
Keesokan Harinya,,
Anisa masih belum terbangun padahal jam sudah menunjukan pukul 7 pagi padahal biasanya Lona selalu bangun pagi..
Tian berjalan turun dan menghampiri Biyanka yang masih menyiapkan sarapan di bawah,
" Pagi sayang,, Ucap Tian mengecup pipi Biyanka
" Pagi mas,,
" Loh Sayang,, Ade belum bangun
" Belum Mas, mungkin kelelahan dia biarin aja hari ini juga gak ada kuliah Ucap Biyanka dan Tian mengangguk.
Biyanka dan Tian pun menikmati sarapannya,,
-
Sementara di Kamar,
Lona terbangun karena mendengar Ponsel nya berdering,,
Dia pun meraba raba dan mengambil benda pipih diatas nakas..
" Halo,, Ucap Lona dengan masih memejamkan matanya
" Sayang,, masih tidur Ucap Zicko di seberang
" Kak Zicko,, Ucap Lona kaget dan Zicko terdengar terkekeh
" Aku ganggu ya,, Maaf ya,,
" Engga Kak,, memangnya ini jam berapa
" Jam 7 sayang,,
" Astaga ternyata udah siang,, Ucap Lona beranjak duduk
" Kamu hari ini gak ada kelas kan Yang,,
" Engga Kak,,
Kak Zicko mau berangkat
" Iya,,
Ya Udah Aku kuliah dulu ya,, kamu istirahat di rumah,,
" Iya Kak,, Hati hati jangan Nakal Loh
" Engga bakal sayang,,
Bye,, I Love you
" Bye Kak,,
Love you Too
Lona menyimpan ponselnya di atas meja dan dia berjalan menuju kamar mandi.
*******
Zicko bergegas turun dengan sudah siap ke kampusnya, hari ini dia hanya ada kuliah pagi.
" Pagi Ma,, Sapa Zicko
" Pagi Sayang,, kita sarapan dulu Ucap Mama Mia dan Zicko mengangguk
*****
Lona berjalan turun dan Biyanka tersenyum melihat putrinya,,
" Pagi Honey,, Ucap Biyanka
" Pagi Mam,, Maaf Ade bangun siang
" Gak Sayang,, Kamu pasti capek ya Ucap Biyanka mengusap wajah putri nya
" Papa udah berangkat ya Mam,,
" Sudah dari tadi,, kenapa
" Gak Papa Mam,,
" Kamu mau sarapan atau minum susu dulu,,
" Minum Susu aja Mam,, Ade belum laper
Biyanka tersenyum dan mengambil kan segelas susu hangat untuk putrinya,,
Biyanka menatap wajah Lona yang terus terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu..
" Honey Are you Oke Baby,,
" Yes Mam,,
Ade cuma lagi mikirin teman Ade di Bandung
" Siapa,, Ucap Biyanka mengernyitkan keningnya
" Sekarang Ade tau kan, di luar sana masih banyak orang yang kurang beruntung, Makanya Papa sama Mama gak pernah ajarin Ade atau Abang untuk sombong..
" Iya Mam,,
Thanks ya Mam,, Ucap Lona memeluk Biyanka
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
Lona sudah terlihat cantik setelah mandi dan dia memakai pakaian rapi,,
" Loh Ade mau kemana,,
" Ke Kantor Papa Mam,, apa Mama mau ikut
" Pengin cuma Mama ada janji, Ade gak papa kans sendiri
" Gak Papa Mam,,
Ade jalan dulu ya Ma,, Ucap Lona mengecup pipi Biyanka
" Ya Honey hati hati,,
****
Sementara Di Perusahaan,
Tian sedikit sibuk dengan beberapa dokume yang ada di atas meja,,
Dia pun masih menatap Laptopnya namun tiba tiba terdengar suara ketukan pintu,,
Tok,, tok,, tok,,
" Masuk,, Ucap Tian dengan masih menatap Laptopnya
Lona tersenyum dan dia berjalan masuk tanpa berbicara..
" Ada Apa Ben,, Ucap Tian masih dengan posisinya
" Ehem,,
Tian menghentikan aktifitasnya dan menoleh,, senyuman di wajahnya langsung terlihat saat putri kesayangannya berdiri manatapnya dengan kedua tangan yang di silangkan di atas dada.
" Astaga Honey,, Ucap Tian segera menghampirinya
Lona tersenyum dan langsung memeluknya,,
" Tumben kamu ke kantor, kenapa hem
" Gak boleh kalo Ade main ke kantor Papa,,
" Boleh Sayang,,
Kita duduk di sana ya
Tian mengandeng tangan Lona dan duduk di sofa.
" Ade sendiri,,
" Iya Pa,, tadi mau bareng mama tapi mama bilang ada janji ya udah Ade sendiri
" Papa sibuk gak,, Lanjutnya
" No Honey,, Kenapa hem,, apa ada sesuatu
" Pa,, Ade mau minta tolong..
" Minta tolong,,
Ada apa sayang
Lona menceritakan semua tentang Anisa dan Tian dengan sabar mendengarkannya..
" Jadi,, Apa papa mau bantu Anisa Pa
Tian tersenyum dan mengusap rambut Lona,,
" Apa Ade sangat ingin Anisa kuliah bareng Ade,, Ucap Tian dan Lona mengangguk
" Baiklah,, demi putri kesayangan Papa,,
Papa akan menyuruh Om Ben untuk mengurus semua..
" Papa serius,,
" Apa Papa pernah bohong sama Ade..
Lona tersenyum dan langsung memeluk Tian,,
" Thanks Pa,,
Ade sayang Papa,,
" Papa sangat sangat sayang Ade,, Ucap Tian membalas pelukan Lona dan mengecup kepalanya..
Lona senang karena sebentar lagi Anisa bisa kuliah di Jakarta dan mereka bisa kembali bertemu.