
Anisa berada di dalam kamarnya, Sandi langsung pamit pulang setelah mengantar nya sampai rumah.
Saat di perjalanan Zicko menelponnya untuk datang ke Hotel karena ada yang harus mereka bicarakan karena memang Sandi ikut andil dalam bisnis mereka dia pun segera meluncur ke Hotel.
Anisa berjalan menuju lemari dan membukanya, dilihatnya buku tabungan yang ada di dalam laci lemari.
Anisa mengambilnya dan dia kembali duduk di ranjang.
" Astaga tabunganku sudah hampir habis, bagaimana untuk makan kita sehari Hari,, "
Anisa terus berpikir, dia harus mencari Kerja untuk mencukupi kebutuhannya juga Ibu Widya.
Walaupun Kuliah juga pengobatan Bu Widya di tanggung Keluarga Lona namun untuk mereka makan merek harus mencarinya sendiri dan tidak mungkin kembali meminta bantuan orang.
" Sepertinya aku harus kerja, tapi kerja Apa dan aku belum begitu tau tempat di Jakarta "
-
Sementara Zicko dan Lona segera menuju Hotel, Zicko memang sebelumnya mendapatkan Telpon dari Pak Dani jika terjadi sesuatu di sana dan sebagai Pemilik Hotel Zicko harus menanganinya.
Zicko segera berjalan masuk dengan menggandeng tangan Lona istrinya yang sama sekali tidak dia lepaskan.
" Selamat siang Mas " Ucap Pak Dani yang sudah berdiri menunggu nya
" Dimana Orangnya " Ucap Zikco
" Ada di Ruangan saya Pa"
" Apa Sandi sudah datang"
" Belum Pa, tapi saya sudah menelpon nya dan Mas Sandi masih di jalan "
Zicko mengangguk dan menatap Lona,,
" Sayang, Kamu gak papa kan tunggu di Ruangan "
" Iya gak papa,, Ya Sudah aku masuk dulu ya"
Zicko tersenyum dan segera menuju dimana ruangan dimana dirinya sudah ditunggu seseorang.
-
Lona masuk ke dalam dan dia meletakan tasnya,,
" Lelah juga hari ini,, oya gimana dengan Meylan ya " gumam Lona dan langsung mengambil ponselnya di dalam tas namun saat dia akan menelpon tiba tiba Anisa menelpon nya.
" ANisa "
" Hay Nis " Ucap Lona
" Lon,, Loe lagi dimana "
" Gue lagi di Hotel, kenapa "
" Loe lagi bareng Mas Zicko ya "
" Engga sih,, Kak Zicko lagi ketemu orang kenapa "
" Em,, Gue "
" Anisa,, kenapa Cerita sama gue ya "
" Lon sorry,, Loe bisa tolong tanyain ke suami Loe gak "
" Tanya apa "
" Ada Lowongan pekerjaan gak di Hotel atau Cafe "
" Loh Buat siapa Nis "
" Loe mau kerja Nis, Kenapa "
Anisa menceritakan semuanya kepada Lona dan awalnya Lona keberatan dengan Anisa yang ingin kembali bekerja namun setelah mendengar alasannya Lona pun akan membantunya.
" Oke nanti gue coba tanya Kak Zicko dulu ya Nis, tapi menurut gue mending Loe juga bilang Kak Sandi secara kalian sudah tunangan Nis "
" Iya nanti gue cerita ke Mas Sandi, thanks banget ya Lon "
" Sama sama, Ya Udah bye Nis "
Lona menutup ponselnya dan tidak lama Zicko juga Sandi masuk ke dalam ruangan.
" Sudah Kak " Ucap Lona menatap mereka
" Maaf ya kamu pasti Bosan " Ucap Zicko tersenyum dan duduk di sampingnya begitu pun dengan Sandi yang juga duduk di depan mereka sambil menyenderkan kepalanya
" Engga Kok,, Lagian dari tadi telponan Sama Anisa "
" Anisa,, dia kenapa Lon " Ucap Sandi langsung menatap Lona saat mendengar nama Anisa
Lona bingung harus menjawab apa, sedangkan dia tidak mungkin lebih dulu menceritakan tentang masalah Anisa.
" Gak Kok,, cuma ngobrol biasa aja Kak " Ucap Lona bohong
" Oh,, Ya Udah gue balik dulu ya.. Udah gak ada lagi ka Ko "
" Oke thanks San, hati hati "
Sandi mengangguk dan berjalan keluar.
Zicko menatap istrinya, dia tau jika sebenarnya ada sesuatu yang Anisa bicarakan dengannya.
" Yang "
" Iya Kak,, "
" Tadi kamu bohong kan sama Sandi, sebenarnya ada apa sih "
" Oh itu Kak,, tadi Anisa Telpon dia mau kerja di Cafe atau Hotel,, ada lowongan gak "
" Kerja,, kenapa "
" Anisa bilang sih dia memang harus kerja karena gak mau nyusahin Kak Sandi "
" Sebenarnya sih di Cafe butuh pelayan "
" Oh Ya Udah aku kasih tau Anisa dulu "
" Jangan dulu Yang "
" Loh kenapa, kan Anisa juga lagi butuh kerjaan Kak "
" Hei denger,, Kita nunggu Anisa cerita sama Sandi dulu ya kalau misal Sandi kasih ijin baru kita kasih kerjaan itu ke Anisa "
Lona mengangguk,,
" Ya Udah pulang yuk,, Aku capek Yang "
" Oke,, mau aku pijit Kak "
" Pijit, " Ulang Zicko dan Lona mengangguk
" Aku gak pengin pijit tapi,,, " Ucap Zicko terputus dan tersenyum sambil menaik turunkan alisnya
" Kak Zicko " Ucap Lona memukul dada bidang Zicko, Lona tau apa yang Zicko maksud.
Semenjak menikah Zicko selalu saja membuat Lona kelelahan tiap malam, tidak hanya sekali namun Zicko selalu meminta jatahnya terus.