
Hari semakin larut dan Lona mengajak Zicko pulang karena mengingat Zilo yang mereka tinggal..
" Kak, kita pulang yuk kasihan Zilo sama Mama di rumah "
" Iya Sayang, Yuk "
" Kalian mau pulang, Kita juga deh Anisa juga sedang hamil dan anginnya begitu kencang " Ucap Sandi
Zicko mengangguk dan berjalan menghampiri Reno juga Meylan untuk pamit.
" Kalian mau pada kemana " Ucap Reno
" Kita balik ya, Kasihan Zilo gue tinggal sama Mama " Ucap Zicko
" Anisa juga harus istirahat Ren "
" Oke,, Thanks ya kalian udah dateng dan Loe Ko,, Thanks buat semuanya " Ucap Reno memeluk Zicko dan bergantian dengan Sandi
" Gue pamit ya Mey, sekali lagi selamat buat pernikahan Kalian gue bahagia " Ucap Lona memeluk Meylan dan langsung di susul Anisa yang ikut memeluknya.
" Thanks banget kalian udah dateng,, Kalian memeng sahabat gue "
" Ka,, selamat ya.. Jaga Meymey awas kalo Loe bikin nangis " Ucap Lona
" Siap Lon,, Loe tenang aja "
" Mas Reno sekali lagi selamat ya, Jaga Meylan"
" Pasti Nis "
Mereka berempat pun berjalan turun untuk berpamitan dengan orang tua Reno juga Meylan..
-
Sementara di rumah,,
Zilo memang sangat pintar dan dia sama sekali tidak nangis di tinggal Lona dan Zicko padahal Zilo sendiri masih harus minum Asi.
Mia terus memandang wajah tampan cucu pertamanya, Wajahnya tidak jauh dari wajah Zicko saat kecil mata, alis hidung juga bibirnya semua mirip Zicko.
Usia Zilo belum ada dua bulan namun tubuhnya sudah berisi dan pipinya yang cubi membuat nya sangat menggemaskan.
" Zilo bobok sama Oma deh malam ini ya, biarin Daddy dan Mommy senang senang dulu"
Ucap Mia mengecup pipi gembul Zilo
Zicko dan Lona yang sudah sampai di rumah langsung mencari Putranya, baru beberapa jam tidak bertemu Zilo rasanya sudah sangat kangen.
Tok,, tok,, tok,,.
" Ma, ini Lona.. Mama udah tidur " Ucap Lona
Tidak lama pintu terbuka dan terlihat Mia yang tersenyum..
" Kalian sudah pulang "
" Sudah Ma,, Zilo dimana Ma, rewel gak dia Ma"
" Zilo udah tidur sayang,, Gak rewel sama sekali "
Zicko, Lona dan Mia berjalan masuk,, Lona tersenyum melihat putranya yang sudah tertidur pulas.
" Nanti Mama malah begadang Lagi "
" Gapapa Sayang,, Lagian Mama seneng kok,, Kalian juga pasti lelah,, Istirahat ya "
Lona menatap Zicko yang mengangguk dia pun akhirnya mengiyakan.
" Ya Sudah Ma, kita ke kamar dulu ya.. Kalau Zilo nangis langsung bangunin aku Ma "
" Iya Sayang,, selamat istirahat kalian "
Lona tersenyum dan mereka berjalan keluar menuju kamarnya.
-
Zicko yang sudah berganti piyama terus menatap istrinya yang masih menyisir rambutnya,,
Rasanya sangat bahagia dengan keluarga kecilnya bahkan semenjak kelahiran Zilo usaha dan bisnisnya semakin berkembang pesat bahkan Zicko mampu kembali membuka cabang di daerah dan kota lain.
Lona beranjak dan menghampiri suaminya,,
" Kenapa senyum senyum gitu " Ucap Lona duduk di sampingnya
" No Sayang,, Aku cuma merasa bahagia dengan keluarga kita.. Kehadiran Zilo bukan hanya menambah kebahagiaan kita namun juga menambah rejeki buat keluarga kita "
Lona menatap suaminya,
Di mengingat semua yang di dapatnya, bahkan sejak kecil dia selalu hidup bahagia selalu di lindungi Papa juga Abang hingga akhirnya bertemu dengan Zicko yang juga menjaganya hingga saat ini menjadi suaminya.
Zilo putra mereka hadir di tengah tengah keluarga mereka membuatnya merasa sempurna dalam kebahagiaan mereka.
Lona merebahkan kepalanya bada dada Zicko,,
" Dan kaKak,, Kakak adalah suami juga Daddy hebat buat aku juga Zilo, kamu bahkan selalu berusaha ada untuk kami, selalu membahagiakan kami, memberikan semua yang kami butuhkan,, Kamu kepala keluarga yang hebat Kak "
Zicko mengusap rambut Lona dan sesekali mengecupnya..
" Kamu dan Zilo merupakan harta paling berharga, berlian untuk ku yang harus dan selalu aku jaga, bagaimana pun caranya "
Lona merasa sangat bahagia hingga tanpa terasa air matanya menetes pada pipinya..
Lona menyekanya,,
Zicko memegang kedua bahu Lona dan menatapnya, mengusap air mata yang mengalir di wajah cantik Lona..
" Jangan pernah menangis Sayang,, Karena hati aku akan sangat sakit juga teriris melihat wanita yang sangat aku cintai menangis "
Lona menggeleng dan menggenggam tangan Zicko,,
Tanpa Zicko duga Lona menciumnya dengan sangat lembut dan penuh perasaan.
" Terima kasih sudah menjadikan aku wanita satu satunya, terima kasih telah hadir dalam hidup aku, terima kasih karena selalu ada dan selalu melindungi aku "
Zicko menarik Lona dan langsung memeluknya erat, menumpahkan rasa sayang dan cintanya kepada istri yang sangat dia cintai, Ibu dari putranya Zilo Brian Wiharto.
" Kamu, Aku juga Zilo akan terus bersama apa pun yang terjadi " Ucap Zicko masih dengan memeluk Lona
Lona hanya mengangguk dalam pelukan hangat suaminya..
TAMAT