Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
WASPADA


Reno beserta rombongan pergi meninggalkan lokasi tempat penemuan mobil van yang menculik Aruni.Mereka pergi nenuju markas om Hans.


Dalam perjalanan Reno hanya terdiam sambil menatap keluar jendela.Tatapan nya kosong,hati nya gundah memikirkan keberadan istri nya kini.


Sementara Dhika dia sedang mengutak-atik ponsel nya.Entah apa yang dia kerjakan dengan ponsel nya.Sedangkan Ali hanya fokus menyetir untuk tetap aman.Situasi didalam mobil tampak sangat sunyi dan dingin.


...


Sementara di tempat lain,Aruni tengah menyelesaikan ibadah nya.Kali ini dia menggunakan mukena dan sajadah untuk shalat nya,karena Ari memberikan nya kemarin.Ari yang sebelum nya pernah melihat Aruni beribadah tanpa menggunakan mukena dan sajadah merasa kasihan.


"Yaallah,hanya pada Mu aku meminta,hanya Engkau zat yang maha kuasa.Aku mohon lindungilah suami hamba dimana pun ia berada,pertemukanlah kembali kami sebagai suami istri.Hamba sangat mencintai nya Yaallah,hamba ingin bersama nya kembali.Bantulah dia Yaallah agar bisa menemukan hamba disini.Yaallah lindungilah hamba dari marabahaya."ucap Aruni dalam doa


nya.


Ari yang berada di balik pintu mendengar semua doa Aruni.Merasa kesal karena dia tidak ingin Aruni mencintai orang lain selain diri nya.


Ari yang sedang di selimuti rasa marah langsung membuka pintu dengan kasar nya.


"Sini kamu!" Seru Ari sambil menarik tangan Aruni dengan kasar.


"Apa yang kamu ucapkan tadi,Hemh?" ucap Ari sambil mencengkeram keras tangan Aruni.


Aruni pun tak menjawab ucapan Ari dia hanya meringis menahan sakit pada tangan nya.


"Inget Aruni,kamu itu hanya milik aku.Jangan pernah lagi ngucapin seperti itu lagi dalam doa mu." ucap Ari sambil terus mencengkram kuat tangan Aruni.


Aruni masih tak menjawab ucapan Ari,ia hanya menunduk dan mencoba melepaskan cengkraman Ari.Aruni berusaha tidak menangis,dia tak ingin terlihat lemah dihadapan Ari.


Ari kemudian melepaskan cengkraman nya pada tangan Aruni.Dan menghempaskan nya dengan kuat,hingga membuat Aruni terhuyung kelantai.


Ari pun berjalan keluar kamar dan menutup pintu kamar dengan keras nya.


Aruni yang terhempas kelantai sudah tak dapat lagi membendung air mata nya.Hanya dalam hitungan detik air mata yang sedari tadi ia tahan tumpah membasahi pipi nya.


Aruni meratapi nasib nya kini,kalau sampai ucapan Ari itu benar ada nya.Entah apa yang akan terjadi pada diri nya.Aruni tak menyangka ternyata sifat asli Ari seperti itu.Ternyata dulu ketika dia menjalin hubungan dengan Ari,dia belum sepenuh nya mengenal Ari.


...


Ditempat lain Reno dan rombongan sudah berada dikantor om Hans.Mereka semua menuju ruang pertemuan rahasia diruang bawah tanah.


Ruangan itu kedap suara jadi orang dari luar tidak akan bisa mendengar apa pun.Dan juga ruangan itu sangat aman untuk serangan dari luar.


"Hati-hati dalam bertindak,karena setiap gerakan kita dipantau oleh mereka." ucap om Hans saat sudah berada didalam ruangan.


"Iya om,tempo hari juga saya sudah bilang sama om.Kalau saya butuh sniper yang memantau saya.Karena saya merasa terus diawasi oleh seseorang." ucap Reno serius.


"Iya Ren,om sudah menyiapkan itu.Sekarang om minta kita lebih hati-hati dalam bertindak.Karena om yakin mereka menaruh mata-mata diantara kita." ucap Om Hans sambil menghisap rokok nya.


"Lalu,rencana om selanjutnya apa?" celetuk Dhika sambil mencoba mengutak-ngatik laptop nya yang sudah kembali beroprasi.


"Kita ikutin cara main nya mereka.Untuk sekarang kita tetap melakukan pencarian.Namun intensitas nya lebih dikurangi."ucap Om Hans.


"Bukan seperti itu Ren,sekarang mereka sudah masuk keperusahaan kamu.Lihat harga saham perusah merosot drastis.Itu salah satu tujuan mereka,membuat kamu jatuh dan hancur."ucap om Hans.


"Tapi Aruni lebih penting om!" seru Reno sambil mengusap kasar wajah nya.


"Om mengerti apa yang kamu rasakan saat ini.Tapi ini solusi terbaik,mulai besok om dan tim om yang akan mencari keberadaan Aruni.Dan om minta kamu fokus saja pada perusahaan,bagai mana?"


"Tapi om,saya ga bisa hanya berpangku tangan menunggu informasi,sementara istri saya di luar sana..akh!"


"Kamu tenang Ren,kita disini hanya bagi tugas. Bukan berarti kamu hanya berpangku tangan."


Reno tak langsung menjawab ucapan om Hans.Dia hanya mengusap kasar wajah nya dan mengacak-acak rambut nya.Menandakan bahwa ia sedang sangat frustasi.


...


Sementara di tempat lain,Ari terlihat sedang berbincang dengan Alan disebuah ruangan.


"Bagai mana keadaan dia?" tanya Alan pada Ari.


"Masih seperti kemarin,tak mau makan dan hanya menangis." ucap Ari sambil menaikan kaki nya keatas meja.


"Lalu apa rencana lu buat dia?"


"Hemm..gue berusaha buat ga nyakitin dia.Gue akan pelan-pelan terhadap nya."


"Alah kelamaan,keburu nanti dia kabur dari sini."


"Gue ga mau ngulang kesalahan yang sama.Gue mau menghapus trauma dia terhadap gue dulu,gue mau dia selamanya jadi mikik gue.Karena gue cinta sama dia"


"Heh,omong kosong soal cinta."


"Lu ngomong gitu karena lu belum pernah merasakan jatuh cinta."


"Tau apa lu soal gue." ucap Alan sambil menendang kaki Ari.Sementara Ari hanya meringis.


"Lu sendiri apa rencana selanjutnya?"


"Lu ga perlu tau apa rencana gue selanjutnya. Yang perlu lu lakukan cukup jaga perempuan itu."


"Oke,gue pastiin dia akan aman sama gue."


"Good.Sekarang gue masih ada urusan,lu jaga markas." ucap Alan sambil berlalu meninggalkan


Ari.


"Gue tau rencana lu.Lu pikir gue bodoh." gumam Ari sendirian.


Next bab ya..