seorang bandar besar narkoba.Namun Alan seolah kebal dari hukum.Buktinya setelah kabur dari penjara bersama Ari,polisi tidak lagi mengejar dan mencari keberadaan Alan.


"Bos,apa kita harus bergerak sekarang?" tanya salah seorang anak buah Alan.


"Tunggu 15menit lagi.Baru kita jalankan." ucap Alan tegas.


"Siap bos." jawab anak buah Alan.


Sementara itu di ruangan berbeda Ari terlihat tengah menghubungi seseorang melalui sambungan telepon.Entah siapa yang dia hubungi,yang jelas Ari terlihat sangat marah.


Ari terlihat membanting ponsel nya setelah dia memutuskan sambungan telepon nya.


"Brengsek...dasar b**o!" ucap Ari sambil berkacak pinggang. "Gue ga bisa begini terus.Gue harus bergerak cepat.Aruni pasti kembalin sama gue." ucap Ari dingin.


...


Di tempat lain Aruni dan bu Sri sudah sampai di sebuah supermarket yang tak jauh letak nya dari kediaman Aruni.Aruni tampak begitu menikmati aktifitas belanja nya dengan bu Sri,Aruni terlihat sibuk mengambil barang-barang kebutuhan rumah nya yang memang sudah hampir habis.


Sesekali terlihat Aruni yang sedang membandingakan satu prodak dengan prodak lain nya.


Sementara bu Sri setia mengikuti nyonya muda nya itu.Aruni hari ini tidak mengalami morning sickness.Dan itu berpengaruh pada mood nya,terlihat kalau hari ini Aruni tampak lebih ceria.


...


Semantara di itu di kantor Reno tengah sibuk dengan pekerjaan nya.Dia tampak sedang mengutak-atik laptop nya.


Tok..Tok..Tok..Tiba-tiba saja pintu ruangan nya diketuk dari luar.


"Masuk." ucap Reno sambil terus mengamati layar laptop nya.


"Maaf tuan,ada hal penting yang harus saya sampai kan." ucap Ali ketika sudah berada didalam ruangan.


"Soal apa?" tanya Reno tenang sambil memandang Ali.


"Seperti nya ada seseorang yang mencoba membobol sistem keamaana perangkat lunak perusahaan tuan." ucap Ali sambil menyodorkan laptop nya.


"Kamu sudah mengecek nya?" tanya Reno sambil melihat layar laptop milik Ali.


"Sudah tuan,akan tetapi IP Adress nya tidak terdeteksi." ucap Ali ragu.


"Oke,terus amati pergerakan nya.Saya akan coba hubungi Seno.Dia pasti tau jawaban nya." ucap Reno sambil mengambil ponsel nya yang tergeletak dimeja kerja nya.


"Baik tuan." ucap Ali sambil melangkah keluar.


Reno kemudian mencoba menghubungi Seno.Dari ke empat sahabat nya yang lain,hanya Seno lah yang ahli dalam IT.Seno merupakan seorang hecker handal.


"Oke gue tunggu." ucap Reno sambil menutup sambungan telepon nya.


Reno kembali menatap layar laptop nya,ia kembali melnjutkan pekerjaan nya.Reno berusaha untuk tetap tenang.,dia tidak mau terpengaruh dengan apa yang sedang terjadi di perusahaan nya.Karena dia percaya bahwa orang-orang nya adalah mereka yang berkopenten dibidang nya.


Reno masih terus fokus pada pekerjaan nya,sampai fokus nya terganggu oleh suara ketukan pintu.


"Masuk." ucap Reno dari dalam ruangan nya.


"Gimana sob." ucap Seno yang langsung masuk saat Reno memerintahkan nya.


"Gimana apa nya?"jawab Reno santai.


"Ya bagai mana perkembangan nya,apa masalah yang tadi sudah bisa di atasi?" ucap Seno sambil mendaratkan bokong nya pasa sofa besar yang ada diruangan Reno.


"Gue belum dapat laporan lagi dari Ali,sebentar gue telepon dulu dia." jawab Reno sambil menghubungi Ali.


Reno tampak menghubungi Ali melalui sambungan telepon.


Dan tak lama Ali pun tiba di ruangan Reno.


"Gimana Al,sudah sampai mana perkembangan ny?" tanya Reno saat Ali baru saja masuk kedalam ruangan nya.


"Maaf tuan,saya masih belum bisa melacak IP Adress nya."ucap Ali sambil menyodorkan laptop nya.


"Oke Sen,sekarang waktu nya lu beraksi." ucap Reno sambil melirik Seno.


"Hadewh,coba sini gue liat.Siapa sih yang berani macam-macam sama calon papa muda ini." ucap Seno sambil membuka laptop yg dia bawa.


"Lakukan dengan benar,jangan sampai calon papa muda ini marah." ucap Reno asal.


Ketiga pria tampan itu pun terlihat fokus memandangi layar laptop.


...


Sementara di supermarket Aruni sudah selesi berbelanja kebutuha rumah nya.Aruni dan bu Sri pun melangkah keluar supermarket.Dengan mendorong troli belanja yang penuh dengan belanjaan milik nya.


"Bu,tiba-tiba aku kepengen minum kopi,kita mampir dikedai kopi itu yuk bu." ucap Aruni sambil menunjuk sebuah kedai kopi kekinian.


"Tapi non,kopi ga bagus untuk jabang bayi."jawab bu Sri pelan.


"Tapi aku kepengen banget bu,aku ngidam banget ni." ucap Aruni yang merengek seperti anak kecil.


"Aduh bagai mana ya,ibu ga berani non.Takut nanti kesalahan."


"Yaudah,Runi telepon mas Reno dulu deh."


"Iya baik nya seperti itu non."


Aruni pun mencoba menghubungi suami nya.


"Assalamualaikum mas." ucap Aruni saat sambungan telepon nya di terima oleh Reno.


"Waalaikumsalam,ada apa Run."jawab Reno dari sebrang sambungan telepon.


"Mas,aku mau minum kopi.Boleh ya?" ucap Aruni mengiba.


"Minum kopi?kalau bisa jangan deh.Kopi ga bagus buat ibu hamil."jawab Reno lembut.


"Ish mas,tapi aku kepengen banget.Aku ngidam banget ni mas." Rengek Aruni.


"Kamu mau minum kopi apa memang nya?" tanya Reno masih dalam mode lembut.


"Emm,belum tau mas,aku kan belum masuk kekedai nya." jawan Aruni pelan.


"Memang nya mau minum kopi dimana?"


"Dikedai samping supermarket deket rumah mas."


"Ooh,disitu.Kamu sama siapa?"


"Aku sama bu Sri dan pak Yus.Ish banyak mat sih pertanyaan nya.Aku cuma mau minum kopi mas." ucap Aruni yang mulai kesal.


"Ya udah,tapi inget ga boleh pake es." ucap Reno lembut.


"Iya mas ku.Ya udah aku mau ngopi dulu ya mas.Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam." ucap Reno lembut.


Setelah memastikan jika sambungan telepon dengan suami nya telah berakhir,Aruni kemudian melangkahkan kaki nya menuju kedai kopi bersama dengan bu Sri.


Aruni bu Sri masuk kedalam kedai kopi,disana Aruni langsung menuju meja tempat memesan ,karena dia berniat untuk membawa pulang pesanan nya.Aruni memesan beberapa gelas kopi dengan berbagai variant rasa.Karena dia berniat mebagi-bagikan kopi nya kepada seluruh penghuni rumah nya.


Selesai memesan Aruni duduk disalah satu bangku pengunjung.Karena pesanan nya yang lumayan banyak jadi dia harus menunggu di bangku pengunjung.


"Aruni?Kamu Aruni kan?" tanya seorang wanita secara tiba-tiba seseorang menyapa Aruni.


"Iya,kamu.." ucap Aruni terputus.


"Aku Natasya,istri nya Ari." ucap wanita itu sambil memegang erat tangan Aruni.


"Oh iya." ucap Aruni nampak ragu-ragu.


"Aruni aku mau minta maaf sama kamu,aku tahu aku salah.Aku udah bodoh banget dengan percaya sama Ari dan memusuhi kamu hanya karena aku cemburu.Aku benar-benar minta maaf sama kamu." ucap Natasya sambil mencoba bersimpuh di kaki Aruni.


"Eh..eh..udah Nat,jangan seperti ini.Kita ngobrol nya sambil duduk aja." ucap Aruni sambil menahan tubuh Natasya yang akan bersimpuh dikaki nya.


"Sekarang kamu duduk dulu ya.Aku tahu kamu tuh sebener nya anak baik.Hanya saja kamu sedang emosi saat itu." ucap Aruni lagi saat Natasya sudah duduk dihadapan nya.


"Aku bener-minta maaf sama kamu ya.Aku sadar kalau aku tuh salah.Kamu mau maafin aku kan?"


"Sebelum kamu minta maaf,aku udah maafin kamu duluan.Karena aku yakin kamu tuh anak baik-baik."


"Terimakasih ya Run,kamu baik banget deh.Oh iya aku boleh minta nomer telepon kamu.Barang kali nanti kamu butuh bantuan aku atau sebalik nya."


"Oh iya boleh."


"Ni masukin nomer kamu dihandphone aku ya."


"Siap.Oh iya ngomong-ngomong kandungan kamu sudah berapa bulan?"


"Sudah memasuki 9bulan.Perkiraan dokter si tanggal 25an."


"Oh iya.Wah berarti tinggal 21 hari lagi ya."


"Iya,tinggal tunggu hari doang."


"Nih,nomer aku udah aku save."


"Oke,aku coba miscall ya."


"Iya.Nih udah masuk."


"Oke.Oh iya Run.Aku duluan ya,soal nya aku mau ada urusan lain."


"Iya,kamu hati-hati ya."


"Iya.Oke deh.Bye Run."


"Bye."


Natasya pun pergi meninggalkan Aruni dan keluar dari kedai itu.Berbarengan dengan pesanan Aruni yang sudah datang.Kemudian tak lama setelah nya Aruni pun keluar dari kedai kopi tersebut.


next bab ya..


terus dukung author ya..jangan lupa like,tambah ke favorite dan juga tinggalkan jejak comen kalian..biar author lebih semangat lagi..