Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
KEJUTAN


Pagi ini tepat pukul 5.30 pagi pesawat yang ditumpangi Reno mendarat dengan selamat.Reno dan Ali bergegas keluar dari bandara. Karena mereka memang sudah dijemput juga oleh orang suruhan Ali.


"Pak,antar saya keapartemen saja." ucap Reno ketika sudah didalam mobil.


"Baik tuan." jawab sang supir.


Reno sengaja tidak ingin pulang kerumah nya. Dia ingin menjemput Aruni nanti dirumah sakit. Dia memilih apartemen, karena jarak antar apartemen dan rumah sakit tidak terlalu jauh. Kalau dibandingkan rumah keluarga Herlambang lebih jauh.


"Maaf tuan,ada laporan terbaru dari tentang nona Aruni." ucap Ali memberitahu.


"Apa?" jawab Reno datar.


Ali kemudian menyerahkan ponsel nya.Disana sudah ada rekaman chat dari Ari yang dikirim untuk nona Aruni.Yang dimana ponsel Aruni telah diretas untuk mengetahui apakah Ari menghubungi Aruni.Dan ternyata Ari masih saja terus menghubungi Aruni.


"B****s**." Ucap Reno kesal saat tau apa yang dilakukan Ari pada Aruni.


Reno kemudain menyerahkan ponsel Ali kembali.


"Kamu sudah melakukan apa yang saya minta?" tanya Reno dingin.


"Sudah tuan.Informasi terakurat,bahwasannya Dia hanya seorang pemilik perusahaan tekstile.Dia menjabat sebagai dirut di perusahaan yang, didirikan oleh orang tua nya.Perusahaan textile itu milik tuan Firmansyah.Kiita sudah membeli 30% saham dari perusahaan tersebut." ucap Ali menjelaskan tentang Ari pada Reno.


"Bagus, tingkatkan terus saham disana.Minimal 50% milik kita." Ucap Reno.


"Baik tuan." ucap Ali.


Sekitar tiga puluh menit kemudian mobil yang ditumpangi Reno dan Ali telah sampai dipelataran parkir apartemen.Reno dan Ali keluar dari mobil.Mereka berjalan beriringan kedalam lift.


Kini Reno telah sampai di unit apartemen nya. Dia segera melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi.Karena dia merasa tubuh nya sudah lengket oleh peluh yang menempel. Reno membiarkan tubuh nya diguyur oleh air dingin yang keluar dari shower kamar mandi nya.


Reno cukup lama mengguyur tubuh nya dengan air shower.Reno bersandar di tembok sambil menikmati guyuran air yang keluar dari shower.


...


Sementara di tempat lain,Aruni yang masih dalam waktu bekerja sedang mengisi buku jurnal harian nya sambil berbincang dengan seorang perawat lain.


"Eh,Runi tau ga? tadi gue dari toilet.Terus ga sengaja denger gosip.Kata nya semalam ada laki-laki aneh gitu yang coba masuk kesini tanpa ijin.Terus sempet mukul scurity yang di lobby." ucap perawat yang bernama Mala.


"Ah,masa si.Terus gimana kelanjutan nya?" tanya Aruni antusias.


"Ga tau lagi.Cuma denger sampai situ doang." ucap Mala sambil nyengir.


"Akh,lu mah gosip nya ga up to date.Masa gosip cuma sedikit,bikin penasaran aja." ucap Aruni kesal.


"Ya,maaf.Habis nya tadi gue kebelet banget.Jadi gue ketoilet dulu.Eh pas gue balik yang lagi pada bergosip ria udah bubar."ucap Mala menjelaskan.


"Kentang ah gosip nya.Ga seru." ucap Aruni sambil tertawa.


"Tenang Run,gue bakal cari informsi terup to date lain nya.Biar lu ga kentang." ucap Mala menimpali sambil tertawa pula.


"Oke deh,gue tunggu ya,info ter up date nya." ucap Aruni sambil berdiri.


"Mau kemana lu?" tanya Mala.


" Mau ngasih obat pasien dulu.Trus mau siap-siap pulang.Udah setengah delapan ni." ucap Aruni menjelaskan.


"Akh yang bener? gue juga mau siap-siap deh kalo gitu." ucap Mala senang.


Aruni kemudian meninggalkan Mala untuk menunaikan tugas nya sebelum pulang.Aruni berjalan menuju kamar rawat seorang pasien.


...


Sementara di tempat lain.Reno tengah bersiap untuk menjemput Aruni.Dia akan memberikan kejutan kepada Aruni.Reno selesai menyesap kopi nya untuk yang terakhir dan langsung bergegas turun ke luar untuk menuju parkiran apartemen.


"Sudah Al?" tanya Reno pada Ali ketika sudah sampai diparkiran.


"Sudah tuan." Jawab Ali yang baru saja keluar dari mobil Reno.Yang baru saja dipanaskan mesin nya oleh Ali.


"Oke.Terimakasih ya Al." ucap Reno.


"Sama-sama tuan." ucap Ali sambil menyerahkan kunci mobil milik Reno.


"Oh iya.Hari ini kamu free ya." ucap Reno sesaat sebelum masuk kedalam mobil.


" Baik tuan." jawab Ali patuh.


Reno kemudian mengendarai mobil nya menuju rumah sakit.Reno mengendarai mobil nya sengan kecepatan sedang.Dia sudah tidak sabar ingin bertemu Aruni. Sepanjang perjalanan Reno terus saja membayangkan bagai mana reaksia Aruni nanti.Reno tersenyum simpu sendiri.


Tak lama Reno telah tiba di pelataran parkir rumah sakit tempat Aruni bekerja. Reno memarkirkan kendaraan nya yang bermerk Audi RS5 2.9 TFSI Quattro.Mobil dengan harga dua miliar lebih itu telah terparkir manis di pelataran parkir rumah sakit.Reno kemudian meraih ponsel nya untuk menghubungi seseorang.


"Baik tuan,saya kesana." ucap seseorang yang Reno hubungi.


" Oke." jawab Reno singkat.Yang kemudian langsung memutuskan sambungan telepon nya.


Reno menunggu seseorang itu didalam mobil.Tak lama kemudian orang yang dia tunggu sudah nampak.Dua orang bodyguard yang ia tugaskan untuk menjaga Aruni dua puluh empat jam.Reno segera keluar dari mobil untuk menemui mereka


"Pagi tuan." Ucap para bodiguar itu ketika bertemu dengan Reno.


"Pagi, bagai mana kondisi nya?" ucap Reno yang sudah berdiri samping mobil nya.


"Semua masih aman terkendali." jawab seorang bodyguard.


"Bagus,antar saya ketempat dimana Aruni biasa memarkirkan kendaraan nya." ucap Reno dingin.


" Baik tuan." ucap para bodyguar itu kompak.


Reno dan para bodyguard berjalan beriringan menuju pelataran parkir khusus karyawan rumah sakit tempat Aruni bekerja.


Sesampai Reno dan para bodyguard nya di pelataran parkir khusus karyawan rumah sakit,mereka langsung menunggu Aruni keluar dari pintu karyawan. Reno berdiri sedikit agak jauh dari tempat Aruni memarkirkan kendaraan nya.


Tak berselang lama,para karyawan rumah sakit yang bertugas dalam shift malam sudah mulai keluar dari pintu karyawan satu persatu. Reno mengamati setiap orang yang keluar dari pintu karyawan tersebut.Dan kemudian mata nya menangkap sosok yang beberapa hari ini terus mengusik pikiran nya.Sosok itu adalah Aruni.


Reno meraih ponsel nya dan mulai menghubungi Aruni.


"Assalamualaikum." Ucap Reno ketika Aruni menjawab panggilan telepon nya.


"Waalaikumsalam.Mas Reno?!" ucap Aruni dari sebrang telepon dengan nada tak percaya.


"Iya,saya ada di dekat parkiran ni." ucap Reno halus.


"Hah?parkiran mana?" tanya Aruni kaget.


"Parkiran tempat kamu parkirkan kendaranan mu." ucap Reno.


Aruni yang mendengar itu merasa tak percaya. Dia celingukan mencari sosok pria nya.Dan kemudian saat melibat sosok pria nya sedang melambaikan tangan kepada nya,Aruni langsung membekap mulut nya karena tak percaya dengan apa yang ia lihat.Aruni melangkahkan kaki nya menuju tempat dimana Reno tengah berdiri bersama kedua bodyguard nya.


"Mas Reno?Kok bisa ada disini?" tanya Aruni kaget saat telah samapi dihadapan Reno.


"Saya mau kasih kamu kejutan.Bagai mana, terkejut ga?" tanya Reno.


"Iya,sangat." jawab Aruni yang tampak masih shock. "Kok bisa sih udah disini.Kata nya lima hari disana?ini belum lima hari kan?" tanya Aruni penasaran.


"Iya,ternyata pekerjaan saya lebih cepat selesai nya." ucap Reno. "Sekarang kamu pulang sama saya ya?" ucap Reno pelan.


"Tapi aku bawa motor mas." ucap Aruni ragu.


"Ga apa-apa,nanti motor nya biar mereka yang bawa." ucap Reno sambil menunjuk dua bodyguard nya.


"Tapi,apa ga apa-apa mas?" tanya Aruni ragu.


"Ga apa-apa mereka orang-orang saya." ucap Reno meyakinkan Aruni.


"Ya udah deh." jawab Aruni sambil menyerahkan kunci motor matic kesayangan nya.


Aruni dan Reno kemudian berjalan menuju parkir utama rumah sakit.


"Non Aruni." teriak seseorang yang tak lain adalah polisi pengawal Aruni.


"Eh,iya pak."ucap Aruni ketika sang polisi tersebut sudah didekat nya.


"Mau kemana non.?" tanya polisi tersebut.


"Saya mau pulang pa."ucao Aruni.


"Tapi non saya bertugas harus mengawal non Aruni sampai rumah." ucap polisi tersebut tegas.


" Ga apa-apa pak,lakukan saja tugas bapak. Saya calon suami nya Aruni.Ikuti saja mobil saya ya." ucap Reno menjelaskan.


"Maaf,ini dengan tuan Reno?" tanya polisi tersebut yang memang sudah mengetahui cerita nya.


"Iya.Sekarang bapak ikutin mobil saya saja ya pak." ucap Reno.


"Siap Tuan." ucap Polisi tersebut dengan tegas.


Kemudian Reno dan Aruni kembali berjalan menuju mobil Reno.


next bab ya..