
Tian, Biyanka juga Lona sedang asik bercerita diruang tengah, mereka melakukan Vidio Call bersama Lio..
Sabenarnya minggu ini Lio akan pulang namun karena ada suatu kendala akhirnya Lio menundanya..
" Mam,, Maafin Abang.. Abang gak jadi pulang.. Mama gak marah sama Abang kan..
Biyanka tersenyum,, dia menatap wajah Lio yang terlihat menyesal..
" Abang,, Mama gak marah Sayang.. Mama tau kok..
" Serius Mam,,
" Yes Sayang,,
Asal Abang jaga kesehatan, jangan tidur malem keluar malam, jangan telat makan itu udah buat Mama senang..
" Abang selalu ingat pesan Mama..
" Ya Sudah Abang istirahat oke,,
Hati hati di sana Sayang,, Love you Soon..
" Love You So Muach Mam..
" Maaf Tuan,, Nyonya.. Di depan ada yang Nyari Non Lona..
" Siapa Bik,,
" Pasti Mey mey,, suruh masuk ya Bik..
" Baik Non,,
" Siapa Honey,,
" Meylan temen Kampus Ade Mam,,
Biyanka mengangguk,, dan tidak lama terlihat seorang gadis seumuran dengan putri nya bersama masuk..
" Hei Mey,, sapa Lona langsung menghampiri Meylan
" Pa,, Ma,, ini Meylan teman kampus juga kelas Ade..
" Meylan Tante,,
Meylan Om..
" Mamanya Lona
Papa nya Lona..
" Ya Sudah Honey,, kalian ngobrol ya.. Papa sama Mama ke atas dulu..
" Oke Pap,, bye..
Meylan menatap Tian dan Biyanka yang terlihat sangat romantis..
" Hei,, Loe liatin apa si Mey..
Duduk yuk,,
" Serius merek orang tua Loe,,
" Heem,, memangnya kenapa
" Masih muda banget,, romantis lagi.. Gue kira mereka kakak Loe..
" Ngarang,, kakak gue cuma satu dan kuliah di Bandung..
Meylan mengangguk dan mereka asik bercerita,, terlihat mereka tertawa bersama..
" Oya kemarin gimana,, Loe udah ngerjain tugas dari Dosen killer itu Lon
" Udah,, kemarin gue kerjain di Perpus terus.. Ucap Lona terhenti dia teringat jika kemarin Zicko membantunya mengerjakan tugasnya..
" Terus,,
" Kaka Zicko bantuin gue dan dia juga anterin gue pulang..
" Oh My God,, seriously..
" Yes,,
" Terus Kaka Dena lihat gak Lon,,
" Ih Loe tuh ya,, mana gue tau.. Lagian kampus juga udah sepi kemarin..
" Gak Asik ah,, coba aja kalo banyak yang liat pasti rame tuh kampus gosipin kalian..
Meylan terkekeh mendengarnya..
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
Sementara Zicko tengah sibuk membaca laporan dari Cafenya,, dia terlihat sangat tampan saat sedang fokus seperti ini..
Ceklek,,
Pintu terbuka dan terlihat salah satu pelayan masuk ke dalam..
" Permisi Mas Zicko,, ada yang nyari..
" Siapa Ndi,,
" Gue Ko,, Ucap Dena yang langsung berjalan masuk..
Zicko menoleh,,
" Oke thanks Ndi,,
" Sama sama Mas,, Permisi Mba..
Dena tersenyum dan duduk di kursi depan meja Zicko sambil menatap Zicko yang masih fokua dengan layar Laptopnya
Dena memang tau jika Zicko mempunya Cafe dan memang hanya beberapa orang saja yang tau tentang Brians Cafe..
" Ngapain Loe ke sini,, Ucap Zicko tanpa mengalihkan pandangan nya..
" Gak boleh gue ke sini,, lagian gue Bete di rumah..
" Tumben banget,, bisanya Loe pergi bareng Mona..
" Mona lagi nemenin Mamahnya..
Zicko terdiam dan dia terus menatap Laptopnya,,
Dena tersenyum menatap Zicko, benar benar sangat tampan laki laki di depannya..
Pantas saja semua wanita pada mengidolakannya..
Zicko tetap bersiap cuek dan terus mengurus Laporan laporannya..
Hari semakin sore dan Dena masih saja berada di sana..
" Loe mau tetap disini kan,, gue mau balik Ucap Zicko berjalan keluar
Dena merasa kesal,, seharian dia sengaja menemani Zicko tapi tetap saja Zicko dingin kepadanya..
" Zicko tunggu,, Ucap Dena mengikuti Zicko..
" Ndi,, gue balik dulu.. Titip Cafe ya..
" Siap Mas Zicko..
Andi memang orang kepercayaan Zicko untuk mengurus Cafe selama Zicko tidak ada di tempat dan dia sudah bekerja sejak pertama Zicko membuka Brians Cafe..
Dena terus mengikuti Zicko sampai di motornya,, Zicko langsung memakai Helmnya..
" Zicko tunggu,, gue nebeng ya.. Ucap Dena
Zicko menatap sekeliling dan kembali menatap Dena..
" Bukannya Loe bawa mobil,,
" Em,, Tapi gue males nyetir.. Gue nebeng Loe ya..
" Sorry,, gue masih ada urusan..
" Apa cuma Lona yang mau Loe bonceng,, Ucap Dena kesal..
Zicko menatap Dena,, namun kemudian dia kembali menghidupkan motornya..
" Apa spesialnya tuh cewek si Ko sampai Loe suka sama dia,,
Zicko menggeleng dan langsung meninggalkan Dena yang terus berteriak memanggil nya..
" Zicko,, Zicko,,
" Sial,, Apa bagusnya tuh cewek sampai Zicko bis suka sama dia "
Dena langsung menuju mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi, dia sangat kesal dengan sikap Zicko yang selalu saja tidak menganggapnya..
Padahal selama ini Dena sengaja memperlihatkan rasa sukanya kepada Zicko namun Zicko tetap saja bersikap cuek kepadanya..