
Disabtu pagi yang cerah keluarga tuan Baskara sedang berkumpul di teras rumah mereka. Semua anggota keluarga hadir.Mereka baru saja selesai berolah raga joging disekitaran rumah.
"Yah,aku ga nyangka kalau kejadian Ari ini akan seheboh ini." ucap Aruni ketika sedang bersantai bersama keluarga nya.
"Iya,ayah juga ga nyangka ternya calon suami mu akan sesigap ini." ucap Ayah sesaat setelah menyesap kopi nya.
"Itu tanda nya nak Reno bener-bener peduli sama kamu Run." ucap Ibu yang tengah menyantap risoles.
"Berarti kita ga salah pilih menjodohkan Aruni dengan Reno ya bu." ucap Ayah sambil tertawa.
"Iya yah." jawab ibu yang ikut tertawa.
...
Semtara ditempat lain,Reno yang tengah berolahraga dengan alat-alat gym pribadinya. Dia sedang berlari diatas treadmill nya.
Tok...tok...tok.. tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu ruang gym pribadi nya.
"Masuk pak Leman." ucap Reno yang memgetahui siapa yang mengetuk pintu karena ruangan tempat gym nya terbuat dari lapisan kaca pada sekeliling nya.
"Maaf tuan muda.Sudah ditunggu untuk sarapan pagi." jawab pak Leman ketika sudah berada didalam ruangan.
"Iya pak,saya mandi dulu ya." jawab Reno dan kemudian pak Leman pun pergi undur diri.
Reno kemudian menyudahi aktifitas berolahraga nya.Dia kemudian keluar dari ruangan itu dan kembali kedalam kamarnya yang memang berasa satu lantai dengan ruangan gym nya. Reno segera memasuki kamar mandi untuk segera membersihkan tubuh nya yang dipenuhi keringat yang menempel.
Dua puluh menit kemudian Reno telah keluar dari kamar nya dengan sudah menggunakan pakaian rapi.Dia menggunakan celana panjang dan kaos tangan panjang pula.
Reno berjalan menuju meja makan yang dimana sudah ada kedua oranc tua yang sedang sarapan disana.
"Pagi mam,pah."Ucap Reno ketika sudah sampai di meja makan.
"Emm." ucap papa singkat
"Pagi sayang." ucap mama dengan lembut. "Kamu hari ini anter mama ya ambil baju untuk seragam keluarga sama seragam groomsmen." ucap mama sambil mengolesi roti dengan selai.
"Iya,dimana ngambil nya ma?" tanya Reno.
"Biasa di butik nya tante Laras." ucap mama.
"Oke." jawab Reno singkat.
"Ren,sudah sejauh mana persiapan pernikahan kamu sama Aruni?" kini giliran papa buka suara.
"Emm..hampir seratus persen pa.Cuma tinggal sebar undangan sama siapin mental aja." jawab Reno.
"Oke.Bagai mana dengan mas kawin nya.Kamu mau kasih apa buat Aruni sebagai mas kawin nya?"tanya papa.
"Astagfirllah,belum nyiapin mas kawin pa?" ucap Reno panik.
"Tuh kan,untung papa ingetin.Terus kamu mau kasih apa sebagai mahar nya?" tanya papa lagi.
"Aku rencana nya mau kasih mahar Aruni itu adalah seperangkat alat shalat sama satu set perhiasaan dan uang tunai. Bagai mana pa?" tanya Reno.
"Ya papa sih terserah kamu,kamu mampu nya bagai mana?karena mahar itu tidak bole memberatkan." ucap papa menjelaskan.
"Iya,hari ini rencana nya aku mau ajak Aruni buat pilih cincin pernikahan." ucap Reno.
"Wah,berarti mama ganggu dong nak,ya sudah deh mama sama papa aja pergi nya ya pa?" ucap mama.
"Iya ga apa-apa sama papa juga." jawab papa.
"Sama aku juga ga apa-apa ma,aku pergi nya siangan kok." ucap Reno.
"Ga usah nak,mama sama papa saja." ucap mama lembut.
Keluarga tuan Herlambang pun segera menuntaskan sarapan nya.
...
Tepat pukul sepuluh pagi Reno telah sampai di depan rumah Aruni.Dan Aruni pun sudah bersiap-siap untuk menemui nya.
"Ibu,ayah aku pergi dulu ya."ucap Aruni berpamitan pada ayah dan ibu nya yang sedang menonton televisi.
"Mau kemana?" tanya ibu penasaran.
"Mau pergi sama mas Reno." jawab Aruni jujur.
"Assalamualaikum." disaat bersamaan terdengar suara Reno mengucapkan salam.
"Nah,tuh mas Reno nya udah datang.Aku berangkat ya,assalamualaikum." ucap Aruni sambil mengecup kedua tangan orang tua nya secara bergantian.
"Waalaikumsalam."jawab kedua orang tua Aruni secara bersamaan pula.
Aruni pun berjalan menuju pintu utama untuk menemui Reno.
"Waalaikumsalam." ucap Aruni ketika sudah membuka pintu.
"Udah siap?" tanya Reno dan dijawab anggukan kepala oleh Aruni.
"Saya mau pamit sama ayah dan ibu dulu ya." ucap Reno lagi.
"Iya mas,ayah sama ibu didalam yu." jawab Aruni.
Kemudian Reno dan Aruni pun berjalan memuju ruang keluarga yang dimana terdapat tuan dan nyonya Baskara sedang menonton televisi.
"Ayah,ibu. Aku sama mas Reno pamit ya." ucap Aruni ketika sudah sampai diruang tengah.
"Saya ijin bawa Aruni keluar ya ayah,ibu?" ucap Reno kemudian.
"Iya nak,hati-hati ya. Dan pulang nya jangan terlalu larut." ucap Ayah mengingatkan.
"Baik yah." ucap Reno sopan. Dan kemudian langsung mencium punggung tangan kedua orang tua Aruni sambil mengucapkan salam. Dan begitupun dengan Aruni dia melakukan hal yang sama dengan Reno. Kemudian mereka berdua berjalan keluar rumah secara bersamaan.
"Udah siap?ga ada yang ketinggalan?" tanya Reno sambil memasang seatbelt.
"Ga ada mas,udah siap." ucap Aruni sambil tersenyum.
Dan Aruni hanya menganggukan kepala nya. Reno mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang.Terengar alunan musik yang mengiringi perjalanan mereka selama didalam mobil.
"Kamu udah sarapan?" tanya Reno pada Aruni.
"Sudah mas." jawab Aruni
Treeeettt...treeeettt... tiba-tiba ponsel Reno bergetar.
"Sebentar ya saya anggkat telepon dulu." ucap Reno.
" Iya mas." jawab Aruni.
Dan Kemudian Reno langsung menggeser tombol hijau di layar yang menempel di dashboard mobil nya.
"Hallo." Ucap Reno sesaat setelah menggeser tombol hijau tersebut.
"Hi Ren.Lagi dimana?" tanya seseorang disana.
Karena suara nya di loadspeaker Aruni dapat mendengar ucapan si penelpon.Aruni yang mendengar suara seorang wanita yang menghubungi Reno.
"Lagi dijalan,kenapa?" tanya Reno datar.
"Kata anak-anak,nanti kita kumpul?" tanya seseorang itu yang tak lain adalah Veronica.
"Iya,bisa kan?" ucap Reno.
"Bisa kok,tempat biasa kan?Gue kangen ni sama lu,hampir seminggu lebih ya kita ga ketemuan." ucap Vero dengan suara manja nya.
Aruni yang mendengar itu lantas merasa terkejut. Ada rasa sakit dihati nya,ada rasa tak terima saat seseorang mengucap kata rindu pada calon suami nya.Aruni menoleh kearah Reno,dia berusaha mencari jawaban dari sana.Tapi Reno hanya tersenyum tanpa dosa sambil melirik kearah Aruni.
"Iya,ya udah ya.Gue lagi dijalan ni.See you." ucap Reno yang kemudian langsung memutuskan panggilan telepon dari veronica.
" Mas siapa sih yang telepon?" Aruni yang tak suka memendam lantas lansung bertanya pada Reno.
"Oh,itu nama nya Veronica." ucap Reno santai.
"Siapa?pacar beneran kamu?atau calon istri pilihan kamu?" ucap Aruni ketus dengan rasa marah.
Reno tak langsung menjawab,dia tau Aruni sedang cemburu.Reno sengaja menepikan mobilnya dijalan raya.
"Kamu cemburu?" tanya Reno pelan.
"Ga usah balik nanya,cukup jawab aja." ucap Aruni yang masih dalam mode kesal.
"Saya sama dia tuh deket banget,kita sering main bareng,makan bareng,bahkan tidur bareng." ucap Reno sambil tersenyum.
Aruni yang mendengar itu,tanpa aba-aba air mata nya mulai mengalir.Dia tak sanggup lagi berkata-kata,dia tidak habis pikir kalau calon suami nya melakukan kumpul kebo dengan wanita lain.Aruni menangis sejadi-jadi nya sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.
Reno yang melihat itu lantas panik dan mencoba menenangkan calon istri nya itu.
"Hei,kenapa ko nangis?" tanya Reno yang mulai panik,dia berusaha membuka tangan Aruni yang menutupi wajah nya.Aruni tak menjawab pertanyaan Reno,dia malah mengibaskan tangan Reno.
"Kenapa nangis,saya minta maaf kalau ada ucapan saya yang salah ya." ucap Reno sambil berusaha meraih tangan Aruni.
"Aku mau kita batalin aja pernikahan ini mas." ucap Aruni setengah bertiak kearah Reno.
"Lah kok gitu?emang kenapa?" tanya Reno panik.
"Pake tanya kenapa?! buat apa kita nikah kalau kamu masih kumpul kebo sama perempuan lain?!" ucap Aruni kesal.
"Kumpul kebo? sipa yang kumpul kebo?" tanya Reno bingung.
"Ya kamu lah,emang calon suami ku berapa orang?!" teriak Aruni.
Reno mengusap wajah nya kasar dan menghembuskan nafas nya secara kasar pula. Dia kemudian mengambil sebotol air mineral yang ada di dasbord mobil nya.
"Ni minum dulu."ucap Reno sambil menyodorkan botol air mineral pada Aruni.
"Ga usah sok peduli." ucap Aruni ketus.
Reno kembali menghembuskan nafas nya,namun kali ini sedikit pelan.
"Oke,kalau ga mau minum.Sekarang ngomong nya baik-baik ya,kenapa kamu nangis.Ucapan saya ada yang salah?" tanya Reno lembut.
"Kamu tuh ya mas,jadi orang ga peka banget sih, tadi kamu bilang kalau kamu sama dia deket banget bahkan kalian sering tidur bareng.Apa nama nya kalau bukan kumpul kebo? HAH?!" ucap Aruni sambil terisak.
"Astagfirllah aladzim." ucap Reno sambil mengusap kasar wajah nya. " Jadi karna itu kamu marah nya. Dengerin saya ya Aruni Pratiwi.Saya sama Veronica itu sahabat dari jaman dulu banget.Kalau soal tidur bareng,itu ga seperti yang kamu pikirin.Saya tidur bareng nya juga bareng sama empat sahabat saya yang lain,misalnya saat menginap bareng,ga cuma berdua.Gini-gini saya masih punya akhlak sedikit.Saya tau zinah itu dosa bersar,jadi sebisa mungkin saya akan menjauhkan nya." ucap Reno menjelaskan.
"Omong kosong.Ga ada mas yang nama nya sahabatan laki-laki dan perempuan. Yang ada pasti salah satu dari mereka saling suka atau mungkin kedua-dua nya suka." ucap Aruni yang masih kesal.
"Iya memang Veronica sempet ada rasa sama saya.Tapi saya tolak dia,karena saya memang ga ada rasa sama dia.Suampah demi Allah Aruni,saya masih perjaka." ucap Reno mencoba meyakinkan Aruni.
"Apa bukti nya mas masih perjaka,emang perempua ada segel nya." ucap Aruni asal.
"Kamu mau bukti.Ayo kita bukti kan?" ucap Reno sambil pura-pura ingin membuka celana nya.
"Aaaahhh,mas Reno mesum!"teriak Aruni sambil menutup wajah dengan kedua tangan nya.
"Hahahahhaha,kan kamu yang nantangin.Giliran mau dibuktiin takut." ucap Reno sambil tertawa.
"Ish,nyebelin baget sih." ucap Aruni sambil mencubit pinggang Reno.
"Aww..sakit..sakit..sakit.." Pekik Reno kesakitan.
"Makanya jangan iseng." ucap Aruni sambil manyun.
"Iya-iya maaf.Jangan marah lagi ya.Nanti saya kenalin kamu sama sahabat-sahabat saya biar kamu ga cemburu lagi,ga ada salah paham lagi deh." ucap Reno sambil mengusap pucuk kepala Aruni.Dan Aruni hanya menganggukan kepala nya. "Sekarang bisa dilanjutin kan perjalanan nya?" tanya Reno lembut. Dan lagi-lagi Aruni hanya menganggukan kepala.
Reno lajukan lagi mobil nya menuju tempat yang akan dia tuju.
next bab ya...
jangan lupa terus dukung author ya sahabat..