
Dokter yang memeriksa Lona keluar, wajahnya terlihat berbeda,,
" Dokter bagaimana keadaan putri saya " Ucap Tian
Dokter menghela napasnya panjang dan menatap Tian yang wajahnya sangat sayu, menatap Biyanka yang terduduk dengan Lio yang di samping nya.
" Maaf Tuan,, kondisi Non Lona sangat lemah bahkan Sekarang non Lona mengalami dehidrasi, cairan yang masuk ke dalam tubuh Non Lona hanya sedikit, bahkan perasaan Non Lona sedang sangat terpukul membuat tubuhnya lemas "
" Lakukan yang terbaik untuk Putri saya Dok, berapa pun akan saya bayar "
" Kami akan melakukan yang terbaik Tuan, dan sementara ini Non Lona kembali di inpus untuk beberapa hari ke depan lebih Baik Non Lon untuk tidak turun dan harus istirahat total"
" Baik Dok, saya mengerti terima kasih "
" Sama sama Tuan, Saya permisi jika ada sesuatu bisa langsung memanggil Saya "
Tian mengangguk,
Dan menatap Biyanka yang tampak sedih, wajahnya pucat juga matanya yang sangat sembab.
Tian berjalan menghampiri Lio dan Biyanka.
" Sayang,, kamu pulang ya istirahat biar Aku yang di sini " Ucap Tian mengusap wajah Biyanka
" Engga Mas, aku mau menemani Lona aku gak mau ninggalin dia "
" Tapi Sayang, kamu terlihat sangat lelah, aku gak mau kamu malah jadi sakit "
" Tapi Mas, gimana kalau Lona cari kau "
" Ada Aku disini, kamu istirahat ya "
" Bang,, Tolong anterin Mama pulang sekalian Abang juga istirahat di rumah"
" Iya Pa,, Ayok Ma kita pulang "
Biyanka menatap Tian yang mengangguk,,
" Kabari aku jika terjadi sesuatu " Ucap Biyanka dan Tian mengantuk
Lio Memapah Biyanka berjalan keluar Rumah sakit, tubuh Biyanka memang sangat lemah, selama beberapa hari dia selalu di Rumah Sakit menunggu Lona.
*******
Sementara Ben,
Ponselnya berdering dan terlihat Tian yang menelponnya dengan segera Ben menggeser tombol hijau untuk mengangkatnya.
" Halo Tuan " Ucap Ben
" Bagaimana Perusahaan Ben, Maaf Saya belum bisa kembali ke Kantor sekarang" Ucap Tian di seberang
" Perusahaan aman terkendali Tuan,
Dan Tuan tidak usah khawatir, Saya akan berusaha mengurus nya,, "
" Terima kasih Ben, "
" Maaf Tuan bagaimana keadaan Non Lona juga Mas Zicko, Maaf saya belum kembali ke Rumah Sakit "
Terdengar Tian menghela napasnya..
" Lona masih sangat syok dengan semua ini dan Zicko masih belum sadar"
" Tuan sabar ya, Saya yakin semua pasti akan kembali seperti dulu "
" Terima Kasih Ben, Saya titip Kantor hubungi saya jika terjadi sesuatu "
" Baik Tuan "
Ben menutup ponselnya, dia kembali dengan berkas yang ada di depannya.
********
Tian Duduk di samping Lona, menatap wajah putrinya yang selalu dimanjakan nya kini terbaring lemah dengan luka di leher, tangan yang di inpusnya rasanya sangat sesak,,
" Maaf in Papa Honey, ini semua karena Papa tidak menjaga kamu dengan baik, kamu jadi seperti ini.
Harusnya Papa bisa lebih cepat menemukan kamu dan kamu gak akan seperti ini.
Andai mereka masih hidup, Papa gak akan membiarkan mereka, Papa pasti akan membalas semuanya Sayang. "
Tian menggenggam tangan Lona, mengusap rambutnya dan mengecup keningnya..
Tian terus di sana, menemani putrinya tanpa sama sekali meninggalkan nya.
Lona masih tertidur karena Dokter sengaja memberinya obat penenang agar Lona bisa berisitirahat.