Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
DUA BAHASA


Pagi ini semua laki-laki dikeluarga tuan Baskara sedang berkumpul di teras depan rumah setelah mereka kembali dari masjid untuk melakukan shalat subuh berjamaah.


Mereka tidak langsung masuk kedalam rumah, melainkan duduk-duduk diteras depan rumah untuk sekedar berbincang-bincang.Reno yang masih terhitung baru menjadi bagian dari keluarga tuan Baskara dapat menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan cepat.


Sementara para wanita dikeluarga tuan baskara sedang sibuk didapur untuk mempersiapkan sarapan pagi.Ada yang sedang menggoreng, memotong-motong sayuran,membuat kopi dan teh, serta ada yang bertugas menyapu dan mengelap meja.


Aruni yang bertugas mengantarkan kopi dan teh ke teras rumah nya untuk para laki-laki.Aruni membawa baki berisi cangkir kopi dan juga teh. Sesuai request para lelaki tersebut.


Aruni menaruh satu persatu cangkir yang iya bawa kehadapan para laki-laki keluarga tuan Baskara.


Para laki-laki itu masih sibuk berbincang-bincang. Banyak hal yang mereka bicarakan muali dari pekerjaan,hobby,sampai menggoda Reno sang pengantin baru.


...


Sementara di kediaman tuan Herlambang pun sedang ramai,karena masih ada kakek dan nenek serta om dan tante Reno dari Korea.Mereka masih berada dikediaman tuan Herlambang karena memang masih ingin melepas Rindu.


"Nae sonjaga oneul onda(Apakah cucu ku akan datang hari ini)?" tanya Nenek Reno pada tuan Herlambang dalam bahasa korea.


"Mullon geuneun oneul ogilo yagsoghaessda(Tentu, dia sudah berjanji akan datang hari ini)." jawab Tuan Herlambang dengan bahasa korea pula.


"Halmeoni jogeumman cham-euseyo bunmyeong olgeoeyo(Nenek sabar sedikit mereka pasti akan datang)." ucap Kakek Reno dalam bahasa korea pula.


"Joh-a, naneun cham-eulseong issge geudeul-eul gidalil geos-ida(baiklah,aku akan sabar menunggu mereka)." ucap Nenek Reno.


...


Sementara di kediaman tuan Baskara,seluruh keluarga tengah menikmati sarapan mereka di meja makan.


Tampak suasana begitu hangat dan tenang. Tidak ada yang berbicara saat mereka sedang menyantap sarapan.


Selesai sarapan semua nya kembali ke kegiatan nya masing - masing.Pagi ini tante dan om Aruni pun pamit untuk pulang.


Setelah mengantar om dan tante nya sampai halaman, Aruni dan Reno langsung kembali kekamar mereka.


"Mas,kita jadi kerumah mama?" tanya Aruni pada suami nya yang tengah duduk diatas ranjang.


"Iya jadi." ucap Reno sambil memainkan ponsel nya.


"Ya udah mas Reno keluar dulu sana.Aku mau ganti baju."


"Iya." ucap Reno pasrah sambil melangkahkan kaki nya keluar kamar.


Tak berapa lama Aruni pun keluar dari kamar nya.


Dia kemudian berjalan menuju ruang keluarga untuk menemui suami nya.


"Ayo mas." ucap Aruni pada Reno.


"Oh,sudah?" tanya Reno dan hanya dijawab anggukan kepala oleh Aruni.


"Kalian mau kemana?" tanya ibu.


"Mas Reno ngajakin kerumah mama,bu." ucap Aruni.


"Ooh,ya sudah salam ya untuk mama dan papa." ucap Ibu.


"Iya bu." ucap Aruni. " Ya udah Runi sama mas Reno jalan ya bu,yah.Assalamualaikum." ucap Aruni sambil mengecup punggung tangan kedua orang tua nya.


Begitu pula dengan Reno.Dia pun melakukan hal yang sama dengan Aruni.


"Waalaikumsalam." jawab Ibu dan ayah secara bersamaan.


Reno dan Aruni pun sudah berada didalam mobil. Reno tengah mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang.


"Mas,kita bawa apa kerumah mama?" tanya Aruni sambil menatap suami nya itu.


"Ga perlu bawa apa-apa.Disana lagi banyak keluarga saya." ucap Reno sambil fokus menyetir.


"Oh,iya mas." ucap Aruni patuh. "Mas kok aku jadi deg-degan gini nya mau kerumah kamu."


"Deg-degan kenapa?"


"Ga tau,jadi gugup aja."


"Ga usah gugup.Kan ada saya." ucap Reno sambil menggenggam tangan Aruni dan mengecup nya.


Aruni yang menerima perlakuan seperti itu lantas hanya bisa tersenyum dan menganggukan kepala.


Hampir satu jam kemudian mobil Reno telah memasuki kawasa perumahan elite kediaman tuan Herlambang.


Kemudian mobil Reno pun memasuki gerbang utama rumah besat tuan Herlambang. Disana sudah ada para pelayan yang berjajar menyambut kedatangan mereka berdua.


"Selamat datang tuan dan nona." ucap pak Leman saat Reno dan Aruni sampai di pintu utama.


Reno dan Aruni pun hanya mengganggukan kepala sambil tersenyum sebagai jawaban sapaan pak Leman.


Reno dan Aruni pun memasuki rumah mewah tersebut.Reno terus menggenggam tangan Aruni. Dia membawa istrinya masuk kedalam rumah nya.


"Hai,kalian sudah sampai?Sini-sini." ucap mama Reno ketika melihat anak dan menantu kesayangan nya.


"Assalamualaikum,ma." ucap Aruni ketika mencium punggung tangan mama mertua nya itu.


"Waalaikumsalam sayang." jawab mama Reno senang. "Sini sayang,ini ada nenek dan kakek Reno.Kemarin mereka kembali kerumah duluan karena merasa kurang enak badan." ucap mama sambil menggengam tangan menantu nya itu.


"Geuneun nae sawiui sonjaibnikka(Apakah dia cucu menantu ku)?"tanya Nenek Reno.


"Geulae halmeonineun nae anaeya(Iya Nek,dia adalah istri ku)." jawab Reno bangga.


"Geunyeoneun cheonsa gatda(Dia seperti bidadari)." ucap nenek Reno sambil tersenyum.


"Geuge sasil-iya?(Benarkah)?" tanya Reno sambil tersenyu.


"Hwagsilhan.(Tentu)."Jawab nenek Reno.


Semua anggota keluarga tuan Herlambang nampak sangat bergembira,mereka berbincang dengan dua bahasa berbeda.Aruni tampak begitu menikmati suasana disana.Dia sudah tak secanggung saat baru datang.


Ketika mereka sedang asik bercengkrama,tiba-tiba keempat sahabat Reno datang.Alhasil keadaan dirumah tuan Herlambang semakin ramai.


"Kok kalian tau gue ada disini?" tanya Reno pada keempat sahabat nya.


"Ya tau dong,bau lu kecium soal nya." ucap Dhika dengan gaya banci nya.


"Eh bencong,mana ada gue bau! gue tuh wangi tau." ucap Reno sambil menempelkan wajah Dhika pada ketiak nya.


"Uweeeek..."Dhika sambil berpura-pura muntah.


"Eh,udah-udah.Apa-apaan sih kalian." ucap Vero melerai."Ren,mana si bola bekel?" tanya Vero kemudian.


"Ada didalam,lagi ngobrol sama halmeoni sama mama juga." ucap Reno.


"Gue boleh masuk ga,gue males sama kalian disini, berisik." ucap Vero


"Dih,yang biasa nya berisik tuh lu ya." ucap Dhika kesal.


"Ya udah sana lu didalam aja,cewek-cewek semua kok isi nya." ucap Reno.


Vero pun kemudian masuk keruang keluarga. Dia kemudian menghampiri mama nya Reno,halmeoni, dan Aruni yang sedang berbincang-bincang di ruang keluarga.


"Halmeoni annyeonghasibnikka(Hallo nenek apa kabar)?" sapa Vero pada nenek Reno.


"Nae salanghaneun belonika(Veronica kesayangan ku)." ucap halmeoni sambil memeluk Vero.


"Naneun joh-eun halmeoni(Aku baik nek)." ucap Vero sambil membelai tangan halmeoni.


"O gamsahabnida.(Oh,syukurlah)."ucap halmeoni.


Vero,halmeoni,dan mama Reno mengobrol dalam bahasa korea.Dan itu membuat Aruni yang tak mengerti bahasa korea hanya bisa terdiam sambil memerhatikan mereka.


Aruni merasa sangat canggung,berada diantara mereka.Aruni merasa menjadi orang paling bodoh karena tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.Mereka bertiga asik berbincang-bincang dengan menggunakan bahasa korea yang Aruni sama sekali tidak mengerti.


Mereka tidak ada yang mengajak Aruni untuk mengobrol.Aruni merasa diasingkan.Dia merasa tidak dianggap.


'Yaallah,kok aku jadi kesel ya.Apa karena aku ga ngerti bahasa mereka.' ucap Aruni dalam hati. 'Astagfirllahaladzim.' lagi-lagi Aruni berucap dalam hati.


Cukup lama mereka berbincang-bincang dengan menggunakan bahasa korea.Dan Aruni masih setia mendengarkan nya walaupun ia sendiri tidak mengerti apa yang mereka ucap kan.


"Emm..maaf saya permisi ketoilet." ucap Aruni memberanikan diri untuk berbicara.


"Oh,iya sayang.Pakai kamar madi dikamar Reno aja ya." ucap mama Reno.


"Iya ma,aku permisi ketoilet dulu ya." ucap Aruni sambil beranjak meninggalkan tempat itu.


Aruni tak benar-benar ketoilet dia berjalan menuju belakang rumah.Disana terdapat sebuah taman yang sangat indah dengan sebuah gazebo yang tampak sangat nyaman.


Aruni berjalan menuju gazebo tersebut,kemudian dia duduk disana sambil menatap indah nya bunga-bunga yang sedang bermekaran.


Entah apa yang sedang dipikirkan oleh Aruni.Dia tampak murung.Sesekali tampak Aruni menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan.


Aruni pun tampak mengusap air mata nya. Mungkin dia merasa sedih saat ini.Aruni nampak sedang mengusap pipi nya dengan tissue yang ia bawa didalam tas nya.


Dari kejauhan hal-abeoji(kakek Reno ) sedang mengamati Aruni. Dia sengaja tidak menyapa cucu menantu nya itu.Hal-abeoji kemudian masuk kedalam rumah.Dia kemudian menuju ruang keluarga.Tampak halmeoni,menantu nya dan juga Vero sedang berbincang masih menggunakan bahasa korean. Hal-abeoji seperti nya mengerti apa yang terjadi pada Aruni.Dia menggelengkan kepala sambil terus menatap ketiga orang yang sedang asik berbincang.


Hal-abeoji,kemudian berjalan menuju Ruang tamu.Dia melihat Reno dan teman-teman nya sedang berbincang juga.


"Nae sonja(Cucu ku)." panggil hal-abeoji pada Reno.


"Ne hal-abeoji(Iya kek)." ucap Reno sambil menghampiri hal-abeoji.


"Anaeege deo manh-eun gwansim-eul giul-isibsio (Coba kau lebih perhatian lagi kepada istri mu)."


"Museun il-iya hal-abeoji(Memang nya kenapa kek)?."


"Paemillilum-eul jinamyeo dwisjeong-won-eulo geol-eogabomyeon dab-eul al su iss-eul geos-ibnida(Coba kau berjalan ketaman belakang sambil melewati ruang keluarga dan kau akan mengerti jawaban nya)."


"Al-***-eo hal-abeoji(Baik kek)." ucap Reno.


Hal-abeoji pun kemudian pergi meninggalkan Reno yang tampak masih bingung.


"Bro gue tinggal sebentar ya?" Ucap Reno pada ketiga sahabat nya.


"Santai bro."jawab Alvin


Kemudian Reno pun beranjak dari tempat nya.Dia mengikuti semua ucapan kakek nya,dia berjalan melewati ruang keluarga dan dia mendapati Nenek,ibu dan Vero tengah asik mencicipi disert sambil terus berbicara menggunakan bahasa korea.


Reno mulai mengerti dengan ucapan kakek nya. Dia kemudian melangkahkan kaki nya menuju taman belakang sesuai dengan apa yang dilerintahkan kakek nya.


Sesampainya Reno ditaman belakang dia melihat Aruni tengah mengobrol dengan salah seorang pelayan dirumah itu. Reno kemudian menghampiri Aruni.


"Run." ucap Reno ketika sudah berada didekat Aruni.


Sang pelayan pun kemudian menjauh seraya membungkuk untuk pergi dari tempat itu. Reno kemudian duduk disamping Aruni.


"Kamu ngapain disini?" tanya Reno pelan.


"Ah,tadi aku dari toilet mas,terus ga sengaja liat bunga-bunga disini cantik banget.Yaudah deh sekalian aja aku ngadem disini." ucap Aruni berbohong sambil berusaha tersenyum.


"Ya udah masuk yuk." ajak Ren.


"Iya mas."


Kemudian Reno dan Aruni pun meninggalkan taman.


next bab ya..😊