
Reno mencoba menghubungi ponsel Aruni.Sambil terus berjalan menuju pintu lobby utama rumah sakit.
"Assalamualaikum,Run.Kamu sudah jam istirahat?" tanya Reno ketika sambungan telepon nya berhasil menghubungi Aruni.
"Waalaikumsalam.Iya mas baru aja mau istirahat, ada apa mas?" tanya Aruni dari sebrang sambungan telepon.
"Saya sedang ada dirumah sakit ni.Kamu ke lobby ya saya tunggu dilobby." ucap Reno
"HAH! mas Reno ada di lobby? mau ngapain?" tanya Aruni bingung.
"Iya,saya ada di lobby.Mau ngajakin kamu makan siang bareng." jawab Reno lembut.
"Emm..yaudah mas tunggu situ ya.Aku ke lobby sekarang.Assalamualaikum" ucap Aruni
"Iya,waalaikumsalam." ucap Reno sambil memutuskan sambungan telepon nya dengam Aruni.
"Ines,maaf ya.Aku ga jadi makan dikantin,mas Reno ngajakin makan bareng,sekarang dia ada dilobby." ucap Aruni ragu-ragu.
"Hah..mas Reno lu ada disini.Penasaran deh gue mau liat." ucap Ines penuh semangat.
"Ish,apaan sih .Emang nya dia hantu,Pake penasaran." ucap Aruni sambil tersenyum.
"Ya bukan gitu.Gue kan penasaran pengen liat muka nya mas Reno lu kaya apa?Kalau liat dimajalah atau di internet kan ga puas." ucap Ines sambil menggandeng tubuh Aruni.
"Nanti juga pas gue nikahan lu liat dia dari deket. Sekarang gue jalan dulu ya,ga enak ditungguin sama dia dilobby." ucap Aruni pamit.
"Iya,lu hati-hati ya.Kalau ada apa-apa langsung kabarin gue." ucap Ines sambil melambaikan tangan.
"Iya,daah.." ucap Aruni sambil melangkahkan kakinya cepat ke arah lobby.
"Tuan,semua sudah beres." ucap Ali ketika berhadapan dengan tuan nya.
"Bagus,sekarang saya minta kamu cari kandidat untuk posisi mereka saya ga mau hal ini terulang lagi bagi siapa pun.Satu lagi,saya tidak mau Aruni sampai mengetahui hal ini." ucap Reno datar.
"Baik tuan." jawab Ali patuh.
"Mas Reno." panggil Aruni ketika melihat sosok calon suami nya itu.
"Aruni,kita makan nya bareng Ali ya." ucap Reno sedikit kikuk karena takut Aruni mendengar perkataan nya barusan.
"Iya mas." jawab Aruni.
Reno,Aruni dan Ali pun kembali kemobil untuk makan siang bersama.
Mereka makan siang bersama disebuah restoran mewah didekar rumah sakit.
"Mas,kok tumben kamu ke rumah sakit?memang nya ada apa?" tanya Aruni penasaran.
"Ah,engga tdi kebetulan perut nya Ali sakit jadi saya anterin kesini." jawab Reno asal
"Uhuk..uhuk..uhuk.." Ali yang mendengar ucapan bos nya itu pun sampai terbatuk-batuk.
"Ka Ali kenapa,minum dulu ya." ucap Aruni panik sambil memberikan segelas air minum untuk Ali.
Reno yang melihat itu langsung membulatkan penuh mata nya.Ali yang melihat bos nya tengah menatap nya dengan tatapan membunuh langsung menolak gelas yang diberikan oleh Aruni.
"Maaf non,saya minum ini saja." ucap Ali dengan suara serak karena tersedak makanan.
"Oh,iya."ucap Aruni pelan.
Mereka bertiga pun melanjutkan makan siang nya.Reno sengaja tidak ingin memberi tahu masalah dirumah sakit tadi pada Aruni.
Mereka bertiga sudah selesai makan siang,Reno pun sudah mengantar Aruni kembali ke rumah sakit.
Reno dan Ali juga sudah menuju kekantor kembali.Karena setelah ini Reno akan meeting dengan salah satu perusahaan besar.
Reno dan Ali pun sudah sampai di depan lobby Intermate construction.Reno pun turun dari mobil tentu nya setelah Ali membukakan pintu mobil untuk nya.Reno dan Ali berjalan beriringan menuju ruang kerja Reno.
Reno sampai di meja kerja nya.Dia langsung duduk dikursi kebesaran nya.Dia membuka jas nya dan sedikit mengendurkan dasi nya.Dia bersandar dikursi nya sambil memijit kening nya.
'Huft..seberat ini kah cobaan mau nikah yaAllah?' gumam Reno pelan sabil memijat kening nya.
Reno kemudian beranjak dari kursi nya,dia menuju toilet.Reno kemudian mulai mengambil wudhu,dia akan menunaikan kewajiban nya sebagai seorang muslim.Dia berharap akan lebih tenang nanti nya setelah dia menunaikan kewajiban nya.
Dua puluh menit kemudian Reno telah selesai menunaikan kewajiban nya.Dia kemudian menghubungi Ali.
"Al,keruangan saya." ucap Reno melalu sambungan telepon.
Tak lama kemudian Ali sudah sampai diruangan Reno.
"Al,data yang saya minta sudah disiapkan?" tanya Reno sambil mengancingkan lengan kemejanya.
"Sudah tuan,semua nya sudah saya kirim by email." ucap Ali.
"Maaf tuan,diruang meeting sudah ada pihak Sinar Antara." ucap Ali memberi tahu.
"Baik,ayo keruang meeting." ucap Reno sambil berjalan mendahului Ali.
Reno sampai diruang meeting dikantor nya.Dia kemudian memasuki ruang meeting dengan sangat berwibawa.
"Selamat datang Tuan Hartawan.Maaf sudah menunggu lama" ucap Reno ketika sudah berada didalam ruang meeting.
"Santai Ren,saya juga baru sampai." ucap pria paruh baya yang merupakan klien Reno.
"Bagai mana kabar anda tuan?" tanya Reno dengan sopan.
"Puji syukur saya dalam keadaan baik-baik saja. Bagai mana kabar kamu dan juga mama papa mu?" tanya tuan Hartawan yang memang teman baik dari Tuan Herlambang.
"Syukur kalau tuan dalam keadaan baik,kedua orang tua saya juga dalam keadaan baik-baik saja." ucap Reno dengan senyuman. " Bagai mana apa bisa kita mulai meeting nya sekarang tuan?" tanya Reno sopan
"Iya,kita mulai sekarang saja." ucap Tuan Hartawan.
Reno pun kemudian memulai presentasi nya.Dia memberikan beberapa materi yang sudah dia buat sebagai bahan meeting kali ini dengan klien nya. Reno tampak tenang saat mempresentasikan produk nya.Kerja sama dengan klien kali ini adalah membuat sebuah apartemen mewah.
Reno tampak sangat berwibawa.Dia juga tampak sangat baik menyampaikan point-point materi meeting nya.Tuan Hartawan tampak sangat fokus memperhatikan setiap apa yang Reno sampai kan.
Samapi tak terasa mereka telah meeting selama hampir dua jam.Reno pun mengakhiri meeting nya sengan sebuah perjanjian kontrak kerja sama antara dua perusahaan besar tersebu. Tuan Hartawan nampak sangat puas dengan hasil meeting nya kali ini.
"Tuan,maaf apa saya bisa meminta waktu nya sebentar.Itu pun jika tuan tidak keberatan." ucap Reno ketika tuan Hartawan sudah akan meninggalkan ruangan meeting tersebut.
"Oh,tentu saja Ren.Ada apa?" ucap tuan Hartawan.
"Mungki ini sangat pribadi bagi anda.Jadi saya minta hanya kita berdua saja yang bicara." ucap Reno lagi.
"Oh,baik kalau begitu.Saya akan menyuruh Sekretaris saya untuk keluar." ucap tuan Hartawan.
"Tidak perlu.Kita bicara di ruangan saya saja tuan." ucap Reno.
"Oh,baik-baik." ucap tuan Hartawan menyetujui.
Akhir nya Reno dan tuan Hartawan berjalan bersamaan menuju ruang kerja Reno.
"Silahkan duduk tuan ."ucap Reno ketika sudah memasuki ruangan nya.
"Terimakasih." ucap tuan hartawan sambil mendaratkan bokong nya di sebuah sofa besar diruangan itu.
"Begini tuan,maaf apa bila saya lancang atau mungkin terlalu kejam." ucap Reno sambil mengambil laptop nya. " Tapi anda harus tahu ini. Tadi anak anda yang bernama Natasya datang kemari sambil berbuat onar." ucap Reno sambil memperlihatkan rekaman cctv pada tuan Hartawan.
"Astaga apa yang telah dia lakukan Ren?" tanya tuan Hartawan sambil mengusap kasar wajah nya.
"Dia kemari meminta saya untuk membebaska.
suami nya yang bernama Ari Afandie." ucap Reno menjelaskan.
"Astaga anak itu.Lalu apa hubungan nya kamu dengan si Ari itu?" tanya tuan Hartawan penuh penekanan.
"Saya adalah orang yang menjebloskan menantu anda kedalam penjara." ucap Reno datar.
Tuan Hartawan tidak langsung menjawab ucapan Reno.Dia mencoba mencerna ucapan Reno.Disatu sisi dia merasa marah pada Reno karena membuat putri semata wayang nya bersedih.Disatu sisi dia berterimakasih pada Reno karena telah memberikan hukuman pada laki-laki yang sudah merusak putri semanta wayang nya.
"Reno,saya tidak tahu,masalah kamu dengan dia. Tapi bisa tidak kamu melepaskan dia,agar anak saya tidak selalu memohon bantuan kepada saya." ucap tuan Hartawan lirih.
"Maaf tuan,itu sangat tidak mungkin.Karena kesalahan nya sudah sangat fatal.Ditambah dia hampir saja mencelakai calon istri saya." ucap Reno dingin.
"Iya saya mengerti.Kamu tidak akan menyakiti orang lain,jika bukan karena kamu diganggu terlebih dahulu.Tapi saya tidak ingin melihat anak saya terus menerus menangisi laki-laki itu." ucap tuan Hartawan pelan.
Reno pun mulai menceritakan kejadian sebenarnya mengapa dia memenjarakan Ari.Reno menceritakan secara mendetail.Dan tuan Hartawan mulai mengerti apa yang sebenar nya terjadi.
"Kalau saya melepaskan dia saya takut dia akan terus-menerus mengganggu calon istri saya sampai keinginan nya terpenuhi." ucap Reno.
"Iya saya mengerti.Saya akan mencoba berbicara dengan Natasya.Semoga dia bisa menerima kenyataan ini." ucap tuan Hartawan.
"Saya akan membantu anda tuan,saya akan mencoba melepaskan anak anda dari cengkraman laki-laki b****s** itu." ucap Reno
"Terima kasih Ren,saya mau anak saya kembali seperti dulu.Ceria dan tidak mudah menangis. Saya berjanji akan merawat cucu saya dengan baik.Tapi tidak dengan laki-laki s**l*n itu.Biar saja dia membusuk di penjara." ucap tuan Hartawan kesal. " Baik Ren,saya rasa percakapan ini cukup sampai disimi.Kalau kamu butuh batuan saya untuk menjadi saksi,saya siap Ren.Sekali lagi saya berterimakasih pada kamu." ucap Tuan Hartawan sambil menjabat tangan Reno.
"Baik tuan." ucap Reno sambil menerima jabat tangan dari tuan Hartawan.
Kemudian tuan Hartawan pun keluar dari ruangan kerja milik Reno.Reno yang merasa sedikit lega karean mendapat dukungan dari tuan Herlambang untuk terus memenjarakan Ari.
next bab ya..
jangan lupa like,tambah ke favorite dan tinggal kan komen ya..sebab komen kalian sangat author tunggu-tunggu..terima kasih yang masih setia baca karya author sampai hari ini...sekali lagi terimakasih..š§