
Lona berjalan jalan keluar karena Zicko dan Sandi sedang bicara dengan Pak Sapto dan Lona tidak ingin mengganggu mereka sedangkan Reno dan Meylan entahlah mereka hanya bilang akan keluar dan belum juga kembali.
Lona berjalan berkeliling dan duduk di taman dekat Hotel,,
Hotel Zicko memang sangat strategis tidak jauh dari Mall atau pun resto bahkan Zicko juga berniat membangun Brians Cafe setelah Hotelnya selesai bangun.
Lona beranjak saat melihat Anisa yang berada di warung, dia membereskan bekas makanan orang yang pada makan di sana,
Lona pun berjalan menyeberang menuju warung Anisa, dia hanya ingin mengobrol di sana.
" Hai Nis,, Sapa Lona tersenyum
" Mba Lona ya,, Ucap Anisa
" Lona Nis,, gak usah panggil Mba..
" Oya Maaf Mba,, maksud saya Lon,,
Ada yang bisa saya bantu,,
" Aku boleh duduk di sini,,
" Boleh,, tapi di sini kotor banyak debu Loh
" Gak Papa,,
Loe udah lama di sini, ini warung Loe ya
" Bukan Lon,, ini warung Tante Saya dan Saya hanya membantu,,
Lona mengangguk dan menatap sekeliling, sebuah warung tang sangat sederhana namun terlihat komplit..
" Oya kamu mau minum Apa Lon,,
" Mineral deh,, Ucap Lona tersenyum dan Anisa mengambilkannya di dalam lemari pendingin
" Silahkan Lon,,
" Aiya Makasih,,
Oya berarti tiap hari Loe kerja di sini,, Ucap Lona dan Anisa mengangguk
" Loe gak kuliah,,
" Sebenarnya saya kuliah cuma karena harus bekerja jadi berhenti
" Loh kan bisa kerja paruh waktu Nis,,
" Tapi Saya juga harus mengobati Ibu Saya dan gaji saya tidak cukup juga untuk Kuliah,,
" Apa kamu gak pengin kuliah Nis,,
" Sebenarnya sangat ingin Lon cuma mau gimana lagi,, Ucap Anisa dan Lona menatap Anisa.
Ternyata di luar masih banyak yang kurang beruntung, Lona sangat beruntung karena dia lahir di keluarga berkecukupan bahkan semua yang dia inginkan dengan mudahnya bisa terwujud.
" Sori,, gue jadi cerita sama Kamu,,
Lona tersenyum dan mengangguk, namun tiba tiba terdengar ponselnya berdering dia pun segera mengangkatnya..
" Iya Kak,,
" Lagi di Warung Anisa,,
" Oya Oke,,
Lona kembali menyimpan ponselnya dan kembali menatap Anisa,,
" Terus rumah kamu dimana Nis,,
" Di ujung Jalan,,
" Aku boleh main,,
" Boleh tapi rumah aku jelek kotor,,
" Gak papa kok,,
" Sayang,, Ucap Zicko yang ternyata sudah berada di sana
" Lagi ngapain hem,,
" Ngobrol sama Anisa Kak,, Kakak udah ngobrolnya
" Udah Yang,,
" Boleh Nis,, Mineral ya Ucap Zicko dan Nisa mengangguk.
Mereka berada di sana dan saling ngobrol, Anisa menatap Lona dia tersenyum karena Dia kira jika Lona merupakan anak orang kaya yang sombong namun semua itu salah, Lona bahkan semua temannya sangat ramah bahkan sama sekali tidak sombong.
" Abang jadi mau ke sini Yang,, Ucap Zicko menatap Lona
" Iya pulang kuliah bilangnya sih
" Kamu gak lapar, gak capek Ucap Zicko dengan mengusap rambut Lona
" Engga,, enak yah di sini..
Kapan kapan aku boleh main ke rumah Loe kan Nis,,
" Boleh dong malah saya senang,,
Lona mengangguk dan tersenyum,,
" Ya Udah yuk kita balik ke Apartemen dulu deh, kamu istirahat ya pasti lelah
Zicko mengeluarkan dompetnya dan membayar minumannya juga Lona,,
" Nis,, kita balik dulu ya Bye.. Ucap Lona
" Duluan Nis,, Ucap Zicko menggandeng tangan Lona berjalan kembali ke Hotel
" Iya Lon, Mas Zicko
Anisa terus menatap mereka, dia merasa senang melihat kedekatan mereka bahkan Zicko terlihat sangat menyayangi Lona terlihat jelas dari cara pandang juga perilaku kepadanya.
Dan sebagai cewek normal, dia pun menginginkan jika suatu saat memiliki pacar bisa seperti Zicko,,
" Menghayal apa Coba gue, lagian mana ada cowok yang suka sama gue, gue jelek, anak biasa gak seperti Lona, dia wanita yang sangat sempurna, cantik, baik juga tidak sombong pantas lah jika Kak Zicko sangat menyayanginya" Ucap Anisa
Anisa pun membereskan meja warungnya dan akan bersiap untuk menutupnya karena sudah sore.
*******
Lio yang baru saja keluar kelasnya langsung menghampiri Sasya yang terlihat sedang ngobrol bersama temannya..
" Sya,, Ucap Lio,,
" Bentar gue ke sana dulu ya,, Ucap Sasya kepada dua orang yang sedang mengobrol dengannya dan dia menghampiri Lio.
" Kenapa,, Ucap Sasya
" Loe malam ini ada acara gak,, Ucap Lio dan Sasya menggeleng
" Ikut gue Yuk,,
" Kemana,,
" Ketemu seseorang dan gue mau kenalin Low sama dia,,
" Siapa,,
" Dia salah satu Orang yang spesial bagi gue,,
Deg,,!!
Sasya terdiam,, entah kenapa perasaannya campur aduk bahkan napasnya tiba tiba sesak mendengar ucapan Lio,,
" Loe ikut ya,,,
" Sorri tapi gu-'
" Jam 7 gue jemput Loe dan kita berangkat bersama
Sasya tersenyum dan mengangguk,,
" Ya Udah gue masih ada kelas,, Loe gak papa kan pulang sendiri
" Iya gak papa,,
" Oke hati hati,, Jangan lupa malam ini
Lio berjalan meninggalkan Sasya yang masih menatapnya dan masih dengan pikirannya,,
" Pasti Lio akan bertemu pacarnya,, Sya Loe harus sadar diri siapa Loe dan siapa Lio"
Batin Sasya dan dia berjalan keluar kampusnya.