
Lona membalikan tubuhnya, dia menatap malas ternyata Dena lah yang memanggilnya dan Dena berjalan menghampirinya bersama Mona,,
" Ada Apa Kak,, Ucap Lona
Dena tersenyum sambil menatap kecut ke Lona,,
" Kalo gak ada yang penting,, Sory gue pergi dulu udah pada nunggu gue di parkiran .. Ucap Lona akan berjalan namun langsung di hadang Mona
" Mau kemana Loe,, Ucap Mona
Lona menghela napasnya,
Dia pun kembali menatap Dena..
" Kayaknya Loe lupa dengan ucapan gue, atau perlu gue ulangi lagi,, Ucap Dena menatap Lona
" Ucapan mana ya,, gue lupa tuh..
" Loe pakai Pelet kan sampai Zicko bisa suka sama Loe,,
" Maksudnya,,
" Asal Loe tau,, Gue sama Zicko sudah deket dari dulu, dan karena Loe sekarang Zicko jauhin gue..
" So,, Ucap Lona menatap Dena
" Jauhin Zicko atau,,
" Gue gak akan pernah lakuin itu, Ucap Lona memutuskan ucapan Dena..
" Eh loe bener bener ya,, Ucap Mona mendorong tubuh Lona hingga membentur pintu. .
" Aw,, rintih Lona saat melihat sikunya terluka dan berdarah karena dorongan Mona yang keras dan kena slop pintu..
Dena dan Mona semakin mendekat,,
" Jadi Loe bakal terus deketin Zicko atau Loe dengerin gue buat jauhin Zicko,, Ucap Dena..
Lona menatap mereka dan kembali berdiri, dia tersenyum..
" Sampai kapan pun gue gak akan tinggalin Kak Zicko,,
" Loe,, Ucap Dena dengan mengangkat tangannya.. Namun seseorang menahannya..
Dena dan Mona menoleh,, mereka kaget karena Zicko lah yang berada di sana..
Zicko menghempaskan tangan Dena cukup keras,,
" Sayang kamu gak Papa ucap Zicko mendekati Lona..
Lona menggeleng namun dia memegang sikunya yang luka..
Zicko menatap Dena dan mona dengan tatapan tajam,, dia sangat emosi melihat Kekasihnya terluka karena ulah mereka..
" Dena,, Gue udah peringati Loe buat gak macem macem sama Lona tapi Loe malah celakai Lona.. Ucap Zicko emosi.
" Ko,, tunggu ini cuma salah paham..
Lona terjatuh bukan karena gue,, Ucap Dena
Sedangkan Mona dia hanya terdiam, dia merasa takut dengan emosi Zicko yang sangat mengerikan..
" Zicko tunggu,, Zicko Teriak Dena
Dena tertunduk sambil menangis,,
Zicko sengaja langsung membawa Lona pergi bukan karena membiarkan Dena namun dia lebih mementingkan Lona yang terluka untuk mengobatinya..
Zicko membawa Lona menuju mobilnya dan mengobati lukannya,,
" Aw,, perih kak,, Ucap Lona meringis
" Tahan sebentar sayang,, Ucap Zicko sambil mengolesi Obat merah di lukanya
Zicko meniupnya agar Lona tidak merasa perih,,
" Udah kak,, Ucap Lona
Zicko menatap Lona, dia merasa bersalah karena tidak bisa menjaganya..
" Maafin aku Yang,, Ucap Zicko
Lona menatap Zicko dan menggelengkan
" maaf buat apa kak,,
" Maaf aku gak bisa jagain kamu,, Ucap Zicko menarik Lona dan memeluknya..
Lona tidak memberontak dan dia membiarkan Zicko terus memeluknya..
*****
Dena masih dengan posisinya,, dia kesal karena Zicko yang terus membela Lona namun dia sedih pasti Zicko akan semakin membencinya..
" Na,, udah nangisnya.. Kita pulang ya.. Ucap Mona
" Ini semua gara gara cewek itu,, Pasti Zicko bakal marah sama gue Mon,,
" Udah ya,, Loe jangan nangis lagi Na..
" Gue bakal kasih pelajaran lagi sama cewek itu..
******
Zicko melepaskan pelukannya dan menatap Lona,,
" Aku janji bakal lebih jagain kamu dan gak akan biarin siapa pun melukai kamu Yang,, Ucap Zicko mengecup kening Lona dan kembali memeluknya..
FLASHBACK
Zicko terus menunggu Lona di sana, namun dia merasa bingung kenapa Lona belum kembali dan ini sudah cukup lama..
Zicko menyimpan ponselnya pada saku celananya, dia pun berjalan menuju Toilet..
Zicko sampai di depan Toilet namun terlihat sudah sepi,,
Dia berfikir jika Lona sudah kembali, namun saat dia akan berjalan, dia mendengar suara seseorang di lorong..
Karena penasaran, Zicko pun berjalan mendekat dan betapa terkejutnya saat melihat Dena akan menampar Lona..
Zicko langsung berlari untuk mencegahnya..