Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
Kecewa 2


Biyanka terus menangis di kamarnya bahkan dia melupakan jika dirinya harus menjemput kedua anaknya,,


Karena lelah menangis Biyanka akhirnya tertidur di dalam kamar sambil memeluk guling,, matanya terlihat sangat sembab akibat terus menangis..


-


Jam sudah menunjukan pukul 12 siang dan Biyanka masih belum juga keluar kamarnya,, Bunda Rania yang sudah selesai menyiapkan makan siang pun berjalan menuju kamar Biyanka..


Tok,, tok,, tok,,


" Biyanka,, Makan dulu Nak.. Ucap Bunda Rania namun tidak ada jawaban dari dalam..


Bunda Rania membuka pintunya, terlihat Biynka yang tertidur sambil memeluk guling..


" Biyanka,, sayang,, Bangun Nak.. Kita makan dulu ya.. Ucap Bunda Rania


Biyanka membuka matanya,,


" Bangun yuk,, Bunda sudah masak makanan kesukaan kamu sayang..


" Biyanka gak laper Bund,, Ucap Biyanka beranjak duduk..


" Astaga,, Jam berapa ini Bund.. Ucap Biyanka kaget..


" Jam 12 sayang,,


" Biyanka telat jemput anak anak,, Ucap Biyanka langsung turun namun tangannya di tahan Bunda Rania..


" Mereka sudah di jemput Oma Dinda sayang,,


" Bunda gak bohong,, Ucap Biyanka lega dan Bunda Rania mengangguk..


Biyanka kembali duduk, dia memalingkan wajahnya karena tau jika Bunda Rania terus menatapnya.


" Bee,, Kamu habis nangis..


" Engga kok Bund,, Ucap Biyanka


" Apa kamu sedang ada masalah,,


Biyanka menunduk,, dia memang tidak bisa berbohong dan naluri seorang ibu pasti benar..


" Kamu bisa cerita sama Bunda,,


Biyanka segera menatap Bunda Rania dan langsung memeluknya..


Menyalurkan rasa sedih, kecewa juga marahnya dalam dekapannya..


Bunda Rania pun memeluk anak perempuannya,, walaupun sudah menikah dan mempunyai anak namun Biyanka masih tetap saja anak perempuannya yang sangat manja dan sangat di sayanginya..


" Mas Tian Bund,, Mas Tian,, Ucap Biyanka


" Tian,, Tian kenapa..


" Mas Tian bohongin Biyanka, Selama ini Mas Tian selalu berangkat pagi dan pulang sangat malam ternyata dia bersama wanita lain di luar dan dia bilang jika sedang sibuk di kantor.. Ucap Biyanka sambil terus menangis..


Biyanka sudah tidak lagi bisa menahannya, dia sudah rapuh dan butuh sandaran untuk kesedihannya..


" Sayang,, Kamu jangan bicara seperti itu.. Siapa tau dia hanya teman kerja Tian aja..


" Tapi Bund,, Biyanka melihat mereka sarapan bareng dan mereka terlihat sangat dekat.. Biyanka tau gimana Mas Tian, Mas Tian gak pernah dekat atau mempunyai teman wanita di luar Bund..


" Sayang,, itu semua hanya pikiran kamu.. Terus apa kamu sudah menanyakan semua sama Tian.. Ucap Bunda Rania dan Biyanka menggeleng,, dia memang belum menanyakan semua kepada Tian..


Bunda Rania tersenyum dan mengusap air mata yang terus mengalir di pipi anak perempuannya..


" Kalo menurut Bunda tidak semua yang kamu liat itu benar sayang,, kamu harus menanyakan semua itu pada Tian karena Tian lah yang tau jawabannya..


" Tapi Bund,, Biyanka masih gak mau bertemu dengan Mas Tian sekarang, Biyanka sangat kecewa..


" Tian itu suami kamu, Dan kamu akan berdosa jika pergi tanpa meminta ijin kepada suami dan kamu juga akan sangat berdosa jika meninggalkan suami begitu saja atau bahkan tidak mau menemui suami kamu Bee,, ingat kalian sudah ada Abang dan Ade.. Kamu juga harus pikirkan perasaan mereka, mereka masih sangat kecil sayang..


Biyanka terdiam,,


" Ya Sudah,, kamu pikirkan semua,, pikirkan juga kedua anak kalian.. bersikaplah dewasa dan jangan egois...


Bunda keluar dulu,,


Bunda Rania meninggalkan Biyanka yang masih terdiam dengan pikirannya,, semua yang dikatakan Bunda Rania benar..


Jangan karena keegoisannya kedua anaknya yang menjadi korban..


" Aku harus menanyakan semua kepada Mas Tian, aku gak mau anak anak yang menjadi korbannya, mereka masih terlalu kecil "


*******


Hari semakin sore, dan Biyanka masih berada di rumah orang tuanya sedangkan kedua anaknya berada di rumah Orang tua Tian..


Biyanka sudah menelpon Mama Dinda dan menitipkan kedua anaknya dan akan menjemput mereka sore..


Biyanka bersiap untuk menjemput kedua anaknya,,, terlihat wajahnya yang sedikit pucat bahkan matanya yang masih sembab..


" Sayang,, kamu mau kemana Ucap Bunda Rania melihat Biyanka keluar kamar


" Biyanka mau jemput anak anak Bund, kasihan mereka di rumah Mama Dinda


" Ya Sudah Bunda anterin ya,, lagian Bunda juga kangen sama mereka, Ayah dan Tama juga barusan telpon jika mereka pulang malam..


Biyanka tersenyum dan mengangguk,,


-


Setelah Bunda Rania bersiap, mereka menuju mobil..


Mereka bersama sopir Bunda Rania karena Biyanka memang meminta sopirnya untuk pulang lebih dulu..


Biyanka terus terdiam,, dia memikirkan untuk menanyakan semua kepada Tian, dia tidak mau masalahnya terus berlarut..


" Loh Bund,, Kita mau kemana Ucap Biyanka saat melihat jalan yang memang bukan menuju rumahnya ataupun rumah Mama Dinda


" Sebentar sayang,, Bunda ada perlu sebentar nanti kita langsung ke rumah Mba Dinda..


Biyanka hanya mengangguk,,,


Mobil mereka terus melaju sampai akhirnya mereka sampai di sebuah Hotel mewah di Kota Jakarta..


Biyanka menatap sekitar, dia bingung untuk apa mereka ke Hotel dan Bunda Rania sebenarnya mau ngapain..


" Yuk sayang,, temani Bunda sebentar..


" Tapi Bund,, anak anak pasti udah nunggu Biyanka..


" Sebentar aja sayang,, habis itu kita langsung jemput mereka..


Dengan rasa malas akhirnya Biyanka menurut, dia pun keluar mobil dan berjalan mengikuti Bunda Rania..


Biyanka berpikir untuk segera menemani Bunda Rania dan menjemput kedua anaknya..


Bunda Rania terus mengajak Biyanka masuk dan mereka masuk ke dalam lift..


Ting,,


Pintu Lift terbuka. Dan Bunda Rania juga Biyanka berjalan kelua..


Deg,, !!


Biyanka berhenti dan menatap kaget,, matanya membulat sempurna menatap apa yang ada di depannya..


\=\=\=\=\=\=\=


Hem,,


Sebenarnya apa yang Biyanka Lihat ya.. ??. šŸ¤”šŸ¤”


Terus ikuti kelanjutan ceritanya ya guys.. Karena tinggal 3/4 eps lagi dan kita akan mulai dengan cerita Lio dan Lona dewasa..