
Pagi ini Reno sudah bersiap untuk berangkat kekantor.Sentara Aruni sedang membuat sarapan untuk suami nya,karena Hari ini dia mendapat jadwal bekerja masuk malam.
"Mas,sarapan dulu yuk." ucap Aruni sambil menyuguhkan nasi goreng buatan nya diatas meja makan.
"Iya." jawab Reno sambil duduk dikursi meja makan. "Wah,dari aroma nya kaya nya enak ni." ucap Reno sambil nenyuap nasi goreng buatan istri nya.
"Pastinya enak dong,nasi goreng bumbu instan udah pasti enak." ucap Aruni dengan percaya diri sambi nyengir kuda.
"Besok-besok jangan pakai bumbu instan ya,pake resep bumbu buatan kamu sendiri pasti lebih enak." ucap Reno sambil tersenyum.
"Iya mas ku.Nama nya juga lagi tahap belajar jadi harap di maklum ya klo masakan nya belum sempurna."
"Iya istri ku."
Reno dan Aruni pun kemudian tertawa bersama. Mereka memakan sarapan mereka bersama-sama.
...
Sementara di tempat lain disebuah pulau terpencil,Ari yang berhasil lolos dari kejaran polisi,kini sudah dalam penanganan dokter.Karena dia mengalami luka bakar cukup parah.
"Bagai mana keadaan nya?" tanya Alan pada dokter yang merawat Ari.
"Sejauh ini keadaan nya masih belum stabil.Luka nya cukup parah,dan hal terburuk nya adalah dia akan kehilangan satu penglihatan nya.Karena sel konus dan sel basilus pada retina mata nya sudah rusak." ucap Sang dokter.
"Beri pengobatan yang terbaik untuk nya.Kalau memang ada cara lain agar dia bisa tetap melihat, lakukan." ucap Alan tegas.
"Baik,tapi untuk sekarang kita fokus dulu pada proses penyembuha luka bakar nya.Karena luka bakar nya cukup serius." ucap sang dokter.
"Kau atur saja dan lakukanlah yang terbaik untuk nya." ucap Alan seraya keluar dari ruangan itu.
...
Sementara di tempat lain Reno sudah sampai di kantor nya.Dia sudah ada didalam rungan nya bersama dengan Ali.
"Sudah dapat apa yang saya minta?" tanya Reno pada Ali.
"Maaf tuan.Kita kehilangan jejak,mereka benar-benar sangat rapi dalam menjalankan aksi mereka." jawab Ali.
"Perketat pengamanan untuk seluruh keluarga saya dan juga keluarga tuan Baskara.Saya tidak mau kecolongan." ucap Reno dingin.
"Baik tuan." jawab Ali patuh. " Ada lagi tuan, menurut informasi dari kepolisian.Ari kabur bersama tahanan yang bernama Alan,dan mereka kabur menggunakan mobil van berwarna hitam."
"Lalu apa ada plat nomer yang terekam."
"Sepertinya mereka sudah memperhitungkan semua nya tuan.Sebab mereka sengaja mengarahkan nomer plat mobil itu pada cctv,namun setelah di periksa ternyata itu plat momer palsu."
"B***s**!" ucap Reno geram. "Lalu apa kebakaran itu ada hubungan nya dengan mereka?"
"Samapai saat ini masih dilakukan penyelidikan atas kasus kebakaran ini.Apakah ada unsur kesengajaan atau memang faktor konsleting listrik." Ucap Ali menjelaskan.
Sementara Reno terdiam,dia terlihat sedang berfikir.Reno mengetuk-ngetukan jari nya di atas meja kerja nya.Dan sembari memegangi alis nya seakan serdang berfikir keras.
"Al,awasi Natasya.Jangan sapai dia lepas dari pengawasan.Karena saya yakin ini ada campur tangan Natasya juga."
"Baik tuan."
"Satu lagi,saya minta rekaman cctv dari jalan raya yang mengarah ke kantor polisi."
"Baik tuan." ucap Ali patuh. "Ada lagi tuan?"
"Sudah cukup,kamu boleh kembali bekerja."
"Baik tuan saya permisi."
"Iya."
Ali pun kemudian keluar dari ruangan Reno. Sementara Reno tampak sedang berfikir,dia tidak ingin terjadi apapun terhadap keluarga nya. Reno kemudian terlihat menelepon seseorang.
"Hallo Mr,selamat pagi.Apakah anda ada waktu bertemu siang ini?" tanya Reno pada seseorang yang ia hubungi lewat sambungan telepon. "Oke dikantor saya,baik." ucap Reno lagi sesaat setelah orang di sebrang sambungan telepon berbicara.
"Baik jam makan siang ya? Kalau begitu saya tunggu,terimakasih Mr." ucap Reno yang kemudian memutuskan sambungan telepon nya.
Reno kemudian melanjutkan pekerjaan nya,dia memeriksa beberapa file yang dikirim oleh para manager divisi perusahaan.
...
"Ah,maaf nona!"ucap maid itu sambil tertunduk. "Saya fikir tidak ada orang?" ucap nya lagi sambil terus menunduk.
"Kamu siapa?"tanya Aruni bingung.
"Saya Sari nona,saya petugas kebersihan disini. Dan saya juga akan membawa pakaian untuk di laundry." ucap sang maid menjelaskan.
"Oh,tapi seluruh ruangan disini sudah saya bersihkan,kamu cukup ambil pakaian yang akan dilaundry saja ya." ucap Aruni dengan ramah.
"Tapi nona maaf,kalau saya keluar ruangan ini tanpa membersihkan nya,saya tidak akan mendapat upah.Karena seluruh aktivitas saya terekam oleh cctv di gedung ini." ucap Sari menjelaskan.
"Oh begitu,ya sudah kamu kerjakan lah tugas mu. Tapi untuk kamar utama,biar saya yang mengurus ya.Selebih nya baru tanggung jawab kamu" ucap Aruni.
"Maaf nona tapi,tuan Reno menyuruh saya untuk membersihkan kamar utama juga.Dia selalu meminta saya untuk mengganti sprey disana setiap hari." ucap Sari dengan nada sedikit ketus.
"Iya saya sudah melakukan nya.Jadi kamu tidak perlu melakukan nya lagi." ucap Aruni masih ramah.
"Tapi tuan Reno belum memberi saya perintah seperti itu nona.Saya hanya akan bekerja sesuai perintah dari tuan Reno." ucap Sari yang makin terlihat emosi.
"Oh begitu,baiklah. Silahkan kamu kerjakan semua pekerjaan kamu." ucap Aruni mengalah.
"Ya nona." ucap Sari sambil tersenyum sinis dan pergi meninggalkan Aruni.
Aruni yang merasa diperlakukan tidak sopan merasa sangat sedih.Dia hanya terdiam memerhatikan setiap pergerakan Sari.Diri nya merasa seperti orang asing saat itu.Aruni ingin sekali menghubungi suami nya,tapi dia urungkan karena dia tidak ingin dicap sebagai seorang istri yang suka mengadu.
Namun seperti memiliki ikatan batin yang sangat kuat, tiba-tiba saja Reno melakukan panggilan video pada Aruni.
'Mas Reno telepon.' Batin Aruni sambil melihat nama di layar ponsel nya.
"Assalamualaikum mas." ucap Aruni ketika tombol hijau diponsel nya ia geser.
"Waalaikumsalam,kamu lagi ngapain?" tanya Reno dari sebrang sambungan telepon sambil tersenyum.
"Lagi nonton tv aja mas.Kamu lagi apa?memang nya lagi ga sibuk ya?" tanya Aruni sambil tersenyum pula.
"Ga terlalu sibuk sih hari ini.Nanti sebelum jam makan siang akan ada supir yang jemput kamu ya,kita makan siang bareng ya." ucap Reno
"Oke mas siap." jawab Aruni riang.
"Ya sudah sampai nanti ya."
"Iya mas,assalamualaikum." ucap Aruni dan dijawab salam pula oleh Reno.
Aruni pun beranjak dari duduk nya menuju kamar nya,dia tidak menyadari bahwa dari tadi Sari terus saja memperhatikan nya.Entah apa yang sedang Sari pikirkan,karena ia terlihat kesal mendengar Aruni akan makan siang dengan Reno.
"Dasar cewe murahan,jadi simpenan aja bangga." gumam Sari sambil mengelap meja. "Kalau istri nya pak Reno tau,habis kamu!" ucap Sari sambil mengambil ponsel nya dan melihat foto pernikahan Reno dan Aruni yang dia dapat kan dari sosial media.
"Istri nya pak Reno cantik nya paripurna gini kok, engga sebanding lah sama dia." gumam sari lagi.
Sari memang memiliki penyakit prosopagnosia, penyakit dimana penderita nya sulit mengingat atau mengenali wajah orang lain.
...
Jam makam siang pun hampir tiba,Aruni sudah sampai disalah satu restoran mewah dikota tersebut.
"Assalamualaikum mas,aku udah sampe ni,tapi masih diparkiran." ucap Aruni lewat sambungan telepon.
Tiba-tiba terdengar kaca mobil nya yang diketuk dari luar.Dan ketika Aruni melihat nya itu adalah Reno.Aruni pun langsung turun dari mobil setelah Reno membuka pintu mobil untuk nya terlebih dahulu.
"Mas Reno,udah sampe dari tadi?" tanya Aruni saat sudah diluar mobil.
"Engga kok saya juga baru sampai,terus saya lihat mobil ini,ya sudah saya ketok aja." jawab Reno sambil tersenyum. "Masuk yuk?" ajak Reno
"Iya mas." jawab Aruni sambil tersenyum.
Reno pun kemudian berjalan sambil menggandeng tangan istri nya.
Reno dan Aruni pun masuk kedalam restoran itu. Mereka menempati ruangan VIP restoran.Dan mulai makan makanan yang sudah dipesan oleh Reno sebelum nya,untuk makan siang mereka.
Next bab ya..
Maaf ya sahabat-sahabat author,kalo update nya masih kurang maksimal...soal nya author ngetik nya sambil momong anak author yang baru berusia 13bulan..jdi sekali lagi author minta maaf ya..šš