
Lona tersenyum saat melihat Zicko yang sudah berdiri di depan mobilnya,,
" Pangeran Loe udah Nunggu in tuh,, goda Meylan
Lona tersenyum dan berjalan menghampiri Zicko yang sudah melihatnya..
" Hei Kak,, Ucap Lona tersenyum
Zicko tersenyum dan mengacak rambut panjang Lona..
" Gue duluan ya,,
Bye Lon, Bye Kak Zicko
" Bye Mey mey,, hati hati.. Ucap Lona dan Zicko hanya tersenyum ke arah Meylan..
Merek pun masuk ke dalam mobil..
-
Semalam dalam perjalanan Lona terdiam, dia bingung untuk menceritakan tentang ancaman Dena ke Zicko atau tidak..
Tapi Lona takut jika malah nantinya Zicko tau dari orang lain, mereka sudah berjanji untuk saling terbuka..
" Kak,, Ucap Lona menatap Zicko
" Apa sayang,, Ucap Zicko menoleh dan kembali menatap depan..
" Gak jadi deh,,
Lona yakin jika Zicko pasti akan marah dan dia tidak mau terjadi sesuatu..
Zicko mengernyit, dia bingung dengan sikap kekasihnya,,
" mau bicara apa,, Aku dengerin..
" Engga kak gak papa..
" Bener,, tapi aku lihat kamu sedang memikirkan sesuatu.. Bicara ya..
" Tadi Kak Dena datengin aku dan dia,, Ucap Lona terhenti.. dia bingung untuk melanjutkannya atau tidak..
" Apa dia bicara sesuatu sama Kamu, dia bicara apa..
" Dia nyuruh aku jauhin Kak Zicko..
Ciiit,,,
Zicko ngerem mendadak mendengarnya,
" Kak Zicko,, Ucap Lona kaget..
" Maaf sayang, kamu gak Papa kan.. Ucap Zicko langsung mendekat
" Hati hati dong kak,,
" Maaf sayang,,
" Kak Zicko kenapa sih,, kalo tadi ada mobil di belakang gimana..
" Maaf sayang,, apa ada yang sakit,, Ucap Zicko dan Lona hanya menggeleng..
Zicko kembali melajukan mobilnya namun dia emosi dengan sikap Dena yang selalu seenaknya saja..
" Yang,, Ucap Zicko
" Kenapa,, Ucap Lona masih sedikit kesal..
" Apa kamu bakal jauhin aku karena ancaman Dena,,
Lona langsung menatap Zicko,,
" Maksud Kak Zicko
" Jawab aja Yang,,
" Memangnya Kakak mau kalo kita jauh,,
" Engga dong Yang,, aku tuh sayang banget sama kamu.. Ucap Zicko menggenggam tangan Lona
Lona tersenyum dan bersender pada bahu Zicko tanpa mengganggunya. Nyetir..
Zicko mengusap rambut Lona,,
" Terus tadi kamu jawab apa sama Dena..
" Aku bilang aja semua itu gak bakal terjadi,,
Zicko tersenyum mendengar jawaban dari kekasihnya,, dia pikir malah Lona akan diam saja namun semua salah Lona ternyata menjawab seperti itu..
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Di Bandung,,
Hubungan Lio dan Sasya semakin dekat, bahkan Lio sering mengantar Sasya pulang ke rumah..
Seperti saat ini,, Lio mengantar Sasya pulang ke rumah setelah selesai kuliah..
Orang orang yang sering mengikuti Sasya beberapa hari tidak terlihat dan Lio merasa bersyukur dia berharap jika mereka tidak akan kembali mengganggu Sasya..
" Loe mau mampir,, Ucap Sasya
" Next time aja Sya,,
" Sekali kali lah, Nyokap gue pengin ketemu Loe.. Please.. Ucap Sasya memohon
Lio tersenyum, dia pun mengangguk dan mengacak rambut Sasya..
" Ya Udah yuk,,, Ucap Sasya turun dari mobil
Mereka masuk ke dalam rumah, dan terlihat rumah yang sangat luas..
" Bunda,, Ucap Sasya saat masuk ke dalam rumah..
" Ya Sayang,, Bunda di dapur..
" Bentar ya,, Loe duduk dulu deh.. Ucap Sasya dan Lio mengangguk..
Sasya berjalan menuju dapur,, dan tidak lama Lio melihat Sasya keluar dengan wanita paruh baya berjalan menghampirinya..
" Bun,, ini Lio yang pernah Sasya ceritain Ucap Sasya
" Halo tante,, Ucap Lio mencium punggung orang tua Sasya..
" Halo saya Hana,, Bunda Sasya..
Jadi ini Lio,, Sasya sudah banyak cerita, terima kasih ya Lio sering bantu Sasya..
" Gak papa tan,, oya gimana kabar tante terakhir Sasya cerita Tante masuk rumah sakit,
" Tante udah sembuh, biasa lah kalo sudah tua tubuh pun ikutan tua,,
Lio tersenyum mendengarnya,,
" Kita makan bareng yuk, Tante kebetulan masak banyak tadi..
" Tapi tan..
" Lio please,, mau ya.. Ucap Sasya..
" Ya Udah,,
Sasya tersenyum,,
Lio memang tidak bisa menolak ucapan Sasya, dia mengingat adiknya Lona dia sama seperti Sasya yang sangat manja..
Mereka pun berjalan menuju meja makan,, banyak makanan di meja..
Lio kembali teringat dengan Biyanka,
Biyanka selalu masak banyak makanan saat mereka berkumpul di rumah bahkan mereka selalu makan sambil bercerita dan tertawa bersama..
" Silahkan Lio,, Sayang kamu ambilin dong buat Lio Ucap Tante Hana
" Iya Bun,,
Lio tersenyum dan menatap Sasya yang mengambilkannya makanan,,,
" Makasih Sya,, kamu juga makan ya.. Ucap Lio
Hana menatap Lio, dia tersenyum karena Lio terlihat menyukai anak gadisnya dan Lio juga terlihat pemuda yang baik, apa lagi Sasya selalu bercerita Jika Lio selalu menolongnya bahkan dari kejaran orang orang itu..