Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
PETAKA


Pagi ini Reno,mulai masuk kerja.Dia berangkat kekantor diantar oleh supir.Reno sedang tidak ingin mengendarai mobil saat ini.Pikiran nya kacau memikirkan Aruni yang entah berada dimana.


Reno pun tiba dikantor,dan sudah disambut oleh beberapa orang pengawal nya dan juga Ali.


Reno langsung berjalan menuju ruangan nya disusul oleh Ali dan beberapa orang pengawal peribadinya.


Sesampai nya diruangan nya,Reno langsung menghempaskan tubuh nya pada kursi kebesaran nya.Dia menyalakan laptop kerja nya,dan mulai mengecek beberapa email yang masuk.Sementara Ali menyiapkan beberapa materi yang akan dibawakan meeting pada hari ini dengan beberapa orang investor dan juga para pemegang saham.


Reno tampak sangat serius mengerjakan pekerjaan nya.Dia terlihat seperti seorang yang sedang baik-baik saja.Padahal didalam pikiran nya dia tidak sedang baik-baik saja.


"Maaf tuan,ini adalah materi meeting untuk hari in."ucap Ali sambil memberikan materi meeting yang sudah ia susun.


"Iya Al,sebentar saya balas beberapa email ini dulu." ucap Reno sambil terus mengetik.


Ali pun kemudian kembali melanjutkan pekerjaan nya setelah ia memberikan materi meeting tersebut.


Dua puluh menit kemudian Reno dan Ali sudah berada diruang meeting,karena saat ini ia akan meeting dengan investor.Sebenar nya Reno enggan menghadiri meeting ini.Karena dia tahu pasti akan mendapat banyak pertanyaan tentang harga saham yang turun.


Reno memimpin meeting dengan sangat berwibawa.Kharisma nya sebagai seorang pemimpin sangat terlihat jelas.


...


Sementara di tempat lain,Ari yang seperti biasa membawakan sarapan untuk Aruni,dibuat terkejut.Karena mendapati Aruni sudah tergeletak pingsan dilantai.


"Aruni." ucap Ari yang langsung melempar nampan berisi makanan untuk Aruni tersebut.


"Aruni bangun,bangun Run." ucap Ari sambil meraih kepala Aruni dan memangku nya.


Ari pun bergegas mengangkat Aruni dan memindahkan nya keatas ranjang.Dia kemudian meraih ponsel nya dan menelepon seseorang.


Ari terlihat sangat panik,dia terus menepuk-nepuk pelann pipi Aruni sambil terus memanggil nama nya.


Tak lama kemudian seseorang datang dengan membawa tas dan stetosko yang dikalungkan di leher nya.


"Buruan periksa." ucap Ari sambil menarik lengan oramg itu yang tak lain adalah dokter pribadi Alan.


Tanpa beebicara lagi sang dokter pun langsung memeriksa Aruni dengan teliti.


Ari tampak sangat khawatir dengan keadaan Aruni.Ada sedikit rasa bersalah di dalam hati nya.


"Bagai mana keadaan nya?"tanya Ari saat melihat sang dokter selesai memeriksa Aruni.


"Dia mengalami tekanan yang cukup hebat, sehingga membuat nya shock.Dan tekanan darah nya sangat rendah,ini disebabkan kurang nya asupan nutrisi.Dan satu lagi,sepertinya dia sedang hamil.."ucap sang dokter yang terputus karena Ari menarik kerah baju nya.


"Apa maksu lu?!" seru Ari sambil menarik kerah baju sang dokter dan bersiap memukul nya.


"Ada apa ini?" ucap Alan yang baru datang. "Udah lepas-lepas!" seru Alan sambil nenepuk lengan Ari dengan tongkat nya.


Ari pun menuruti Alan,dia melepaskan cengkraman tangan nya pada kerah baju sang dokter.Ari merasa kesal saat mendengar Aruni hamil.Dia tidak ingin Aruni mengandung anak dari pria lain,baginya Aruni hanya boleh menjadi milik nya seorang.


"Saya akan meresepkan obat untuk nya.Nanti saya akan kemari lagi." ucap sang dokter sambil berlalu.


Kemudian Ari pun pergi juga dari kamar Aruni disusul oleh Alan.


"Apa yang sebenar nya terjadi?" tanya Alan saat sudah berada diluar kamar Aruni.


"Aruni sedang hamil." jawab Ari sambil menghentikan langkah nya.


"Lalu?" tanya Alan sambil menatap tajam kearah Ari.


"Aakkh..!" Ari tak langsung menjawab pertanyaan Alan dia memilih untuk meninju sebuah tiang besar yang ada disana.Dan membuat tangan nya terluka.


Alan tak mengubris pebuatan Ari,dia hanya menatap tajam kearah Ari.


Sementara Ari hanya tertunduk lemas merasa tak berdaya.


"Gue cinta sama dia,tapi kenapa dia harus hamil dengan laki-laki lain?!" ucap Ari sambil berteriak.


Alan yang melihat Ari seperti itu hanya menyunggingkan senyuman nya yang penuh arti.


"Gue gak terima dia hamil dengan laki-laki lain,dia hanya boleh mengandung anak dari gue." ucap Ari sambil terisak.


"Heh,lu nangis gara-gara perempuan?!"ucap Alan menyepelekan.


Ari tak menjawab pertanyaan Alan.Dia menundukan kepala nya sambil mengepalkan kedua tangan nya.Ari merasa malu karena menangis didepan Alan.Dia tak ingin dibilang lemah oleh Alan.


Ari sekuat tenaga menahan tangis nya,walaupun terasa sesak didada nya.Namun Ari tetap berusaha menahan nya.Karena Ari tahu bahwa ia sudah membuat kesalahan dengan menangis didepan Alan.


"Tuan,ini obat untuk wanita yang didalam." ucap sang dokter yang tiba-tiba datang sambil menyerahkan beberapa bungkus obat kepada Ari.


"Ini obat apa?" tanya Alan yang langsung merebut bungkusan obat tersebut.


"Ini vitamin penambah daraah dan kalsium untuk ibu hamil,dan yang ini vitamin untuk menambah nafsu makan." ucap sang dokter menjelaskan.


"Ganti!" seru Alan sambil membuang bungkusan obat itu.


"Apa maksud lu ganti?!" ucap Ari yang tampak marah.


"Ganti dengan obat yang dapat menggugurkan kandungan."perintah Alan pada sang dokter.


"Baik tuan." ucap sang dokter sambil berlalu.


"Lu gila,maksud lu apa?" tanya Ari yang masih tak mengerti dengan tujuan Ari.


"Tapi gue ga mau nyakitin dia." ucap Ari sambil mengikuti Alan dari belakang.


"Ini sudah keputusan gue,lu ikutin aja." ucap Alan sambil pergi meninggalkan Ari.


"Akh..b**ng**k.Lihat aja setelah ini gue ga akan pernah bisa lu atur-atur lagi." ucap Ari sambil meninju keudara.


...


Sementara di tempat lain Reno yang baru selesai bekerja terlihat begitu lelah.Dia menyandarkan tubuh nya pada sofa besar didalam ruang kerja nya.Reno tanpak memejamkan mata nya,dan membayangkan senyum manis istri nya.


Tok..tok..tok..


Tiba-tiba terdengar ketukan dipintu ruangan nya.


Reno pun langsung membuka mata nya.


"Masuk." ucap Reno dari dalam ruangan.


Dan kemudian pintupun terbuka,ternyata Ali lah yang sudah mengetuk pintu nya.


"Maaf tuan,saya ijin untuk memberi tahu ini." ucap Ali sambil memberikan laptop nya kepada Reno.


"Apa ini Al?" tanya Reno pelan.


"Ini adalah email yang dikirimkan oleh Natasya kepada saya tuan,dia punya informasi mengenai nyonya." ucap Ali menjelaskan.


Reno pun tak menjawab lagi ucapan Ali,dia langsung membaca isi email yang dikirimkan oleh Natasya.


Dalam email itu,Natasya menjelaskan bahwa dalang semua ini adalah Ari.Dia merasa bersalah karena saat itu dia lah,bertugas memancing Aruni untuk keluar rumah.Dan menginfornasikan segala kegiatan Aruni. Natasya juga menuliskan permintaan maaf nya kepada Reno dalam email itu.Dan Natasya pun memberi tahu bahwa dia memiliki nomer telepon Ari.Dan mengajak Ali dan Reno untuk bertemu sore ini.Natasya juga menjelaskan bahwa ponsel nya telah disadap oleh Ari.Sebab itu dia tidak berani menghubungi Ali menggunakan ponsel.


"Al,kita atur waktu untuk bertemu Natasya hari ini." ucap Reno pada Ali.


"Baik tuan." jawab Ali singkat.


Dan Ali pun langsung mengirim email balasan pada Natasya untuk bertemu sekitar pukul tujuh malam.


Tak lama Natasya pun langsung megirim email balasan nya,dan menyetujui nya.


"Tuan semua sudah diatur,apa kita bisa berangkat sekarang?" tanya Ali sopan.


"Iya." jawab Reno singkat.


Reno dan Ali pun pergi meninggalkan kantor.Tentunya dengan beberapa pengawal yang tak terlihat.


Ali membuat janji temu dengan Natasya di sebuah cafe tak jauh dari rumah Natasya.


Ali mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang.Sementara Reno terus saja memandangi wajah istri nya dari layar ponsel nya.


"Al,sedekat apa kamu dengan Natasya?" tanya Reno tiba-tiba.


"Uhuk..uhuk.." Ali yang kaget pun langsung tersedak dan batuk.


"Hei,saya cumq tanya.Kenapa kamu panik?" tanya Reno tampak kesal.


"Maaf tuan,saya tidak terlalu dekat dengan nya tuan,hanya saja kamu pernah beberapa kali bertemu." ucap Ali terlihat kikuk.


"Ooh,kamu dekat dengan dia juga saya ga akan cemburu Al,jadi akui saja kalau kamu ada rasa dengan dia." ucap Reno sambil tersenyum.


Sementara Ali yang mendapat senyuman itu merasaka wajah nya memerah dan panas karena


malu.


Reno pun hanya tersenyum puas penuh kemenangan.Dia tahu betul kalau Ali sebenar nya menykai natasya.


Tak lama kemudian Reno dan Ali sampai disebuah cafe.Reno dan Ali bergegas turun dari mobil dan menuju cafe untuk bertemu Natasya.


"Ali." teriak Natasya dari sebrang jalan sambil melambaikan tangan nya dengan perut buncit nya.


Ali dan Reno pun menoleh bersamaan,dan saat itu pula mereka menyaksikan tubuh Natasya terhempas setelah tertabrak oleh mobil yang melaju cepat.


"Natasya..!!" teriak Ali yang langsung berlari kearah Natsya.


Reno yang melihat itu pun langsung lari menyusul Ali.


"Natasya." ucap Ali sambil membopong tubuh Natasya yang berlumuran darah kedalam mobil.


Reno pun langsung mengemudikan mobil itu menuju rumah sakit,sementara Ali terus saja memegangi tangan Natasya.


"A..al..i..b..uka,tas a..ku..am..bil,pon..sel ku." ucap Natasya dengan terbata.


"Sudah kamu jangan banyak bicara." jawab Ali sambil megusap wajah Natasya.


"Se..m..mua,buk..ti a..da di..situ." ucap Natasya lagi.


Ali tak menjawab ucapan Natasya dia hanya memeluk erat tubuh Natasya yang mulai mendingin.


Tak lama Mereka pun telah sampai di rumah sakit.Ali langsung membopong tubuh Natasya yang berlumuran darah.Sementara Reno mengikuti dibelakang nya.


next bab ya