Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
CDP Season² Bab 116


Lona sudah kembali masuk kuliah setelah beberapa hari ijin dan dia memaksa masuk karena mengingat sebentar lagi akan ujian, sebenarnya cukup mudah bagi Lona jika ingin mendapatkan nilai bagus karena seluruh dosen tau siapa dia namun Lona tidak mau semudah itu, dia ingin mendapatkan semua dengan jerih payahnya dan bukan karena orang tuanya.


Seperti biasanya, ketiga gadis cantik yang selalu mendapatkan pengawalan ketat dari ketiga cowok tampan berjalan menuju kantin, mereka sudah sama sama selesai kelasnya namun Ketiga Cowok tampan masih ada kelas dan hanya akan sebentar di kantin menemani para kekasihnya.


" Kalian gak papa kan kita tinggal " Ucap Reno


" What,, maksud Loe " Ucap Meylan


" Ya Kali mau di temenin, kita bakal tetap di sini "


" Engga Lah, kalian masih ada kelas kan kita tunggu di sini " Ucap Lona


" Ya Udah, tunggu di sini,, setelah selesai kelas kita balik lagi " Ucap Sandi


" Kamu gak papa kan aku tinggal " Ucap Zicko menatap Lona yang mengangguk


" Makan ya, jangan pedes makannya "


" Iya Sayang " Ucap Lona tersenyum


Zicko tersenyum dan mengusap wajah Lona, dan mereka berjalan meninggalkan para gadis cantik di kantin.


Lona memang sudah mulai terbiasa memanggil Zicko dengan sebutan Sayang.


" Ehem,, udah panggil sayang aja nih " goda Anisa


" Ya Kali Nis, sama calon suami " Ucap Meylan menggoda Lona


" Apa sih kalian,, biasa aja Kok "


" Tapi cocok sih,, kalo kalian menikah pasti bakal jadi hati patah hati sedunia dong Lon "


" Maksud Loe "


" Secara Loe cantik dan banyak yang sudak begitu juga dengan Kak Zicko, banyak cewek yang ngejarnya bahkan setelah mereka tau kalian sudah tunangan pun masih saja tetap mengejarnya " Ucap Meylan


" Gak habis pikir deh, tapi gue salut sama Loe Lon, Loe sabar banget ngadepi para fans fanatik Mas Zicko " Ucap Anisa


Lona hanya menggeleng dan tersenyum mendengar ucapan para sahabatnya.



Lona tau gimana para mahasiswa di kampusnya terhadap Zicko, mereka masih saja mengejarnya namun bagi Lona selama Zicko tidak merespon mereka itu bukan masalah dan selama ini memang Zicko selalu bersikap dingin kepada mereka, apa lagi mereka kepada Anisa ataupun Meylan daja Zicko masih cuek dan bersikap dingin.


Sementara di meja lain, tepatnya di depan sebelah pojok terlihat Galang yang terus menatap ke arah mereka, lebih tepatnya Galang terus menatap Lona.


Semua gerak gerik Lona selalu dalam pantauan Galang dan Galang selalu saja mencuri foto Lona di saat tersenyum ataupun saat Lona terdiam.


" Gue gak nyangka Loe secantik ini sekarang, dulu gue selalu mengejek Loe sampai Loe nangis tapi setelah dewasa Loe bisa secantik ini Lon, bahkan gue yang dulu hanya akan minta maaf kini merasa jatuh cinta dengan Loe "



Galang terus berada di sana,


*********


Cukup lama mereka di sana, dan Lona ingin ke toilet..


" Guys,, Gue ke toilet bentar ya " Ucap Lona


" Gue temenin ya " Ucap Anisa namun langsung di cegah Lona


" Gak Usah Nis, gue gak papa sendiri Kok " Ucap Lona tersenyum


" Bener loe gak papa "


" Iya, kalian makan dulu aja, gue bentaran kok" Ucap Lona berjalan meninggalkan kedua temannya


Sebenarnya Sandi sudah menceritakan semua kepada Anisa, dan Anisa berjanji untuk melindungi Lona jika mereka hanya bertiga.


-


Lona menatap wajahnya pada kaca toilet, dia membenarkan rambutnya dan kembali berjalan keluar.


Dia berjalan menyusuri lorong karena memang toilet di kampusnya lumayan jauh dari kantin.


" Hai Lon, " Ucap Galang tiba tiba


Lona terhenti dan menoleh, dia kembali berjalan saat tau jika Galang lah yang memanggilnya..


" Gue denger Loe habis sakit "


" Gue udah sembuh "


" Loe sakit apa kemarin "


" Bukan urusan Loe "


" Hei gue Dokter, Apa Loe lupa "


Lona menghentikan langkahnya dan menatap malas Galang,,


" Oh ya, Gue gak tau malahan " Ucap Lona kembali berjalan


" Fillona Mahendra " Ucap Galang sedikit berteriak sampai membuat Lona kembali terhenti dan menatap Galang.


" Dulu, gue cari Loe cuma untuk minta maaf karena kesalahan Gue sama Loe waktu kecil dulu, gue menyesal melakukan semua itu sama Loe, dan semenjak gue pindah sekolah gue merasa bersalah sama Loe "


Lona kembali berjalan meninggalkannya namun tiba tiba Galang menahan tangannya,,


" Lepas,, Loe mau apa sih " Ucap Lona melepaskan tangannya namun Galang tetap menahannya..


Lona merasa takut dengan tatapan Galang yang menatapnya tanpa berkedip bahkan Galang terus mencekeram lengan Lona.


Lona menatap sekeliling yang terlihat sepi karena toilet memang berada di pojok lorong. ..