
Anisa berjalan sendiri menuju Perpustakaan karena memang ke dua temannya berada di sana,
Tanpa Anisa sadari dia melewati kelas Sandi namun dia hanya terus berjalan,
Sedangkan Sandi yang memang berada dalam kelas segera berlari keluar untuk mengejarnya.
" Nisa,, tunggu Nis " Ucap Sandi
Anisa menoleh namun dia segera berlari menjauh, dia tidak mau bertemu dengan Sandi untuk saat ini.
" Nis,, Tunggu " Ucap Sandi menarik tangan Anisa
" Lepas Mas " Ucap Anisa namun Sandi tidak melepaskan nya
" Nis,, Please kasih gue waktu untuk bicara "
" Maaf Mas,, Lona dan Meylan sudah nunggu di Perpustakaan "
" Anisa, Gue bakal lepasin Loe tapi Please Loe jawab kenapa Loe nolak gue "
Anisa terdiam, dia bingung harus menjawab apa,, tidak mungkin dia menjawab sejujurnya dan sudah pasti Sandi akan terus mengejarnya.
Anisa menghela napasnya dia menatap Sandi
" Loe gak usah kepedean Mas, Gue sama sekali gak punya perasaan sama Loe "
" Nis,, Loe bohong selama ini kita deket"
" Gue sengaja lakuin semua ini "
" Maksud Loe "
" Gue cuma Manfaatin Loe "
Deg..!!
Sandi melepaskan genggamannya dia tidak menyangka jika selama ini Anisa hanya memanfaatkannya.
" Sekarang Loe udah tau kan jadi mulai sekarang Loe jangan pernah deketin gue " Ucap Anisa berlari meninggalkan Sandi yang masih terdiam mematung di sana.
-
Anisa berlari menuju toilet, air matanya mengalir deras, hatinya hancur,,
" Maafin gue Mas, gue sengaja bohong agar Loe gak ganggu gue dan Loe benci gue"
Anisa terus terisak di sana, ,
-
Sandi langsung menuju mobilnya,
Entah dia akan kemana yang pasti dia ingin melupakan semuanya, hatinya sangat sakit mendengar ucapan yang keluar dari mulut Anisa,,
Selama ini Anisa hanya memberikannya harapan palsu dan ternyata dia hanya memanfaatkannya.
" Bod*** banget gue, ternyata selama ini gue hanya di manfaatin Anisa,, gue gak nyangka ternyata Loe seperti ini Nis "
Tanpa di sadari air matanya menetes begitu saja di wajah Tampannya.
*******
Lona mencari Anisa karena dia belum juga datang padahal Anisa hanya bilang jika dia akan ke toilet dan akan menyusul ke perpus.
" Mey, Anisa kemana sih " Ucap Lona
" Kan dia bilang ke toilet Lon "
" Gue samperin dulu deh " Ucap Lona dan Meylan mengangguk
Lona keluar perpustakaan dan menuju Toilet, dia khawatir dengan Anisa saat ini..
" Nis,, Loe dimana " Ucap Lona masuk ke dalam toilet
Lona membuka semua toilet namun tidak menemukan Anisa disana, dia pun mengambil ponselnya untuk menelpon namun Anisa tidak mengangkatnya.
" Nis, Angkat dong Loe dimana " gumam Lona sambil terus menghubungi Anisa
Lona berjalan keluar, namun dia berpapasan dengan Zicko dan Reno..
" Sayang,, dari mana " Ucap Zicko
" Kalian Liat Anisa gak "
" Loh bukannya bareng Kamu Yang,, "
" Kita juga lagi nyari Sandi Yang "
" Astaga, kenapa pada ngilang gini sih " gerutu Reno
" Terus dimana Sweetheart gue Lon "
" Perpus "
" Gue ke sana dulu deh, terus kita cari mereka " Ucap Reno dan mereka mengangguk.
" Apa kak Sandi udah cerita Kak "
" Kita bicara di sana ya " Ucap Zicko menggandeng tangan Lona
" Sandi udah ungkapin perasaannya ke Anisa tapi Anisa nolak Yang "
" Apa Kak,, gak mungkin Kak,, setau aku Anisa juga punya perasaan sama Kak Sandi "
" Pasti ada sesuatu " Lanjutnya
Lona kembali mencoba menghubungi Anisa dan lagi lagi tidak di angkat.
" Ayo Kak kita ke rumah Anisa " Ucap Lona menarik tangan Zicko.
*****
Setelah 20menit mereka sampai di depan rumah Anisa,,
Lona segera berjalan namun rumah terlihat sepi dan Lona mencoba mengetuknya.
Tok, tok,, tok,,
" Sebentar " Ucap Ibu Widia dari dalam
" Loh Nak Lona, Nak Zicko "
" Maaf Tante,, Anisa nya ada " Ucap Lona
" Anisa,, bukannya dia masih kuliah ya,, "
" Jadi Anisa belum pulang ya Tan, ya Udah kita permisi Tante" Ucap Zicko ramah
" Oh ya,, Hati hati Nak "
Zicko tersenyum dan mengandeng tangan Lona masuk kembali ke dalam mobilnya.
" Loh kak,, kenapa kita malah pergi "
" Sayang denger, Tante Widia bilang kalau Anisa belum kembali dan jika kita bilang Anisa juga gak ada di kampus pasti tante Widia akan sangat khawatir "
" Kak Zicko bener juga, terus kita cari mereka dimana Kak "
" Kamu tenang ya, mereka pasti sedang saling menenangkan diri dan mereka pasti akan baik baik saja Oke "
Lona mengangguk dan mereka melajukan mobilnya menuju Brians Cafe.
*****
Zicko terus menggandeng tangan Lona masuk ke dalam Cafe dan mereka langsung menuju ruangan Zicko.
" Kamu duduk di sana ya, Aku tinggal sebentar " Ucap Zicko dan Lona mengangguk
Lona duduk di sofa dia kembali mengambil ponselnya untuk terus menghubungi Anisa namun tetap saja tidak ada jawaban.
" Anisa,, Loe dimana sih " gumam Lona
Zicko kembali dengan membawa minum juga makan, dia tau jika Lona belum makan dari kampus karena sibuk dengan Anisa.
" Sayang,, kamu makan dulu ya " Ucap Zicko
" Kak,, Anisa masih belum bisa dihubungi "
" Hei,, Anisa sudah dewasa dia pasti tau apa yang gak boleh dia lakukan, Kamu jangan khawatir ya" Ucap Zicko mengusap wajah Lona
" Sekarang kamu makan dulu ya, dari tadi kamu belum makan kan "
Lona mengangguk dan membuka mulutnya saat Zicko mulai menyuapi nya.