Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
KIRIMAN


Reno dan Aruni telah sampai dirumah mereka. Reno yang melihat istrinya masih lemas,langsung menggendong nya turun dari mobil.Aruni yang memang merasa lemas sekali hanya bisa pasrah digendong oleh suami nya.


"Inah,buatin teh manis hangat ya,antar kekamar saya."ucap Reno saat bertemu Inah di ruang tengah.


"Baik tuan." jawab Inah paruh.


Reno kemudian melangkahkan kaki nya kedalam lift rumah nya,untuk menuju kamar mereka dilantai tiga.


Sesampai nya didalam kamar Reno menurunkan Aruni diatas ranjang nya dengan sangat hati-hati.


"Sayang,kamu mau makan lagi?"sambil mengusap kening istri nya.


"Engga deh mas,aku pusing banget." jawab Aruni pelan.


"Tok...tok...tok.." tiba-tiba terdengar pintu kamar mereka yang diketuk dari luar.


"Sebentar ya saya buka pintu dulu." ucap Reno sambil mengecup kening istri nya.


Aruni menjawab dengan senyuman dan anggukan kepala.


Reno kemudian berjalan untuk membuka pintu.


"Tuan teh manis nya." ucap Inah saat Reno membuka pintu.


"Iya terimakasih ya."jawab Reno sambil menerima nampan berisi segelas teh manis hangat.


"Iya tuan,ada lagi yang perlu Inah bantu tuan?" tanya Inah sopan.


"Cukup Nah,nanti kalau saya butuh bantuan saya panggil ya." ucap Reno sambil memasuki kamar nya.


Reno membawa nampan berisi teh manis hangat itu hadapan istri nya.


"Sayang diminum dulu ya teh manis nya.Supaya kamu ga lemes." ucap Reno lembut.


"Iya mas."jawab Aruni sambil menganggukan kepal nya.


Reno kemudian membantu istri nya untuk meminum teh manis hangat itu.


Selesai meminum teh manis itu Aruni kembali merebahkan tubuh nya diatas kasur.


"Sayang kamu minum vitamin yang dikasih dokter ya."


"Iya mas."jawab Aruni patuh.


Reno kemudian membuka bungkus vitamin khusus ibu hamil yang diberikan oleh dokter kandungan yang memeriksa Aruni beberapa waktu lalu.


Selesai meminum semua vitamin yang diberikan dokter,Aruni kembali keposisi awal yakni tiduran.


Reno kemudian membantu menyelimuti tubuh Aruni dengan selimut.


"Saya kebawah sebentar ya."


"Mau ngapain?"


"Mau minta tolong sama bu Sri buat siapin jamuan untuk nanti malam."


"Tapi jangan lama-lama ya mas."


"Iya,kamu istirahat ya." ucap Reno sambil mengecup kening istri nya.Dan Aruni hanya menggangguk pelan sambil tersenyum.


Reno pun beranjak dari tempat tidur nya.Dia keluar dari kamar nya dan menuju kelantai dasar untuk menemui pak Yus.


Reno memang ingin mencari pak Yus,sebab pagi tadi, pada saat Reno dan Aruni sedang di taman kota pak Yus mengirim kan pesan singkat pada Reno.Bahwa ada kiriman yang dialamatkan untuk dirinya.


Reno sengaja tidak memberi tahu Aruni,karena dia tidak ingin istri nya memikirkan hal-hal yang nanti nya akan berdampak buruk pada kondisi kesehatan istri dan juga calon buah hati mereka.


Reno sudah sampai dilantai dasar,dia tidak menemukan pak Yus,Reno segera meraih ponsel nya untuk menghubungi pak Yus.Reno mengucapkan beberapa kata lewat sambungan telepon kepada pak Yus.


Reno kemudian berjalan menuju ruang kerja nya di lantai dua.Reno membuka rekaman cctv rumah nya dari laptop nya.Dia ingin melihat siapa saja yang sudah mengunjungi rumah nya.


Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar dari luar.


"Masuk." Ucap Reno dari dalam ruang kerja nya.


"Maaf tuan,saya tadi kebetulan sedang membersihkan kolam." ucap pak Yus dengan membawa sebuah kotak yang lumayan besar.


"Iya pak,mana barang nya?" tanya Reno datar.


"Ini tuan." jawab pak Yus sambil meletakan kotak itu diatas meja kerja Reno.


"Tahu siapa pengirim nya?"


"Maaf tuan,saya tidak melihat wajah si pengirim. Sebab dia menggunakan masker,topi dan kaca mata hitam.Saat saya menanyai nama pengirim nya dia hanya bialang kalau tuan pasti tahu siapa pengirim nya."


Reno kemudian berdiri dari duduk nya,dia memeriksa kotak bingkisan itu,dia membolak balikan kotak itu untuk mencari tahu siap pengirim nya.Namun Reno tak menemukan apa pun dari bungkusan kotak itu.Reno kemudian membuka kotak bingkisan itu.


Dan saat kotak itu di buka,betapa terkejutnya Reno.Dia melihat sebuah foto,yang dimana terdapat wajah Aruni dan Ari yang sedang bergandengan,dan sebuah kertas yang berisi print percakapan pesan singkat dari ponsel.


Dalam print percakapan itu terdapat kata-kata romantis yang dikirim Ari untuk Aruni.


Dalam kotak itu juga ada sebuah surat,yang isi nya adalah :


"Ini baru permulaan,gue akan ambil lagi apa yang sudah lu ambil dari gue.Karena sumua itu milik gue."


Kira-kira begitulah isi surat yang dikirimkan pengirim misterius itu kepada Reno.


Reno langsung meremas surat itu dan memasukan nya kembali kedalam kotak itu.


"Saya minta simpan baik-baik semua ini.Saya ga mau kalau istri saya sampai tahu masalah ini." Ucap Reno tegas.


"Baik tuan,saya akan urus semua nya." jawab pak Yus.


"Satu lagi,perintahkan pada semua nya,jika ada paket apa pun tolong di hold dulu.Jangan sampai masuk kedalam rumah sebelum saya beri ijin. Ingat paket apapun itu!" ucap Reno tegas.


"Baik tuan."


"Perintahkan juga untuk perketat penjagaan, terutama untuk istri saya."


"Siap tuan."


"Iya,sialahakan pak Yus keluar."


"Baik tuan." ucap Pak Yus sambil melangakahkan kaki nya keluar.


Reno pun kemudian menghubungi Ali,dia menceritakan mengenai paket itu kepada Ali. Dia meminta Ali untuk menyelidiki nya.


Setelah menelepon Ali,Reno terlihat menghubungi seseorang untuk datang membawa rujak serut pesanan istri nya.


Setelah Reno selesai menelepon,di keluar dari ruang kerja nya dan mencari bu Sri untuk memastikan kalau semua persiapan untuk mengundang keluarga besar mereka berjalan lancar.


Reno dan Aruni memang akan mengundang banyak orang malam ini.Mulai dari keluarga besar masing-masing dan juga para sahabat,untuk mengumumkan kehamilan Aruni.


"Bu Sri,nanti tolong buatin bubur kacang hijau ya ,buat Aruni." ucap Reno pada bu Sri.


"Baik tuan,ada lagi tuan?" tanya bu Sri sopan.


"Selebih nya ikutin yang sudah di arahin sama Aruni ya bu."jawab Reno


Reno pun kemudian kembali kekamar nya.Dia mendapati istri nya sedang tertidur pulas. Reno mendekati istri nya,dia membelai lembut pipi istri nya dan mencium kening istri nya.Reno pun tertidur disamping istri nya.


Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul empat sore.Aruni pun terbangun karena mendengar suara ketukkan pintu kamar nya dari luar.


Aruni yang melihat Reno sedang memeluk nya,langsung tersenyum sambil mengecup singkat pipi suami nya,dan kemudian dia memindahkan tangan suami nya itu dari atas perut nya dengan hati-hati.Karena dia tidak ingin membangunkan suami nya.


Aruni menuruni tempat tidur nya dengan sangat hati-hati.Agar tidak menimbulkan suara,karena ia tidak ingin membangunkan suami nya.


Aruni berjalan menuju pintu kamar nya untuk membuka nya.


"Iya sebentar." ucap Aruni pelan sambil membuka pintu.


"Hi,kakak ipar.Apa kabar?" ucap sipengetuk pintu yang tak lain adalah Dhika.


"Hi,juga Dhika.Alhamdulillah aku baik,ada apa Dhik?" jawab Aruni ramah.


"Kemana si beringin tua kak?" tanya Dhika sambil menyembulkan kepala nya kedalam kamar.


"Tuh lagi tidur." jawab Aruni sambil menunjuk kearah ranjang dan tersenyum.


"Enak banget dia jam segini belum bangun!Oh iya ni aku bawain spesial buat kakak ipar."ucap Dhika sambil menunjukan sebuah bungkusan plastik yang ia bawa.


"Apaan nih?" tanya Aruni antusias.


"Rujak serut mang ujang.Hahahahahaha." jawab Dhika sambil tertawa.


"Rujak serut,wah mau dong." ucap Aruni sambil tersenyum.


"Nih." ucap Dhika sambil menyerahkan bungkusan plastik nya.


"Wah,terimakasih banyak ya." ucap Aruni senang,sambil menerima bungkusan rujak serut yang di berika oleh Dhika. "Oh,iya.Kita makan sama-sama yuk rujak nya." ucap Aruni sambil menarik tangan Dhika menuju meja makan.


"Ayo,kebetulan belum pernah makan yang nama nya rujak serut." ucap Dhika sambil mengikuti langkah Aruni.


Aruni dan Dhika pun sampai di ruang makan,Aruni yang sangat menginginkan rujak serut,langsung membuka kemasan rujak serut yang dibawa oleh Dhika.


Aruni sudah membuka kemasan rujak nya dan dia hanya menatap rujak serut itu sambil tersenyum tanpa memakan nya.


"Eh,kakak ipar.Kenapa cuma diliatin doang rujak nya?" ucap Dhika yang gemas melihat tingkah Aruni.


"Sebentar ya Dhik,aku panggil mas Reno dulu.Biar kita makan nya bareng-bareng." ucap Aruni sambil tersenyum.


"Lah tadi kata nya ga mau bangunin kakak pertama.Sekarang mau di panggil,hadeh jadi bingung hayati." ucap Dhika sambil menepuk jidad nya.


"Udah kamu tunggu sebentar ya.Aku panggil mas Reno dulu." Ucap Aruni sambil berjalan menuju lift rumah nya untuk sampai ke lantai 3 tempat kamar nya.


Sesampai nya di kamar,Aruni melihat sang suami baru saja selesai melakukan ibadah shalat ashar.


"Mas." sapa Aruni sambil mendekati suami nya.


"Iya sayang." jawab Reno sambil mengecup kening istri nya.


"Mas,ada Dhika dibawah." ucap Aruni sambil menggayut manja pada suami nya.


"Oh sudah datang dia.Dia bawa rujak ga?"


"Iya dibawain rujak nya,maka nya aku kesini mau panggil kamu."


"Ya sudah,saya ganti baju dulu sebentar ya."


"Iya,aku juga mau shalat dulu ya."


"Iya."


Tak lama kemudian Reno dan Aruni sudah selesai dengan kewajiban nya masing-masing.


Mereka kemudian menuju ruang makan untuk menemui Dhika.


"Yaelah dua orang ini,ditungguin dari tadi.Akhir nya nongol juga." ucap Dhika dengan suara khas banci nya.


"Iya sorry,lu dah lama?"tanya Reno sambil menarik kursi untuk istri nya.


"Ya lumayanlah,yang jelas sampai kering gue nungguin kalian berdua." ucap Dhika keki.


"Iya,maaf."jawab Reno singkat.


"Sayang ni rujak nya sudah ada,kok ga dimakan?" ucap Reno sambil membuka kemasan rujak serut yang di bawa Dhika.


"Ga ah mas,aku mau nya kamu yang makan rujak nya.Aku cuma nyium bau nya aja udah ga kepen lagi." jawab Aruni pelan.


"Astaga!!!Woi,kakak ipar.Ini rujak gue nyari nya penuh perjuangan lho,melewati banyak rintangan.Sekarang diri mu cuma bilang udah ga kepengen.Situ sehat kan mba?!" ucap Dhika kesal.


"Dhika,lu berani bentak-bentak istri gue lagi. Abis karir lu!!" ucap Reno geram.


"Mas,ga boleh gitu ah." ucap Aruni sambil menggenggam tanagn suami nya. "Dhika maaf ya,aku kepengen rujak nya tadi pagi.Sekarang aku udah ga kepengen,sebagai ganti nya biar mas Reno yang habisin ya." ucap Aruni dengan tampang memelas.


"Ya terserah lah.Kalian pasangan absurd."ucap Dhika sambil menyuap rujak serut yang ia bawa tadi.


"Tuh mas,Dhika aja udah makan rujak nya.Sekarang giliran kamu ya?" ucap Aruni sambil tersenyum.


"Tapi sayang,saya ga suka rujak." jawab Reno pelan.


"Ya udah ga usah di makan." jawab Aruni sambil berdiri.


"Sayang tunggu."


"Buat apa aku disini,kamu nya aja kaya gitu."


"Ya udah,saya makan rujak nya,jangan ngambek lagi ya." ucap Reno sambil menarik pelan tangan istri nya.


"Hadewwh,seperti nya dunia sudah mau kiamat." ucap Dhika dan langsung mendapat tatapan tajam dari Reno. "Kakak ipar gue pinjem kamar tamu nya ya." ucap Dhika lagi dan langsung kabur menuju kamar tamu.


"Mas,habisin ya rujak nya,aku mau mandi dulu.Takut tamu keburu datang." ucap Aruni sambil melangkah pergi.Sementara Reno menghembuskan nafas nya dengan kasar.


...


Malam hari nya semua keluarga besar masing-masing sudah berkumpul di rumah Reno dan Aruni. Ada papa dan mama Reno,ayah,ibu Aruni,kak Arini dan suami nya.Serta para sahabat Reno,ada Dhika,Seno dan istri nya,Alvin,Vero dan juga Dennis.


Mereka memang sengaja diundang untuk datang kerumah Reno dan Aruni,selain untuk memberikan kabar gembira,mereka juga ingin mengadakan syukuran atas ramah baru mereka.


Mereka semua mengadakan doa bersama yang dipimpin oleh ayah Aruni.


Setelah melakukan doa bersama mereka makan malam bersama.Semua telah dipersiapkan oleh Aruni dan juga Reno.Semua yang datang tampak sangat senang.


Tiba lah saat nya mereka diacara puncang yaitu pengumuman kehamilan Aruni.


"Terimakasih semua nya sudah hadir di rumah kami.Selain untuk syukuran rumah kami,saya beserta istri juga ingin menyampaikan satu berita bahagia lagi." ucap Reno sambil menatap wajah Aruni.Kemudian dia mengambil kotak yang sedari tadi dipegang oleh Aruni. "Berita bahagia nya adalah,alhamdulillah,garis dua." ucap Reno sambil menunjukan sebuah test pack yang bergaris dua,yang menandakan bahwa positif hamil.


"Alhamdulillah." semua nya secara serempak berucap syukur,mereka semua ikut berbahagia atas kehamilan Aruni.


Satu persatu keluarga menyalami Aruni dan juga Reno.


Mereka benar-benar bahagia malam itu.Dengan segala anugrah yang Allah berikan kepada mereka.


next bab ya..