Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
Berlebihan


Biyanka duduk di sebuah kursi tunggu karena menunggu Tian yang masih mengantri membayar belanjanya..


Sebenarnya Biyanka berada di sana bersama Tian, namun karena mengantri Biyanka merasa pegal dan Tian menyuruhnya untuk menunggu..


Kebanyakan para wanita yang berada di sana dan itu tidak menjadi masalah untuknya baginya yang terpenting adalah Istrinya yang tidak kelelahan..


Tian sesekali menatap Biyanka yang sedang duduk, dia pun tersenyum..


Banyak yang merasa kagum dengan Tian, seorang laki laki tampan yang rela mengantri demi istrinya bahkan mereka merasa iri dan ingin mempunyai suami seperti nya..


Tian mengantar Biyanka membeli belanja padahal mereka baru saja belanja bulanan namun menurut Biyanka kebutuhannya masih kurang dan harus segera membelinya..


Biyanka menatap sekeliling terlihat begitu ramai di sana..


Namun tiba tiba seseorang menghampirinya..


" Biyank,, Loe biyanka Kan.. Ucap seorang laki laki tampan di depannya..


Biyanka mengernyitkan keningnya menatap laki laki di depannya, dia merasa pernah Melihatnya namun dia lupa dimana..


" Sorry Loe siapa ya.. Ucap Biyanka


Laki laki itu tersenyum, pasti Biyanka akan lupa kepadanya setelah sekian tahun tidak pernah bertemu..


" Gue Rama,, Kita dulu satu Kampus..


Biyanka terdiam, dia terlihat mengingat namun akhirnya dia tersenyum..


" Rama Anak Hukum kan,,


" Yes,,


" Sorry.. Sorry gue lupa.. Ucap Biyanka tersenyum


Rama terus memandangi Biyank, senyuman yang masih saja terlihat manis bahkan jantungnya pun masih saj berdetak kencang melihat wanita yang dari dulu selalu ada di hatinya..


" Loe lagi nagpain di sini,,


" Belanja lah,, Loe sendiri ngapain..


" Sama gue juga lagi nyari keperluan di rumah..


Biyanka mengangguk dan tersenyum, namun Rama terus saja memandangnya kagum..


Biyanka semakin cantik sekarang dan dia tidak cuek seperti dulu..


Tian terus memandang mereka, dia tidak suka melihat laki laki lain yang menatap istrinya lekat,


Sedari tadi Tian terus menatap mereka,,,,


" Sayang,, Ucap Tian menghampiri mereka


" Mas Tian,, Ucap Biyanka menghampiri Tian dan tersenyum..


" Oya Mas kenalin ini Rama temen satu kampus aku dulu,,


Ram,, kenalin ini suami gue..


Deg.. !!


Jantung Rama seperti berhenti berdetak saat mendengar Biyanka sudah menikah..


" Cristian suami Biyanka..


" Rama,,


" Sayang yuk,, kita jemput anak anak..


Biyanka tersenyum dan mengangguk..


" Ram,, gue duluan ya..


Rama tersenyum,,


Dia masih belum percaya jika Biyanka sudah menikah dan mereka bilang akan menjemput anak, berarti mereka pun sudah memiliki anak..


*****


Tian terus terdiam,, dia merasa kesal dengan Biyanka yang terus tersenyum dengan Rama, Tian menatap Rama yang terus menatap Biyanka dengan tatapan tidak biasa..


" Mas,,


" Hem,,


" Mas Tian,, kamu kenapa si dari tadi diem terus..


" Cuma perasaan kamu saja,,


Biyanka menghela napasnya, dia tau jika suaminya sedang marah..


" Mas Tian,, Kamu marah..


Ciit,, Tian mengerem mobilnya tiba Tiba..


" Mas Tian kamu kenapa si,, Ucap Biyanka kesal


" Siapa sebenarnya Rama,, Ucap Tian dengan menatap tajam Biyanka


" Astaga Mas,, dia temen satu kampus aku..


" Tapi sayang,, dia terus menatap kamu..


" Kita ngobrol Mas, ya wajarlah jika dia menatap aku,,


" Tapi tatapan dia berbeda,, dan Mas gak suka itu..


" Mas,, kamu gak usah aneh aneh deh,,


Tian kembali melajukan mobilnya,, sedangkan Biyanka menatap keluar jendela dia merasa kesal dengan sikap Tian..


Mereka sudah menikah 15tahun namun Tian belum percaya kepadanya..


-


Mobil mereka berhenti di depan rumah, Mereka tidak menjemput anak anak dan menyuruh supir menjemput mereka..


Biyanka langsung keluar mobil dan berjalan meninggalkan Tian yang masih mengambil belanjanya..


" Sudah pulang Nyonya,, sapa Bik Asih yang baru saja keluar dari dapur


Biyank menatap jam yang sudah menunjukan jam 1 berarti Lio dan Lona sudah waktunya pulang,,


" Anak anak sudah dijemput kan Bik


" Sudah Nyonya..


Biyanka mengangguk dan kembali berjalan, Tian yang baru masuk dengan membawa belanja langsung menuju dapur..


Bik asih merasa bingung dangan sikap kedua majikannya,,


Tidak seperti biasanya mereka akan seperti ini, biasanya mereka akan selalu romantis..


Tian berjalan menuju kamarnya tanpa berkata apa pun, dan terlihat jelas di wajah mereka yang sedang marah..


-


Tian membuka pintu kamarnya namun tidak melihat Biyanka di sana dan hanya terdengar suara air dari kamar mandi,


Tian merebahkan tubuhnya di sofa, dia memijat keningnya yang sedikit pusing, dia teringat dengan Rama yang terus menatap istrinya..


Biyanka keluar kamar mandi dan sama sekali tidak menatap Tian, Dia menyisir rambutnya tanpa menghiraukan Tian yang terus menatapnya..


Biyanka merasa kesal dengan sikap Tian yang menurutnya terlalu berlebihan..