
Hari semakin sore namun Anisa masih saja belum bangun sedangkan Sandi masih menunggunya, dia tidak ingin membangunkan istrinya karena terlihat wajah Anisa yang kelelahan.
Sandi pun berjalan menuju Balkon, berdiri di sana menatap langit senja yang terlihat sangat indah.
Anisa meregangkan kedua tangannya, rasanya sangat nyenyak tidurnya,
" Astaga sudah sore,, " Ucap Anisa kaget saat menatap layar ponselnya yang sudah menunjukan pukul 5 sore
" Mas Sandi,, dimana dia " Lanjutnya dan berjalan turun
Anisa melihat pintu balkon yang terbuka dan dia tersenyum saat melihat suaminya berdiri di sana.
" Mas Sandi " Ucap Anisa berdiri di sampingnya
Sandi menoleh dan tersenyum..
" Udah bangun,, gimana tidurnya hem " Ucap Sandi menyelipkan rambut Anisa yang terkena angin
" Kenapa Mas gak bangunin aku sih,, "
Sandi tersenyum dan menarik hidung Anisa,,
" Aku gak tega sayang,, kamu tidurnya nyenyak banget "
Anisa tersenyum, dia pun memeluk manja lengan Sandi.
Sandi mengusap lembut kepala Anisa dan mereka menikmati udara sore sambil melihat sunset yang sangat jelas dari sana.
-
Malam pun tiba,,
Setelah menikmati makan malam, Sandi mengajak Anisa jalan jalan menikmati udara malam hari di Bali.
" Kamu suka Sayang " Ucap Sandi
" Aku suka Mas, Makasih ya Mas "
Sandi mengangguk dia menggenggam tangan Anisa dan mereka berjalan jalan.
-
Hari semakin malam,,
Udara pun semakin dingin, Sandi mengajak Anisa kembali ke Hotel.
" Mas, aku ke kamar mandi dulu ya "
" Iya Sayang "
Sandi berjalan menuju sofa dan membuka ponselnya, namun sama sekali tidak ada Chat atau telpon masuk dari Zicko dan dia pun kembali meletakan nya diatas meja.
Rasanya sudah tidak bisa di tahan lagi namun apakah malam ini mereka akan bisa melakukannya tanpa ada gangguan seperti sebelumnya.
" Mas Sandi kenapa liatin aku gitu " Ucap Anisa duduk di sampingnya
Sandi tidak menjawab dia hanya terus menatap istrinya dengan tatapan menerkam membuat jantung Anisa berdetak kencang.
" Sayang " Ucap Sandi menarik tangan Anisa
Anisa belum menjawab namun Sandi langsung membekap mulutnya dengan ciumannya,,
Anisa tidak bisa mengatur napasnya, dia pun mendorong dada Sandi,,
" Mas,, Aku gak bisa napas "
" Maaf Sayang,, Aku hanya'- "
Sandi kembali menarik dagu Anisa dan mencium bibirnya bahkan kali ini Anisa membiarkannya dan mengikutinya.
Anisa memejamkan matanya merasakan ciuman suaminya dan sudah seharusnya mereka melakukannya setelah beberapa gangguan yang mereka dapatkan sebelumnya.
Sandi membopong tubuh Anisa menuju ranjang dan kembali menciumnya dengan tangannya melepaskan setiap kancing piyama Anisa.
(Singkat Cerita 😁)
Kini sudah tidak ada sehelai pakaian pun pada tubuh keduanya,
Sandi menatap wajah Anisa yang terlihat merona,,
" Sayang,, aku boleh melakukannya " Ucap Sandi dan Anisa hanya mengangguk dia merasa malu
Sandi tersenyum mendapatkan ijin dari Anisa,
" Ini Akan sedikit sakit, kamu tahan ya aku akan melakukannya dengan lembut "
Anisa meringis menahan sakit, namun dia menahannya karena memang sudah seharusnya dia memberikan semuanya kepada suaminya.
Dan malam ini, semua yang dia miliki sudah dia serahkan kepada suaminya.
Air mata menetes, Anisa merasakan rasa sakit, nyeri bahkan dia mencakar punggung Sandi untuk menahannya.
" Sayang,, " Ucap Sandi menatap Anisa yang menangis dia tidak tega melanjutkannya
" Lanjutkan Mas " Ucap Anisa
Sandi mengecup kening Anisa dan melanjutkannya kembali, Sandi terus mengecup bibir Anisa untuk menenangkannya hingga akhirnya mereka melewati malam yang panjang dengan bahagia.
Anisa kembali terlelap dalam pelukan Sandi setelah mereka berhasil melakukannya, Sandi mengecup keningnya dan dia pun ikut terlelap dengan keadaan mereka yang masih sama sama belum menggenakan pakaian masing masing.