
Bruk..!!
" Eh Sorry " Ucap Lona
" Fillona " Ucap Laki laki yang telah di tabrak nya,,
Lona menatap lekat laki laki di depannya, dia merasa tidak asing dengan wajahnya namun dia lupa siapa sebenarnya laki laki itu...
" Loe bener Fillona Kan " Ulang laki laki tersebut dengan senyuman tampannya
Anisa dan Meylan saling tatap, mereka bingung karena Lon terus diam dan tidak sama sekali menjawabnya..
" Kita jadi ke Rumah Loe kan Nis, " Ucap Lona dan Anisa mengangguk
Lona tersenyum dan langsung menarik tangan Anisa juga Meylan melewati laki laki itu yang terus menatapnya.
-
Lona terus terdiam, bahkan diantara Meylan juga Anisa pun saling diam, mereka bingung dengan sikap Lona yang tiba tiba berubah setelah bertemu dengannya.
" Lon,, Loe gak Papa " Ucap Anisa dan Lona mengangguk
" Serius,, Sebenarnya siapa laki laki tadi, Apa Kalian kenal " Ucap Meylan
" Bukan siapa siapa Kok " Ucap Lona tersenyum
Meylan dan Anisa tidak lagi bertanya, mereka tidak mau memaksa Lona menceritakan siapa laki laki yang dia tabrak, dan apa hubungan mereka karena Lona langsung berubah sikapnya.
" Kenapa gue harus ketemu lagi dengannya, dan kenapa malah dia berada di kampus " batin Lona
Lona masih sangat ingat bagaimana dulu Galang yang terus membully nya, bahkan Saat bersama Lio pun dia masih berani mengganggu Lona.
-
Mobil meylan berhenti tepat di depan rumah Anisa dan mereka pun keluar.
" Ibu,, Nisa pulang " Ucap Anisa membuka pintu rumahnya
" Iya Nak,, kamu sudah pulang " Ucap Wanita paruh baya yang keluar dari kamar
" Bu, kenalin ini teman teman Nisa,, Meylan dan Ini Lona,, ibu bilang ingin bertemu dengan Lona kan " Ucap Anisa memperkenalkan
" Halo Tante,, saya Meylan " Ucap Meylan
" Halo Tante,, Sa-' " Ucap Lona terhenti saat mendapatkan pelukan
" Terimakasih Nak Lona, sudah membuat Anisa kembali kuliah, terima kasih karena Nak Lon sudah membantu kami,, "
Lona mengangguk dan membalas pelukannya..
" Sama sama Tante, Anisa teman saya dan semoga Tante bisa segera sembuh "
" Terima kasih Nak,, tante gak tau harus bagaimana membayarnya. "
" Tante gak usah memikirkannya ya, asal Anisa bisa kuliah juga Tante bisa sembuh, Saya sudah sangat senang "
Ibu Anisa kembali memeluk Lona,
Dia sangat beruntung karena Anisa bisa bertemu dengan Lona yang memiliki hati yang sangat baik.
Dia masih sangat muda namun, dia tidak seperti anak lainnya yang mengandalkan kekayaan orang tuanya untuk kesombongan.
" Maaf in Tante Nak Lona "
" Gak Papa tante "
" Lon, Mey,, duduk,, kalian mau minum apa gue ambilin " Ucap Anisa
" Apa aja Nis,, "
Lona dan Meylan duduk di sebuah kursi dan tidak lama Anisa kembali dengan membawa minuman.
" Oya, Ibu Udah minum obat " Ucap Anisa
" Sudah Nis,, "
Anisa tersenyum dan bergabung di sana, mereka pun saling bercerita.
" Akhirnya kalian datang " Ucap Meylan
" Bu, ini juga teman teman Nisa di kampus dan juga mereka yang dulu pernah ke Bandung "
" Halo Tante Zicko "
" Halo Tante Sandi "
" Halo Tante Reno "
" Terima kasih ya, kalian mau berteman dengan Anisa, dari dulu tidak memiliki taman dan Tante merasa bahagia karena akhirnya Anisa bisa memiliki banyak teman "
" Oya Bu,, Ini Mas Zicko yang punya Hotel di depan Warung "
" Astaga Nak,, Tante gak nyangka kamu masih muda tapi sudah mempunyai usaha"
" Makasih Tante " Ucap Zicko tersenyum
" Ya Sudah kalian ngobrol ya, Tante mau ke kamar dulu "
" Silahkan Tante "
" Bentar gue anterin Nyokap dulu ke kamar " Ucap Anisa dan semua mengangguk
Ketiga cowok tampan pun ikut bergabung, mereka duduk diantara Para wanita cantik..
" Kamu ngapain hem,, " Ucap Zicko mengacak rambut Lona
" Pesen makan Kak" Ucap Lona tersenyum dan Zicko mengangguk
" Oya gue lupa, tadi gue beli cemilan bentar gue ambil di Mobil " Ucap Sandi
Sandi memang mampir ke supermarket membeli beberapa cemilan untuk di sana.
" Permisi,, Benar dengan Mba Lona " Ucap seseorang
" Ya Saya Lona, "
" Silahkan pesanan Mba "
Lona menerimanya dan Zicko mengelurakan uang untuk membayarnya..
" Terima kasih Mas, Mba Saya permisi "
Lona dan Zicko mengangguk..
Mereka kembali masuk dan meletakan makanan di meja.
" Loh kalian pesan makanan" Ucap Anisa
" Sorry ya,, gue belum belanja jadi gak bisa masak deh " lanjutnya
" Tenang aja Nis,, santai " Ucap Meylan dan semua tertawa
" Kita siapin dulu deh makanannya " Ucap Lona
Mereka menyiapkan makanannya dan menikmatinya,,
Hingga tanpa terasa hari semakin senja, mereka pun ijin pamit pulang.
*******
Zicko menatap Lona yang sedari tadi hanya diam, padahal selama di rumah Anisa Lona bersikap biasa saja.
" Sayang,, kamu kenapa " Ucap Zicko lembut
Lona menoleh dan menatap Zicko.
Dia bingung untuk menceritakan tentang Galang.
" Sayang,, kenapa malah ngeliat aku kayak gitu,, Aku ada salah " Ucap Zicko dan Lona menggeleng
" Terus kamu kenapa "
" Sebenarnya tadi,,,,,,