Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 97


Sudah sebulan Galang Kuliah di Kampus yang sama dengan Lona, dan semenjak itu pula Galang terus mengejar Lona namun terus terhalang karena Lona yang terus menghindar bahkan semenjak kejadian di Perpustakaan Lona sama sekali tidak pernah terlihat sendiri, selalu saja Ada yang menemaninya walau hanya ke toilet dan itu membuat Galang semakin susah untuk mendekatinya.


Galang terus menatap Lona yang tersenyum bahagia bersama kedua temannya, bahkan Galang merasa jika Lona semakin cantik setelah dewasa, tanpa terasa senyuman di wajahnya pun terlihat.


Ingin sekali rasanya dia mendekati Lona, meminta maaf dengannya setelah apa yanh sudah dia perbuat waktu itu dan dia sudah sangat menyesalinya bahkan jika ada Lio pun dia akan meminta maaf juga kepadanya.


-


Sementara di Kantin Lona, Meylan juga Anisa masih santai duduk di sana sambil menikmati jus juga beberapa cemilan di mejanya, tidak terlihat ketiga pangeran di sana karena mereka masih ada kelas.


" Lon,, Loe kenal dengan cowok di belakang Loe " Ucap Anisa yang memang sedari tadi melihat Galang terus menatap mereka


Lona menoleh, dan ternyata Galang tengah menatapnya bahkan dia tersenyum saat Lona menoleh.


" Gue gak kenal " Ucap Lona


" Wait,, Bukannya itu Mahasiswa baru, kalo gak salah dia kenal Loe deh Lon " Ucap Meylan


Lona terdiam,


Meylan ataupun Anisa memang belum tau siapa Galang karena Lona belum menceritakan semua ke mereka,,


Tiba tiba Galang sudah berdiri diantara mereka tepatnya di belakang Lona,,


" Sorry, gue boleh gabung " Ucap Galang dengan senyum tampannya


Meylan dan Anisa saling pandang dan mereka langsung melihat Lona yang tengah membereskan tasnya.


" Kita ke Perpus yuk,, ada buku yang mau gue Cari " Ucap Lona langsung berjalan dan kedua temannya pun langsung menyusul.


Galang hanya tersenyum menatap ketiga wanita cantik yang meninggalkan nya begitu saja.


-


Sementara Lona terus berjalan menuju Perpustakaan, dan kedua temannya mengejarnya..


" Lon,, tunggu " Ucap Meylan


" Loe kenal cowok itu Lon" Ucap Anisa


Lona menghentikan langkahnya dan menarik napasnya,,


" Dia pernah sekolah bareng gue dulu" Ucap Lona


" Terus kenapa Loe kayak marah banget ketemu dia, kalian penah ada masalah " Ucap Anisa


Lona tersenyum dan menggeleng,,


" Gak Papa Kok"


Meylan manggut manggut namun berbeda dengan Anisa yang lebih peka, dia tau ada sesuatu yang Lona tutupi namun dia juga tidak bisa memaksanya.


" Kalian mau kemana " Ucap Sandi menghampiri mereka dengan Zicko dan Reno


Ketiga gadis cantik itu menoleh dan tersenyum..


" Gue Laper, Kita ke kantin yu " Ucap Reno langsung menggenggam tangan Meylan


" Yuk,, " Ajak sandi dan Anisa mengangguk


Tinggal Lona yang masih terdiam di sana, bahkan dia sampai tidak menyadari jika teman temannya sudah berjalan..


" Hei " Ucap Zicko mengusap pipi Lona


" Loh,, pada kemana Kak" Ucap Lona saat melihat jika hanya dirinya juga Zicko di sana


" Kamu lagi mikirin apa sih Yang, dari tadi aku liat kamu terus melamun "


Lona menatap Zicko, dia merasakan sesak di dadanya setiap kali bertemu dengan Galang dia kembali teringat saat dulu.


" Apa karena Galang " Ucap Zicko dan Lona hanya terdiam.


Zicko menarik Lona dan memeluknya,


Ternyata memang benar luka karena Bully akan lama sembuh dan selalu membekas dalam diri.


" Aku gak mau kembali inget saat itu Kak,, Aku pengin lupain semua " Ucap Lona terisak dalam pelukan Zicko


Zicko tidak mampu menjawab, hatinya perih melihat kekasihnya seperti ini bahkan semenjak Galang ada kuliah di sana, Lona lebih sering murung dan tidak ceria seperti dulu.


" Kemana "


" Kemana aja,, Lupain semua " Ucap Zicko menggenggam tangan Lona menuju parkiran dia akan mengajak Lona ke suatu tempat agar Lona bisa melupakan semua.


Padahal Zicko masih ada kelas namun dia lebih memikirkan Lona sekarang.


********


Dan di sini Mereka,,


Sebuah tempat permainan, banyak wahana mainan di sana, kedai es krim juga Beberapa Toko Boneka.


Lona tersenyum saat mereka sudah berada di luar mobil, semua ingatan tentang Galang pun seakan hilang begitu saja dari pikirannya..


" Apa mau es Krim,, " Ucap Zicko dan Lona mengangguk


Zicko mengandeng tangan Lona menuju salah satu kedai Es Krim dan Lona sangat senang memilih beberapa macam rasa.


" Kak Zicko gak mau " Ucap Lona sambil menikmati Es Krim nya dan Zicko hanya menggeleng.


" Sayang,, Kamu tunggu sebentar di sini dan jangan kemana kemana Oke " Ucap Zicko


" Kak Zicko mau kemana "


" Bentar,, Ingat jangan kemana mana "


Lona mengangguk dan terus menikmati es krimnya,, sementara Zicko berjalan menuju salah satu Toko Boneka dan dia membelikannya Sebuah Boneka besar..


" Kak Zicko " Ucap Lona berlari menghampiri Zicko yang tengah membawa boneka


" Kamu Suka " Ucap Zicko dan Lona mengangguk..


Lona memeluk Bonekanya dan terlihat sangat lucu saat Lona yang membawanya karena terlihat Boneka yang lebih besar dari Lona.


" Mau kemana Lagi Yang,, Apa mau main wahana "


" No Kak,, aku pengin '- Ucap Lona terhenti karena dia sedang mencari sesuatu "


" Makan di sana " Lanjutnya menunjuk sebuah Cafe Sea Food


Zicko mengikuti arah tangan Lona dan tersenyum,,


" Baiklah,, Buat Kamu apa sih yang engga " Ucap Zicko lebai


Lona terkekeh mendengar ucapan yang keluar dari mulut Kekasihnya itu, padahal selama ini Lona mengenal Zicko sebagai laki laki dingin dan cuek dan entah sejak kapan Zicko mulai menjadi Bucin seperti ini.


-


Zicko dan Lona sudah duduk di salah satu tempat, mereka sedang menunggu pesanan.


Lona menyenderkan kepalanya pada bahu kekar Zicko dan masih memeluk bonekanya.


" Kakak sayang aku gak " Ucap Lona ambigu


Zicko menoleh, dia bingung apa yang sedang kekasihnya itu Ucapkan.


" Sayang,, kamu bilang apa tadi "


" Kak Zicko sayang Aku gak " Ulang Lona dengan menatap wajah Zicko


" Hei,, Dengar ya.. Aku Sayang juga Cinta kamu Yang, Aku serius sama kamu " Ucap Zicko serius menatap Lona


" Aku mau kita tunangan dan menikah " Ucap Lona tiba tiba membuat Zicko merasa kaget bahkan dia tidak menyangka jika Lona bisa berbicara seperti itu kepadanya.


Zicko tersenyum dan menangkup wajah Lona yang terlihat malah sangat Imut saat seperti ini.


" Oke,, Lusa Aku dan Mama datang ke rumah kamu "


Lona membulatkan matanya,,


Dia tidak menyangka jika Ucapannya dianggap serius oleh Zicko, padahal dia hanya ingin tau keseriusan dari kekasihnya itu.


" Ma - Maksud Kak Zicko "


" Gak Usah di pikirin sekarang kita makan " Ucap Zicko mengacak rambut Lona