
Lona terus tersenyum senang melihat kebahagiaan Lio, bahkan sebenarnya Lona sudah sangat menyukai Sasya dari pertama bertemu karena bukan hanya cantik Sasya pun baik dan sudah dianggap sebagai kayaknya sendiri.
Lona masuk ke dalam kamarnya dengan wajah yang masih terus tersenyum, Zicko mengernyitkan kening melihat istrinya yang senyum senyum sendiri.
" Sayang, Kamu kenapa senyum senyum sendiri sih " Ucap Zicko heran
Lona menatap Zicko dengan wajah yang masih tersenyum,,
" Kakak tau gak kalau Abang dan Kak Sasya sudah jadian "
" Jadian, ,, Maksud kamu Mereka pacaran"
" Ya Kak,, tadi aku Lihat Abang nyatain perasaannya sama Kak Sasya dan Kak Sasya pun ternyata memiliki perasaan yang sama "
" Bagus dong Yang,, Lagian mereka juga cocok "
" Aku seneng Kak lihat Abang bahagia dan bisa menemukan cintanya karena selama ini Abang selalu jaga dan melindunginya Aku "
Zicko menggenggam tangan Lona yang wajahnya berubah sedih,, dia tau jika selama ini Lona sangat dekat dengan Lio Abangnya dan dari kecil Lio selalu menjaga dan melindunginya.
" Sudah waktunya Abang mengejar cintanya Sayang,, Lagian sekarang kamu sudah ada Aku yang jaga kamu juga anak kita "
Lona menatap Zilo yang terlelap di dalam Box, dia pun tersenyum.
Zicko Benar, selama mereka dekat Zicko memang selalu menjaganya seperti menggantikan posisi Lio selama Lio kuliah dan tinggal di Bandung.
" Makasih ya Kak, Kamu udah melindungi aku selama ini "
Zicko tersenyum dan memeluk Lona, tanpa Lona meminta pun dirinya akan selalu ada bahkan akan selalu menjaganya.
Zicko sangat mencintai Lona melebihi apa pun dan dia akan melakukan segala sesuatu untuk terus melindunginya.
-
Lio terus menggenggam tangan Sasya dan mereka masih duduk di kursi taman menikmati senja di sana.
Tidak ada ucapan, obrolan apa pun dan mereka hanya terus menikmati kebersamaan dengan status baru mereka.
Rasanya seperti mimpi, Sasya bisa memiliki seseorang yang selalu ada dan selalu melindungi dan membantu nya.
Lio menatap Sasya dan tersenyum,,
Hatinya sedang berbunga bunga setelah tau jika wanita yang di cintainya memiliki perasaan yang sama dengannya.
Namun tiba tiba ponsel Sasya berdering,,
Sasya langsung menatapnya dan Terlihat nama Candra pada layar ponselnya, jangan di tanya bagaiman wajah Lio sekarang wajahnya berubah menjadi sangat kesal.
Sasya menghela napasnya dia tau jika Lio tidak suka dan dia pun tidak mengangkat telponnya bahkan dia langsung menonaktifkan ponselnya.
" Kenapa gak diangkat " Ucap Lio tanpa menatapnya
" Karena gue tau kalau Pacar gue ini gak suka kalau gue deket dengan cowok lain " Ucap Sasya
Lio menoleh dan Sasya langsung tersenyum,,
Lio tersenyum dan Sasya langsung menyenderkan kepalanya pada bahu kekar kekasihnya.
Lio mengusap kepalanya dan mengecupnya, ,
" Makasih ya,, " Ucap Lio dan Sasya mengangguk
" Kita masuk yuk,, Mau hujan nanti Kamu sakit" Lanjutnya
Sasya langsung beranjak dan menatap Lio, dia kaget dengan ucapan Lio kepadanya..
Lio tersenyum seperti tau apa yang di pikirkan kekasihnya itu.
" Mulai sekarang Jangan lagi panggil Loe, gue karena status kita yang sudah menjadi kekasih " Ucap Lio
" Iya Gu- Em,, Maksudnya aku setuju " Ucap Sasya gugup
Lio mengangguk dan menggandeng tangan Sasya berjalan masuk karena memang cuaca sudah gelap seperti akan turun hujan.