
Sandi mengantar Anisa pulang ke rumah, hubungan mereka sudah dekat bahkan kini Anisa selalu tersenyum seakan dunianya sangat Indah apa lagi saat bersama Sandi, Sandi selalu berbuat baik kepadanya, selalu menyayangi nya, selalu perhatian kepadanya dan membuat Anisa merasa menjadi wanita spesial.
" Aku pulang dulu ya,, " Ucap Sandi menggenggam kedua tangan Anisa
" Iya, Mas hati hati ya " Ucap Anisa tersenyum
" Tapi gak pulang juga, Aku ada janji dengan Zicko di Cafe "
" Oh Oke,, kabari aku ya "
Sandi tersenyum, dia mengecup kening Anisa dan kembali masuk ke dalam mobilnya.
Sementara di dalam rumah,
Ibu Widya memperhatikan mereka dari balik jendela.
Anisa masuk ke dalam rumah dan kaget saat Bu Anisa memanggil nya..
" Kamu pulang bareng Sandi Nak " Ucap Ucap Bu Widya
" Iya Bu, tadi Mas Sandi nitip salam buat Ibu "
" Ibu boleh bicara sebentar Nak, kamu gak capek kan "
" Gak bu,, Ibu mau bicara apa "
" Kita duduk di sana " Ucap Bu Widya
Anisa mengikuti namun dia merasa bingung apa sebenarnya yang akan dibicarakan Ibunya.
" Ibu lihat hubungan kamu dengan Sandi semakin dekat Nak, Apa kalian pacaran "
Anisa terdiam, dia bingung akan menjawab apa sedangkan Bu Widya tidak mengijinkan mereka pacaran.
" Nisa " Ulang Bu Widya karena Anisa hanya terdiam
" Maafin Anisa Bu " Ucap Anisa menunduk
Bu Widya menghela napas dan menatap Anisa,,
" Jadi kalian benar pacaran "
Anisa mengangguk dan tidak menjawab,,
" Nis, bukan nya Ibu melarang kamu buat pacaran, Ibu membebaskan kamu berteman dengan siapa pun termasuk mereka tapi Ibu gak mau jika kamu pacaran dengan Sandi,
Anisa ingat Nak, kita orang miskin dan tidak sebanding dengan mereka, kamu harus ingat kita di sini karena kebaikan keluarga Lona dan setelah kamu selesai kuliah, kita kembali ke Bandung,, karena Ibu gak mau selalu menyusahkan mereka Nak "
" Tapi Bu, Mas Sandi'- " Ucap Anisa teputus karena Bu Widya sudah memotongnya.
" Nis, Ibu gak melarang kamu memilik pacar tapi Ibu bukan mereka, mereka sudah sangat baik kepada kita Nak, kepada Keluarga Kita "
" Maafin Ibu ya, Ibu mohon kamu bisa mengerti " Ucap Bu Widya berjalan masuk ke dalam kamarnya
Anisa masih duduk di sana, air matanya mengalir deras di wajahnya.
Anis berjalan masuk ke dalam kamarnya, mengunci pintu dan membaringkan tubuhnya menumpahkan rasa sedihnya di sana dan dia tidak mungkin menceritakan semua kepada Sandi.
Bu Widya keluar kamar, dia melihat kesedihan Anisa namun dia sengaja melakukan semua itu karena tidak mau Anisa mengalami kejadian seperti dirinya dulu.
" Maafin Ibu Sayang, Ibu sengaja melakukan semua karena Ibu sayang sama kamu, Ibu gak mau kamu mengalami kejadian seperti Ibu dulu "
Bu Widya mengusap air matanya, dia kembali masuk ke dalam kamarnya.
*******
Sandi dan Zicko berada di dalam ruangan Zicko mereka akan membicarakan tentang Galang.
" Ko,, gue yakin kalau selama ini Galang yang mengirim bunga juga coklat ke Lona" Ucap Sandi
" Apa Galang juga yang mengirim pesan ke Lona " Ucap Zicko dan Sandi mengangguk
" Loe lihat ini " Ucap Sandi memberikan sebuah vidio di ponselnya
Zicko menatapnya tajam, rahangnya mengeras melihat nya.
" Jadi apa rencana Loe selanjutnya Ko "
Zicko terdiam,
Dia harus memikirkan keselamatan Lona karena Galang pasti akan melakukan sesuatu,,
" Gue bakal utamakan Keselamatan Lona San, karena Galang pasti akan melakukan sesuatu" Ucap Zicko
" Oke,, sementara Loe terus temani Lona selama di kampus karena pasti Galang tidak akan berani mengganggu Lona di luar kampus"
" Loe bener, Gue bakal memikirkan itu San,,
Thanks ya Loe udah bantu gue "
" Santai Ko, kayak sama siapa aja " Ucap Sandi dan Zicko tersenyum
Zicko kembali berpikir agar Galang tidak kembali mengganggu Lona,,
-
Sandi mengambil ponselnya, dia mencoba untuk menelpon Anisa namun tidak di angkatnya, dia pun mengirimkan pesan kepadanya.
" Oya gimana Loe dengan Anisa San " Ucap Zicko
" Baik baik aja Ko, cuma Anisa belum cerita ke Tante Widya tentang hubungan ini "
" Loh kenapa "
" Gue juga gak tau, cuma ya udah mungkin Anisa belum siap Ko "
" Apa pun alasan nya menurut gue mending kalian jujur deh San, karena bakal lebih enak jalaninnya jika sudah terbuka "
" Loe bener Ko, Nanti gue coba bilang ke Anisa deh "
Zicko mengangguk dan kembali membuka Laptopnya, dia melihat perkembangan Hotel juga Brians Cafe di Bandung.
Sedangkan Sandi sibuk dengan ponselnya karena Anisa belum juga membalas Pesannya.
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
Kesayangan Akoh,,
Pasti kalian heran juga kecewa kenapa beberapa hari ini sering telat Up, bahkan sehari hanya sekali saja Up nya.. 😢😢
Sebelumnya saya minta maaf untuk kekecewaan kalian 🙏 tapi kemarin saya sedang bener bener kurang enak badan dan untuk nulis pun mager bahkan stuck Ide mungkin karena capek juga karena udara yang gak bersahabat.
Tapi Insya Allah mulai hari ini kembali ya, kalian juga jaga kesehatan karena musin yang sedang seperti ini.
Selalu semangat semua,,
Love you All 💋💋