
Aruni tak mempedulikan teriakan Natasya.Dia terus saja berjalan menuju pintu karyawan rumah sakit.Aruni enggan berurusan dengan Natasya.
"Run,lu kenapa kok kaya orang abis lari maraton, sampe keringetan gitu." tanya Ines ketika melihat Aruni yang baru masuk loker.
"Huft." Aruni menghembuskan kasar nafas nya. "Ga apa-apa Nes." jawab Aruni pelan.
Aruni dan Ines meninggalkan loker bersamaan. Mereka berjalan menyusuri korodor rumah sakit menuju tempat mereka masing-masing.
"Run tunggu." ucap Ines sambil menarik tangan Aruni. "Gue curiga ni lu lagi ada masalah,ada apa? cerita sama gue." ucap Ines.
"Ines." ucap Aruni sambil memeluk sahabat nya.
"Eh,kenapa?Kok jadi nangis?sini-sini kita ke toilet dulu." ajak Ines pada sahabat nya itu.
Aruni dan Ines pun berjalan menuju toilet.Dan di dalam toilet Aruni masih saja terus menangis.
"Run,ni lap dulu air mata nya."ucap Ines sambil nenyodorkan tissue yang ia bawa.
Aruni pun mengambil tissue yang diberikan oleh Ines.Dan digunakan nya untuk mengelap air mata nya yang membasahi pipi nya.
"Run,lu kenapa?lagi ada masalah sama suami lu ya?" tanya Ines pelan.
Aruni hanya menggelengkan kepala nya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
"Terus,lu kenapa nangis?"tanya Ines Ragu-ragu.
"Tadi pas gue diparkiran,gue ketemu sama istri nya Ari."jawab Aruni sambil berlinang air mata.
"Istri nya Ari?Ari yang mantan pacar lu itu?" tanya Ines kaget.
"Iya Nes.Dia datang nemuin gue,dia minta gue buat bebasin Ari dari penjara."
"Terus lu mau?"
"Ya engga lah Nes,lagi pula itu kan urusan nya mas Reno,bukan gue yang bikin Ari dipenjara.Gue ga bisa berbuat apa-apa."
"Terus kalau yang masukin Ari kepenjara itu elu,apa lu akan bantu dia keluar dari penjara?"
"Ya enggalah Nes,gue sama mas Reno udah sepakat akan memperkarakan kasus ini sampai tuntas.Tapi satu sisi gue kasian sama istri nya Ari."
"Kasian kenapa?"
"Kasian deh Nes,istri nya Ari itu lagi hamil.Kira-kira tujuh sampai delapan bulanan.Sebagai sesama perempuan gue ngerasa ga tega Nes. Disaat sedang hamil dia ga didampingin sama suami nya."
"Iya sih,tapi kan itu emang salah suami nya dia sendiri Run.Sekarang kalau lu minta suami lu bebasin si Ari.Emang nya bakal ada jaminan tuh si Ari ga akan ngeganggu hidup lu lagi?"
"Iya engga sih Nes,maka nya gue bingung banget, satu sisi gue kasian sama istrinya Ari,satu sisi lagi gue benci banget sama si Ari."
"Ya udah sekarang gini aja.Nanti pulang kerja lu cerita aja sama suami lu.Siapa tau dia punya solusi dari masalah ini."
"Iya Nes."
"Ya udah jangan sedih lagi.Jelek tau kalau lu lagi sedih."
"Ah,Ines."
"Ya maka nya senyum."
"Hehehe.."
"Nah gitu dong."
"Makasih ya Nes.Lu udah mau dengerin gue." ucap Aruni sambil memeluk Ines.
"Iya,udah ah jangan peluk-peluk mulu.Lu ga inget dulu kita pernah digosipin lesbi gara-gara sering pelukan."
"Hahahaha..Iya gue inget."
"Iya udah sekarang kita kerja yuk dah siang."
"Iya."
Aruni dan Ines pun keluar dari toilet dan melanjutkan aktivitas bekerja nya.
...
Sementara di tempat lain Natasya sudah ada dinpelataran parkir kantor polisi tempat Ari ditahan.Natasya memang berniat untuk menjenguk Ari.Karena sudah beberapa hari belakangan dia tidak menjenguk suami nya di penjara.
"Ngapai lu kesini pagi-pagi?!" ucap Ari saat melihat Natasya di hadapan nya.
"Sayang,kok kamu ngomong nya gitu sih?" ucap Natasya sambil memegangi tangan suami nya. "Aku kesini bawa permintaan kamu." bisik Natasya di telinga Ari,sambil memberikan kotak makanan yang ia bawa.
Karena sebelum nya Ari telah meminta pada Natasya untuk membawakan nya sebuah ponsel jadul,untuk nya berkomunikasi dengan teman-teman nya diluar sana.
Natasya yang memang seorang wanita yang sangat polos.Hanya bisa menuruti kemauan suami nya yang sangat ia cintai itu.Ponsel itu di selipkan diantara makanan yang ia bawa.Sehingga pada saat diperiksa oleh polisi yang berjaga tidak terlihat.
Ari hanya terdiam,dia mengerti apa maksud dari perkaan istri nya itu.
"Sayang jangan lupa dimakan ya nanti makanan nya.Aku sudah masak yang spesial untuk kamu." ucap Natasya sambil menyandarkan kepala nya di pundak Ari.
"Iya." jawab Ari singakat. "Inget,lu jangan macem-macem diluaran.Jangan ngomong kesiapa pun tentang apa yang gue minta sama lu." bisik Ari sambil memegangi tengkuk Natasya layak nya orang yang tengah berciuman.
"Lu harus ikutin setiap ucapan gue,kalau lu mau gue tetep jadi suami lu!" ucap Ari ketus tapi sedikit berbisik.
"Pasti sayang,aku akan turuti semua kemauan kamu." ucap Natasya sambil memegang pipi suami nya.
"Good girl." ucap Ari sambil mengusap pucuk kepala Natasya.
"Maaf,ibu waktu kunjugan sudah habis." ucap seorang petugas kepoliasian.
"Oh,iya pak.Sebentar ya saya pamit dulu sama suami saya." ucap Natasya pelan.
"Baik bu,lima menit ya bu." ucap petugas sambil berlalu meninggalkan Ari dan Natasya.
"Sayang aku pulang dulu ya.Besok aku kesini lagi ya?" ucap Natasya sambil menggenggam tangan Ari.
"Iya,kamu hati-hati ya." jawab Ari sambil mencium kening istri nya.
"Iya sayang.Bye." ucap Natasya yang langsung beranjak dari duduk nya
"Hem..Dasar cewek bego." ucap Ari sambil menyeringai.
...
Sementara di tempat lain Reno tengah sibuk dengan pekerjaan nya karena hampir tiga hari di tinggal cuti oleh nya.
Reno tampak sangat berwibawa dengan tunpukan pekerjaan nya itu.
Tok..tok..tok..
Tiba-tiba pintu ruangan Reno ada yang mengetuk.
"Masuk." ucap Reno dari dalam ruangan nya.
Kemudian pintu ruangan Reno pun terbuka dan ternyata yang masuk adalah Ali dan seorang pria tampan.
"Permisi tuan,tamu nya sudah datang." ucap Ali ketika memasuki Ruangan.
Reno pun sontak mendongakkan kepala nya untuk melihat siapa yang datang.
"Dennis..Apa kabar." ucap Reno sambil memeluk tamu nya yang datang.
"Kabar baik sob,bagai mana kabar lu?" tanya Dennis.
"Kabar baik gue.Duduk-duduk." ucap Reno sambil mempersilahkan tamu nya untuk duduk.
Dannis adalah salah seorang sahabat Reno.Dia merupakan seorang dokter spesialis penyakit jantung yang hebat diluar negri.
Saat ini Reno meminta Dennis untuk menjadi Direktur Utama di rumah sakit milik keluarga Herlambang.Awal nya Dennis menolak tawaran itu.Namun karena Reno terus memohon dengan cara memaksa nya akhir nya Dennis luluh juga.
"Sori sob,gue kemaren ga bisa datang diacara nikahan lu." ucap Dennis.
"Ga masalah Den,masih ada satu rangkaian acara lagi.Jadi lu masih bisa hadir ."
"Oh iya.Okeh kalau begitu." Jawab Dennis sambil tersenyum
"Oh iya lu mau minum apa?" tanya Reno pelan.
"Ga usah repot -repot.Cukup kopi hitam pahit aja." jawab Dennis sambil tertawa.
"Hahahhaa..masih aja ya lu,minum kopi pahit kaya mbah dukun." jawab Reno sambil tertawa. "Al tolong minta Ob untuk buat kopi pahit Al." perintah Reno pada Ali.
" Baik tuan." jawab Ali patuh.
"Den,lu dah setuju sama tawaran gue.Dan gue harap lu bisa bekerja dengan baik,gue ga akan memberi lu keistimewaan selama bekerja.Lu sama seperti karyawan lain,tidak ada keistimewaan." ucap Reno panjang lebar.
"Tenang Ren,gue ga akan mencampurkan masalah pekerjaan dengan masalah pribadi." ucap Dennis sambil tersenyum.
"Oke good." jawab Reno sambil tersenyum pula.
"By the way,lu nikah sama orang lain.Terus hubungan lu sama Vero bagai mana?"
"Gue sama Vero ga ada hubungan apa-apan,just friends."
"Tapi di cinta sama lu."
"Heh,tau dari mana lu?"
"Itu udah bukan rahasia sob,lu aja yang ga peka."
"Biarin aja gue ga peka,tapi gue tahu lu suka sama Vero kan?"
"Akh,b****s** lu." ucap Dennis sambil melempar Reno dengan kertas yang ada di atas meja.
Dan mereka berdua tertawa bersam.
Reno dan Dennis sudah berteman lama,mereka adalah teman dari semasa Taman kanak-kanak. Namun ketika selesai kuliah strata satu.Dennis melanjutkan kuliah lagi di Inggris.Dan menetap disana sampai sekarang.Namun Karena permintaan Reno yang menginginkan nya untuk mengisi posisi Dirut dirumah sakit milik keluarga Herlambang.Dennis pun kembali ke negara ini untuk bekerja dan mengejar cinta lama nya.
Next bab ya..