
Hari semakin sore,
Reno dan Meylan sudah pulang karena memang mereka akan melihat Hotel tempat dimana resepsi pernikahan mereka akan di laksanakan.
Zicko dan Lona pun berada di kamarnya,
Sasya berjalan keluar mencari Lio untuk menanyakan semuanya namun dia tidak melihat dimana Lio.
" Dimana sih dia, Apa keluar ya ". Gumam Sasya berjalan menuju kamarnya namun dia berpapasan dengan Lio.
" Li,, Loe kenapa sih " Ucap Sasya
" Gue kenapa, Maksudnya "
" Loe beda, Loe diem dan Loe cuekin gue "
Lio menatap sekeliling, dia tidak mau jika orang tuanya juga Lona tau.
" Kita bicara di luar " Ucap Lio menarik tangan Sasya
Lona yang Sebenarnya akan keluar tidak sengaja mendengar nya.
" Sayang,, Kenapa berdiri di situ " Ucap Zicko
" Abang kenapa ya sama Kak Sasya, mereka kayak berantem "
" Udah ya,, gak usah ikut campur itu urusan mereka "
Lona tersenyum dan menatap Zilo yang di gendong Zicko.
" Aku ambil minum dulu ya Kak "
" Iya Sayang "
Lona berjalan turun dan Zicko kembali masuk ke dalam kamarnya.
-
Kini Lio dan Sasya berada di taman samping rumah, Sasya duduk di kursi sedangkan Lio berdiri membelakangi Sasya yang masih dengan banyak pertanyaan di kepalanya karena sikap Lio yang berbeda.
" Loe kenapa sih, Apa gue ada salah sama Loe " Ucap Sasya yang sudah tidak sabar
Lio menghela napasnya dan berbalik menatap Sasya, sebenarnya dia pun tidak tau kenapa rasanya tidak suka saat tau Sasya chating dengan seorang laki laki.
" Gue gak papa, semua cuma perasaan Loe saja" Ucap Lio bohong
" Gue tau Loe bohong Lio,, Please jawab kenapa Loe jadi cuek dan dingin sama gue "
Sasya terus menatap Lio yang terdiam, bahkan matanya mulai berkaca kaca saat menanyakan karena memang rasanya sangat sesak dan sedih ketika Lio bersikap seperti itu kepalanya.
" Gue gak suka Loe chat dengan laki laki " Ucap Lio tanpa menatap Sasya, dia tidak pernah tega melihat wanita yang menangis di depannya.
" Chat,, Candra maksud Loe "
" Dia temen gue, kita satu Jurusan dan kita pun Chat masalah kampus "
" Tapi kenapa apa alasannya "
" Ya gue gak suka "
" Loe aneh,, Loe gak suka gue chat dengan cowok tapi Loe gak kasih alasan, lagian kita juga cuma teman "
" Terserah Loe deh,, Gue bingung dengan sikap Loe yang aneh ini " Lanjut Sasya dan berjalan.
" Karena gue suka sama Loe Sya " Ucap Lio dan berhasil membuat Sasya menghentikan langkahnya
Lio berjalan menghampiri Sasya dan menggenggam kedua tangannya,,
" Gue suka sama Loe Sya " Ulang Lio menatap Sasya
Seakan mimpi dengan semua ini Sasya hanya terdiam dan sama sekali tidak menjawab atau pun berbicara.
" Gue gak suka Loe deket atau pun Chat dengan laki laki lain karena gue suka sama Loe "
Sasya menggelengkan kepalanya, menyadarkan dirinya jika semua ini bukan mimpi.
" Tapi Candra Itu temen gue "
" Siapa pun itu, Gue gak suka Sya "
" Sya,, Loe mau kan jadi pacar gue.. Gue sayang sama Loe Sya dan gue cinta sama Loe "
Jantung Sasya berdetak kencang, seperti mimpi laki laki di depannya menyatakan cinta kepadanya, laki laki yang selalu membantunya, laki laki yang selalu melindunginya.
" Sya " Ulang Lio karena Sasya hanya terus terdiam
" I- iya gue mau " Ucap Sasya
" Apa gue gak denger "
" Iya gue mau jadi pacar loe " Ucap Sasya dan langsung menuduk karena malu
Lio tersenyum bahagia dan dia langsung menarik Sasya dan memeluknya.
" Thanks Sya,, gue sayang Loe " Ucap Lio
" Gue juga sayang Loe " Ucap Sasya membalas pelukan nya
Sasya memeluk erat tubuh laki laki yang selama ini sudah membuatnya tenang, nyaman dan bahagia.
Lio selalu menjaga Sasya dari ancaman Ayahnya dan selama bersama Lio Sasya merasa aman dan membuatnya memiliki rasa dalam hatinya.
Lona yang sedari tadi melihat mereka tersenyum bahagia melihat pemandangan yang ada di depannya.
Selama ini Lio selalu menjaga dan melindunginya sampai tidak memiliki waktu untuk dirinya sendiri dan sekarang setelah bertemu Sasya perempuan cantik dan Sangat baik dan dia sangat mendukung hubungan mereka.
" Ade bahagia liat Abang seperti ini, selama ini Abang menyampingkan Urusan sendiri hanya untuk melindungi menjaga Ade namun kini Abang sudah menemukan wanita yang Abang cintai membuat Ade tenang dan bahagia"