
Reno dan Aruni masih saling membelakangi. Mereka masih mengatur degup jantung masing-masing.Aruni yang merasa sangat malu atas apa yang baru saja terjadi.Diri nya tak berani untuk menatap wajah suami nya itu.
"Run,kamu udah tidur?"Reno mencoba memulai obrolan,barang kali istri nya itu belum tidur. Begitu pikir nya.
"Be..belum mas." ucap Aruni terbata,karena masih merasa malu.
"Kenapa ga bisa tidur ya,ada yang lagi dipikirin?" ucap Reno sambil memeluk tubuh Aruni dari belakang.
Aruni yang mendapat perlakuan seperti itu, merasa sangat kaget.Baru saja ia bisa mengatur irama jantung nya untuk lebih tenang.Sekaran dia harus merasakan gugup dan debaran jantung yang semakin tak beraturan.
"Kamu gugup ya?" tanya Reno dengan masih memeluk Aruni.
"Ah,eng..eng..gak kok." ucap Aruni terbata.
"Jangan bohong.Kedengeran ni detak jantung nya." ucap Reno sambil tersenyum.
Aruni kemudian menutup wajah nya dia merasa sangat malu saat ini.Karena ini pertama kali nya dia benar-benar sedekat itu dengan seorang laki-laki.
"Ga usah gugup,saya ga akan melakukan apa-apa kok,Untuk sekarang!" ucap Reno sambil menyeringai.
"Maksud mas Reno apa?" tanya Aruni panik.
"Saya tidak akan meminta hak saya untuk saat ini,karena kamu kan sedang kedatangan tamu bulanan." ucap Reno sambil mengusap-ucap perut Aruni.
"Mas,jagan kaya gini dong." ucap Aruni sambil menahan tangan Reno.
"Kenapa?" tanya Reno jahil sambil meniup manja telinga Aruni
"Ah,mas Reno." cicit Aruni manja.
Reno semakin jahil,dia mulai mengecup punggung Aruni.Dan menggigit pelan telinga Aruni.
"Mas Reno.!!" teriak Aruni.
"Eh,jangan teriak.Nanti ibu sama ayah masuk bagai mana?" tanya Reno panik sambil duduk.
"Lagian mas Reno jail banget." ucap Aruni yang masih tak berani memandang wajah suami nya.
"Abis kamu lucu."jawab Reno sambil tertawa. "Sini tiduran nya disini." ucap Reno sambil meletakan kepala Aruni diatas lengan nya.
Kini posisi kedua nya saling berhadapan,Reno tampak sedang menatap wajah Aruni.Aruni yang tak sengaja mendongakan kepala nya lantas membuat mata mereka saling bertemu selama beberapa saat.Hingga akhir nya Aruni berpaling sambil menutup wajah nya.Ia merasa sangat malu dan juga gugup.
"Hei..kenapa muka nya ditutupin gitu." tanya Reno sambil memegang tangan Aruni.
"Ah,mas Reno aku malu." ucap Aruni sambil terus munutup wajah nya.
"Sini-sini,saya peluk." ucap Reno sambil membawa tubuh Aruni kedalam pelukan nya.
Aruni yang mendapat perlakuan seperti itu lantas menjadi salah tingkah.Aruni semakin merasa tak karuan.Reno yang melihat tingkah sang istri hanya dapat tersenyum gemas.
"Hari senin besok,ada panggilan dari kepolisian. Untuk meminta keterangan dari kamu sebagai saksi dalam kasus nya Ari.Kamu bersedia hadir ga?" tanya Reno sambil mengusap-ucap punggung istri nya itu.
"Tapi aku disana ga akan ketemu dia kan mas?soal nya aku ga mau ketemu sama dia!" ucap Aruni pelan.
"Engga,saya jamin kamu ga akan ketemu sama dia." Ucap Reno menegaskan.
"Iya mas,tapi di temenin sama mas Reno kan?" tanya Aruni sambil mendongakan wajah nya.
"Pasti,saya juga ikut kesan." ucap Reno sambil memgecup kening Aruni. "Sebenar nya surat panggilan dari kepolisian itu sudah saya terima dari minggu lalu.Tapi saya hold dulu,karena saya ga mau mengganggu pikiran kamu." ucap Reno menjelaskan.
"Terima kasih ya mas,kamu udah mau peduli sama aku." ucap Aruni sambil tersenyum.
"Iya,itu sudah jadi kewajiban saya." ucap Reno sambil mengusap lembut bibir mungil istri nya itu.
Aruni yang mendapat perlakuan yang membuat jantung nya tak karuan itu lantas malah menutup mata nya,takut Reno mencium nya lagi.
Namun tiba-tiba..PLEETAAK...
"Aww..."pekik Aruni sambil membuka mata nya dan memegang dahi nya. "Sakit." ucap Aruni sambil manyun.
Aruni tak menjawab pertanyaan Reno.Dia lantas membenamkan wajah nya didada bidang milik Reno.Dia merasa sangat malu karena memikirkan hal yang tidak-tidak.
Reno yang melihat tingkah lucu istri nya itu merasa sangat gemas.Jika saja saat ini Aruni tidak sedang hiad mungkin sudah di makan habis oleh nya hingga tak tersisa.
Reno semkin mengeratkan pelukan nya pada Aruni.Dia membelai lembut rambut istri nya itu.
"Mas." ucap Aruni pelan.
"Emm." ucap Reno lembut
"Mas boleh tanya sesuatu?" tanya Aruni sambil mendongakan wajah nya.
"Boleh,mau tanya apa.Hem?" Reno balik bertanya.
"Emm....sebener nya yang buat mas Reno mau dijodohin sama aku,itu apa?"
"Apa ya...." ucap Reno sambil pura-pura berpikir.
Aruni menunggu jawaban Reno sambil terus menatap wajah suami nya itu.
"Mas,kok malah bengong." ucap Aruni kesal.
"Saya ga punya jawaban.Soal nya pada saat mama sama papa minta saya untuk nikah sama kamu,awal nya saya menentang.Tapi setelah saya bertemu dengan kamu,semua nya mengalir begitu saja." ucap Reno menjelaskan.
"Pada saat dijodohin sama aku,posisi mas Reno punya pacar ga?"
"Engga."
"Masa sih,bohong ah!"
"Beneran,saya memang ga pernah pacaran sejak kuliah."
"Masa sih mas,kok bisa?Pasti mas Reno jajan ya?"
"Hem..jajan?Maksud nya bagai mana?"
"Ya,jajan mas!Masa ga tau sih?Jangan pura-pura mas.Jaman sekarang laki-laki apa lagi sudah dewasa dan mapan ga mungkin ga punya pasangan atau hemph.."
Tiba-tiba Reno m*l*m*t bibir Aruni.Aruni yang mendapat serangan tiba-tiba hanya dapat membelalakan mata nya.Reno yang semula agak kasar kini mulai melakukan nya dengan lembut. Aruni pun mulai bisa mengimbangi pernainan Reno.Sampai akhir nya Reno menyudahi aksi nya. Mereka berdua mengatur nafas masing masing.
"Itu hukuman untuk kamu." ucap Reno sambil mencubit hidung Aruni.
"Aww..." pekik Aruni sambil mengusap-usap hidung nya.
"Manya kalau ngomong jangan asal,kamu harus tahu gak semua laki-laki itu bajingan.Bukan berati saya orang suci,saya juga banyak dosa. Tapi disini kamu harus rumah mainset kamu.Kalau ga semua laki-laki itu sama." ucap Reno sambil mengusap pipi mulus Aruni.
Aruni yang mendapat perhatian begitu besar dari suami nya hanya dapat tersenyun malu.
"Run,besok kita kerumah mama ya?"
"Iya mas."
"Ya udah sekarang kita tidur yuk,udah jam setengah dua lho."
"Ayo mas."
Aruni membenamkan wajah nya kembali di dada bidang milik suami nya itu.Dan Reno tak lupa memgecup pucuk kepala istri nya sambil mengusal-ucap punggung Aruni.
Pasangan pengantin baru itu pun kemudian tertidur dengan posisi Reno memeluk Aruni.
next bab ya....
Terima kasih banyak..untuk sahabat semua yang masih setia baca CINTA DALAM PERJODOHAN.
Terimakasih juga atas dukungan yang kalian berikan..terus dukung aku ya sahabat...biar aku tetap bisa berkarya..