Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 141


Berbeda dengan kisah cinta Zicko dan Lona yang terlihat sangat langgeng bahkan sudah mengantongi restu dari kedua orang tua mereka,,


Namun Kisah cinta Sandi dan Anisa masih harus mendapatkan restu dari Ibu Widya karena sampai saat ini Bu Widia belum merestui hubungan mereka..


" Pagi Bu " Sapa Anisa


" Pagi Sayang, Kamu sarapan dulu " Ucap Bu Widia dengan menyendokan nasi goreng di atas piring Anisa


" Makasih Bu " Ucap Anisa tersenyum


Anisa menikmati sarapannya namun Bu Widia malah menatap Anisa..


" Loh,, Ibu gak sarapan kenapa "


" Ibu Masih kenyang Ni, barusan Ibu bikin susu "


Anisa manggut manggut sambil terus menikmati sarapannya,,


Tiba tiba terdengar suara mobil dari depan rumah dan yang pasti itu adalah mobil Sandi yang menjemput nya untuk ke Kampus bersama.


" Nis, Itu suara mobil Sandi " Ucap Mia


" Iya Bu,, Pasti Mas Sandi jemput Nisa "


" Anisa, jadi kalian masih berhubungan,,


Sudah berapa kali Ibu bilang, Kamu jauhin Sandi Nis,, Ibu gak mau Nanti kamu malah sakit hati "


" Tapi Bu'-"


Anisa tidak melanjutkan ucapannya karena terdengar suara ketukan dari pintu rumahnya..


" Anisa buka pintu dulu Bu " Ucap Anisa beranjak dan berjalan untuk membuka pintu kamarnya.


Ceklek,,


Anisa membuka pintu rumahnya dan terlihat Sandi yang tengah tersenyum tampan,,


" Mas,, Masuk dulu Mas.. " Ucap Anisa


" Iya Sayang "


" Mas sudah sarapan "


" Sudah di rumah "


" Oh ya udah aku ke dalam dulu ya mas ambil tas" Ucap Anisa dan Sandi mengangguk


" Siapa Nis, " Ucap Bu Widia saat Anis berjalan masuk


" Mas Sandi bu,,


Anisa ke kampus dulu ya Bu "


" Tunggu Anis,, Kamu inget ya Ucapan ibu Sayang "


Anisa mengangguk dan berjalan keluar..


" Loh,, Tante Widia dimana Yang Kok kamu sendiri "


" Ibu lagi di kamar Mas, ya udah yuk kita berangkat "


" Oh Ya Udah " Ucap Sandi tersenyum dan mengandeng tangan Anisa


Mereka berjalan menuju mobil,,


-


Dalam perjalanan, Anisa terus diam dia memikirkan ucapan Bu Widia.


Namun dia sangat mencintai Sandi dan tidak mungkin meninggalkannya, Dia akan sangat kehilangan dan entah apa dia bisa hidup jika tidak bersama Sandi di sisinya.


Karena sangat penasaran akhirnya Sandi pun menanyakan nya..


" Kamu lagi mikirin apa Sih " Ucap Sandi mengusap rambut Anisa


" Ah engga kok Mas, Aku gak mikirin apa apa"


" Kamu gak bisa bohong Nis, Aku tau kamu lagi sembunyikan sesuatu dari aku, Kamu kenapa cerita ya "


Anisa menatap Sandi, dia bingung apa harus menceritakan semua kepada Sandi atau tidak tetapi Sandi laki laki yang pintar, dia akan terus memaksanya menceritakan semua..


" Sayang,, hei kenapa malah melamun "


Anisa menggeleng, dia pun menyenderkan kepalanya,,


Sandi Terus menatapnya, namun kemudian dia kembali melajukan mobilnya karena lampu sudah hijau.


" Ya Sudah, aku gak mau maksa tapi aku minta sama kamu apa pun masalah kamu jangan terus dipikirkan, aku gak mau kamu nanti malah sakit " Ucap Sandi dengan masih fokus menyetir


Anisa Menatap Sandi,


Entah mengapa hatinya sangat sesak, air matanya sudah menumpuk di matanya dan tidak bisa lagi dia tahan.


" Sayang,, Kamu nangis " Ucap Sandi


" Engga Mas,, " Ucap Anisa mengalihkan wajahnya dan mengusap air matanya


Sandi langsung menepikan mobilnya, dia pun menarik wajah Anisa.


" Mas " Ucap Anisa kembali mengalihkan wajahnya


" Sayang,, Cerita sama aku kamu kenapa bisa nangis seperti ini,, apa aku salah sama kamu"


" Kamu gak ada salah Mas, Kita ke kampus aja ya nanti kita telat "


" Engga,, Kamu cerita sama aku kamu kenapa"


" Mas,, Please,, Kita ke kampus ya " Ucap Anisa menatap Sandi dengan matanya yang merah dan air mata yang menetes di pipinya


Sandi menatapnya pilu, dia merasa sedih melihat wanita yang dicintainya menangis di depannya Seperti ini.


Sandi mengangguk dan kembali melajukan mobilnya, Anisa mengusap air matanya yang masih saja terus menetes.


Mobil mereka masuk ke dalam parkiran dan terlihat dua mobil mewah yang juga sudah terparkir di tempat mereka biasa parkir.


Sandi menatap Anisa Yang terlihat akan membuka pintu mobilnya,,


" Sayang,, " Ucap Sandi dan Anisa menoleh terlihat wajahnya yang sedikit sembab


" Are You Oke " Ucap Sandi dan Anisa tersenyum juga mengangguk


" Aku ke kelas dulu ya Mas " Ucap Anisa keluar dari mobil dan berjalan masuk


Sandi terus menatap Anisa hingga sudah Tidak lagi terlihat punggung nya,,


Dia masih sangat bingung dengan sikap Anisa saat ini.


Sandi membuka pintu mobilnya dan menatap mobil Zicko yang sudah terparkir di sana..


" Ini mobil Zicko,, dia udah berangkat..


Apa dia sudah benar benar sembuh " gumam Sandi.,


Sandi segera berjalan masuk dan menuju kelasnya,, namun dia masih saja terus kepikiran dengan Anisa..


" Sebenarnya Anisa kenapa, Apa dia ada masalah,, tapi kenapa dia gak cerita sama gue, kan gue pacarnya,,


Gue gak tega lihat dia nangis seperti tadi, apa bebannya terlalu besar, tapi apa "