Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 166


Lona terlihat berpikir dan dia langsung menatap suaminya yang tengah fokus menyetir..


" Kak "


" Apa sayang "


" Kak Reno beneran sayang gak sih sama Meymey "


" Kenapa memangnya "


" Ya engga Kak, cuma kan mereka udah pacaran tapi Kak Reno belum kenalin Meylan sama keluarganya "


Zicko menoleh dan kembali menatap lurus,,


" Mungkin ada alasan sendiri Yang, kenapa kamu tiba tiba tanya gitu hem "


" Kasihan Meylan Kak,, dia pasti juga pengin di lamar seperti Anisa "


" Sayang,, Melamar dan menikah butuh proses dan mungkin semua masih Reno pikirkan tapi aku yakin Reno punya rencana itu juga tinggal nunggu waktu aja"


" Iya sih Kak "


" Udah,, gak usah pikirin ya.. Kamu gak ada rencana mau kemana kan " Ucap Zicko dan Lona menggeleng


" Ya Udah temani aku di Cafe ya "


" Oke "


Zicko mengacak rambut Lona dan mereka menuju Brians Cafe.


******


Reno dan Meylan masih berada di kantin namun mereka masih saja terus saling diam sama sekali tidak ada pembicaraan dari mereka.


" Kak "


" Mey "


Ucap mereka serempak,,


" Ladies First " Ucap Reno


" No,, Kakak dulu saja "


Reno menghela napasnya, dia menarik tangan Meylan dan menggenggamnya..


" Mey,, Aku Minta maaf ya belum pernah bawa kamu ke rumah untuk kenalin sama keluargaku, tapi semua itu bukan maksud aku gak serius,, aku serius hubungan sama kamu,, tapi Please kasih aku waktu untuk semua itu Mey,, aku akan bawa kamu untuk bertemu keluargaku "


Meylan menatap Reno yang sangat serius dengan ucapannya bahkan dia tidak sama sekali melihat kebohongan di mata kekasihnya itu.


" Dan untuk melamar,, aku juga perlu waktu semua itu gak mudah butuh proses juga butuh biaya,,


Aku masih belum kerja dan sebenarnya bisa saja aku minta sama kedua orang tuaku buat melamar kamu tapi aku gak mau, aku mau semua dari usaha aku sendiri.


Aku bener serius sama kamu, Aku sayang juga cinta sama kamu "


Meylan terus mendengar ucapan Reno dan tanpa terasa matanya mulai berkaca dan tanpa dia sadari air matanya menetes begitu saja di pipi cubby nya.


" Maaf " Ucap Meylan dengan masih menangis


" Semua bukan salah kamu,, Kamu percaya sama aku kan "


Meylan mengangguk dan Reno tersenyum dia mengusap air matanya yang mengalir di pipi kekasihnya.


" Jangan menangis lagi Oke dan jangan ngambek, aku gak bisa kalo kamu ngambek kayak tadi "


" Kak Reno"


Reno tersenyum,, dia merasa lega bisa mengungkap semua kepada kekasihnya.


" Sekarang kita pulang ya " Ucap Reno dan Meylan mengangguk.


Reno menggenggam tangan Lona dan mereka berjalan menuju parkiran.


Selama berjalan tangan mereka bergandengan erat seakan enggan untuk di pisahkan.


-


Sedangkan Sandi dan Anisa mereka masih berada di jalan, mereka juga bingung akan kemana.


Sandi sengaja mengajak Anisa karena dia ingin Reno dan Meylan menyelesaikan masalah mereka, terkadang Baik Reno ataupun Meylan masih saja bersifat kekanak kanakan.


" Mas,, kita mau kemana sih " Ucap Anisa yang melihat jika Sandi terus berjalan tanpa arah


" Engga tau, aku juga bingung "


" Lah terus kenapa tadi ajak aku pulang, kasihan Meylan dong ditinggal tadi "


" Aku sengaja sayang, maksud aku agar Reno dan Anisa saling terbuka dan ngobrol.


Mereka masih saja bersifat anak anak dan kita biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri "


Anisa mengangguk,,


Sandi benar, selama kenal dengan Meylan Anisa memang bisa menilai jika Meylan masih seperti anak kecil apa lagi Reno yang sifatnya tidak jauh beda dengan Meylan.


" Mas,, Anterin aku pulang aja deh,, kasihan juga Ibu sendiri di rumah "


" Iya sayang "


Sandi melajukan mobilnya menuju rumah Anisa, karena memang mereka sama sekali tidak mempunyai tujuan hari ini dan juga Sandi dia tidak ada kerjaan yang Zicko berikan kepadanya.


Brians Cafe juga Brians Hotel masih bisa di kendalikan oleh beberapa orang di sana dan hanya sesekali Sandi ke sana mengecek semuanya itu pun jika Zicko memintanya.