
Anisa, Meylan juga Reno sudah berada di rumah Lona dan terlihat Biyanka terus menangis mendengar jika putrinya hilang,,
" Mas, dimana Lona.. Aku takut Lona kenapa kenapa " Ucap Biyanka menangis
" Tenang Sayang, siapa pun tidak bisa menyakiti Lona "
Tian terus memeluk Biyanka yang terus menangis, sebenarnya dia sangat khawatir namun melihat Biyanka dan tidak mau membuatnya semakin khawatir.
Tian pun sudah menghubungi Ben untuk mencari keberadaan Lona.
Sementara Reno, Anisa juga Meylan mereka hanya menunduk, mereka juga sangat khawatir dengan keadaan Lona.
******
Lona membuka matanya, dia merasakan kepalanya yang sangat pusing,,
" Aku dimana " Ucap Lona menatap sekitar yang sangat asing bahkan dia tidak bisa menggerakan kaki juga tangannya..
" Aku dimana, kenapa kaki juga tangan aku diikat "
Tiba tiba pintu terbuka, dan terlihat seorang laki laki bertubuh hitam tinggi berjalan masuk..
" Kamu siapa,, aku dimana " Ucap Lona
" Kamu gak perlu tau, Sekarang kamu makan"
" Aku gak mau makan, aku mau pulang "
" Kamu makan sekarang "
" Engga,, aku mau pulang "
Lona terus menangis dan berteriak namun mereka sama sekali tidak membuka pintu kamarnya.
********
Zicko terus merasa khawatir, dia terus menyuruh Sandi untuk melajukan mobilnya lebih cepat.
" San, Loe bisa lebih cepet kan bawa mobilnya"
" Astaga Ko, ini udah cepet., gue tau Loe khawatir tapi kita juga hati hati "
Zicko sudah menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Lona, namun sampai saat ini mereka belum juga memberikan info keberadaan Lona sekarang.
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
Sandi dan Zicko sampai di Jakarta jam 3 pagi dan mereka menuju kerumah Tian,,
" Om,, sudah ada kabar tentang Lona " Ucap Zicko
" Belum, Saya sudah meminta semua orang mencarinya namun mereka sama sekali belum menemukan keberadaan Lona "
Zicko terududuk lemas, begitu juga dengan Tian, mereka sama sama merasa khawatir.
" Bagaimana Ben, apa sudah ketemu dimana putri saya "
" Maaf Tuan, tapi semua ini aneh keberadaan Non Lona sama sekali tidak terlacak bahkan gps di ponselnya pun tidak bisa di temukan "
" APA,, SAYA MINTA KAMU TERUS CARI DIMANA LONA SEKARANG " Ucap Tian langsung menutup telponnya
Zicko dan Tian sama sama terlihat panik, sementara Sandi dia terus menghubungi anak buahnya dan sama seperti Ben jika keberadaan Lona sama sekali tidak terlacak, Lona bagai hilang di telan bumi saat ini.
**************
Semua terus mencari keberadaan Lona, seperti tidak mengenal lelah juga lapar Zicko dan Tian terus mencarinya.
Biyanka terus menangis mengingat Lona, dia sangat takut terjadi sesuatu dengan putrinya.
-
Di Bandung, Perasaan Lio sangat tidak tenang bahkan dia terus teringat dengan Lona,,
" Kenapa perasaan gue gak enak banget ya, gue jadi kepikiran Ade, apa dia sakit,, " gumam Lio
Lio langsung mengambil ponselnya dan mengubungi Lona namun nomornya tidak aktif,,
" Tumben nomor Ade gak aktif, gue telpon Mama deh "
Lio menghubungi nomor Biyanka dan tidak lama terdengar suara Biyanka,,
" Halo Mam "
" Mam, Mama kenapa, Ada apa Mam, kenapa Mam nangis"
" APA,, Abang ke Jakarta sekarang "
Lio bergegas menuju Basemen, dia akan segera ke Jakarta sekarang.
**********
Sandi kembali ke Gudang dimana di sana masih ada Galang,,
Sandi sengaja datang untuk melihat kondisi di sana,,
" Selamat pagi Mas Sandi "
" Gimana dia, "
" Aman Mas, dia juga sudah tidak lagi berteriak "
Sandi mengangguk dan berjalan masuk, terlihat Galang yang juga tengah menatapnya,,
" Lama gak ketemu " Ucap Sandi sinis
Galang hanya menjawab dengan senyuman, namun terlihat jelas di wajah Galang jika dia sedang merasakan sesuatu, Sandi bisa melihatnya.