Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 117


Lona merasa takut dengan tatapan Galang yang menatapnya tanpa berkedip bahkan Galang terus mencekeram lengan Lona.


Lona menatap sekeliling yang terlihat sepi karena toilet memang berada di pojok lorong.


Lona berjalan mundur karena Galang terus melangkah maju hingga Lona terbentur tembok.


" Loe mau apa Lang " Ucap Lona ketakutan namun Galang malah tersenyum


Galang mendekatkan wajahnya dengan segera Lona menghindar,,


" Loe Cantik " Ucap Galang tepat di telinga Lona


Lona menunduk ketakutan, dan Galang melepaskan genggamannya..


" Sebenarnya gue cari Loe cuma buat minta Maaf, tapi gue gak nyangka ternyata sekarang Loe cantik Lon,, " Ucap Galang menatap Lona


Lona sama sekali menatap Galang, dia langsung berlari meninggalkan Galang yang terus menatapnya dengan senyuman nya.


" Lama banget Lon " Ucap Meylan


Lona tidak menjawab, dia duduk dengan tangannya memegang pergelangan nya..


Sementara Anisa, dia terus menatap Lona, wajah Lona menjadi pucat berbeda dengan saat sebelum dia ke toilet.


" Lon, Loe gak papa wajah Loe lucat " Ucap Anisa


Lona menggeleng dan tersenyum..


" Gue Gak Papa " Ucap Lona Bohong


Lona memalingkan wajahnya, Dia masih merasa sangat takut bahkan jantungnya terus berdetak kencang saat ini mengingat perlakuan Galang kepadanya.


Namun Anisa, dia terus memandang Lona, dia tau jika telah terjadi sesuatu dengannya di toilet.


-


Jam sudah menunjukan pukul 12 siang, dan ketiga cowok tampan menghampiri para kekasihnya di kantin.


" Kamu gak makan Yang " Ucap Zicko duduk di samping Lona


" Kak,, kita pulang ya " Ucap Lona


Zicko mengernyitkan keningnya namun dia mengangguk dan Lona langsung memeluk lengan Zicko erat.


" Gue dulu an " Ucap Zicko


" Oke hati hati Ko " Jawab Sandi


-


Lona terus memeluk lengan Zicko erat, dia masih merasa takut dengan Galang,,


" Sayang,, Kamu kenapa " Ucap Zicko yang merasa aneh dengan tingkah Lona


" A-Aku gak papa, Kita pulang " Ucap Lona


Zicko masih menurut namun dia merasa aneh, padahal tadi pagi Lona bersikap biasa namun kenapa sekarang sikapnya berubah.


Hingga mereka sudah berada di dalam mobil, Zicko menatap Lona,,


" Apa terjadi sesuatu Yang " Ucap Zicko


Lona menatap Zicko dan langsung memeluknya,,


" Aku takut Kak, " Ucap Lona sambil terisak


Zicko kaget namun dia membalas pelukan Lona untuk menenangkan nya dulu,,


" Jangan takut,, ada Aku di sini Oke " Ucap Zicko mengusap rambut Lona dan mengecupnya.


Setelah cukup lama, Lona melepaskan pelukannya dan Zicko memegang ke dua bahu Lona dengan menatap nya..


" Cerita sama Aku, sebenarnya apa yang terjadi "


Lona terdiam dia menunduk, Namun dia kembali menatap Zicko dengan mata yang masih meneteskan air mata.


" Jangan takut, ada Aku di sini Oke.. Sekarang kamu cerita sama Aku "


" Tadi aku ketemu Galang di toilet "


Zicko menatap Lona, namun pandangannya melihat pergelangan tangan Lona yang lebam,,


" Sayang,, tangan Kamu " Ucap Zicko melihat pergelangan tangan Lona yang merah


" Apa dia yang melakukan semua ini " Lanjutnya dan Lona mengangguk.


Zicko langsung memeluk Lona erat, dia tidak mau Lona melihat jika dirinya emosi, dia tidak mau Lona merasa takut karena sekarang keadaan Lona ketakutan.


" Maafin Aku Yang,, aku gak jaga kamu " Ucap Zicko memeluknya erat


Lona menggeleng dan terus menenggelamkan wajahnya pada dada Zicko memeluknya erat,,


" Kita pulang " Ucap Lona


" Oke kita pulang sekarang, kamu jangan nangis lagi ya, jangan takut Oke " Ucap Zicko mengusap air mata di wajah Lona


Zicko memasangkan sealbet Lona dan dia melajukan mobilnya keluar parkiran,,


Zicko akan mengajak Lona ke suatu tempat untuk menghilang ketakutan Lona dan dia tidak mungkin membawa Lona pulang dalam keadaan seperti ini, Lona masih terlihat syok juga matanya yang masih sangat sembab.


Lona menatap keluar jendela dia menatap jalanan yang sama sekali tidak pernah dia lewati,,


" Kak, kita mau kemana " Ucap Lona


" Nanti kamu bakal tau " Ucap Zicko tersenyum


Lona hanya mengangguk dan menikmatinya,,


Hingga mobil mereka sampai di sebuah bukit, di mana di sana terdapat pedesaan yang sangat asri, banyak petani yang sedang bekerja di sawah.


Walaupun hari sudah siang, namun di sana sama sekali tidak terasa panas bahkan udara masih sangat sejuk.


Zicko mengambil kotak obat di dalam mobilnya untuk mengobati tangan Lona,,


" Kak Zicko mau ngapain " Ucap Lona kaget


" Pergelangan tangan Kamu Yang, biar gak lebab "


" Kamu tahan ya ini sedikit perih "


Zicko mengolesi salep di bagian yang memar dengan sangat pelan agar Lona tidak merasa perih,,


" Perih,,, " Ucap Lona


Zicko menatap Lona dan dia kembali menatap Lukanya, dia pun meniup nya..


Lona tersenyum melihat sikap Zicko yang selalu perhatian dengannya dan dia beruntung memiliki nya..


" Udah Kak " Ucap Lona


Zicko mengangguk dan membereskan kotak obatnya, namun tiba Tiba..


Cup,,


Lona mengecup pipi Zicko dan tersenyum,,


" Love you Kak " Ucap Lona dengan mengangkat tangannya dengan jarinya membentuk love


" Love you too sayang " Ucap Zicko tersenyum


-


Zicko dan Lona keluar mobil, mereka berdiri menatap pemandangan di depannya dengan tangan mereka yang masih saling menggenggam.


" Bagus pemandangan nya Kak " Ucap Lona tersenyum


Zicko menatap Lona yang sudah kembali tersenyum, dia merasa senang Melihat..


" Aku akan membuat kamu selalu bahagia Yang, aku gak mau melihat kamu kembali sedih dan menangis, siapa pun yang membuat kamu menangis aku akan membalasnya "


Zicko semakin erat genggamannya,,


" Kita jalan ke sana " Ucap Zicko dan Lona mengangguk.


Mereka berjalan melewati para petani yang masih sibuk dengan kegiatannya, sesekali diantara mereka menyapanya.