Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
MALAM BERDUA


Waktu menunjukkan pukul sembilan malam.Reno pun telah kembali kerumah sakit,begitu pula dengan kedua mertua nya telah kembali kerumah mereka.


Aruni pun banyak mendapat kunjungan dari teman-teman nya dan juga teman-teman Reno.


"Sayang,kamu makan ya."ucap Reno sambil memenarkan posisi selimiut istri nya.


"Engga ah mas,aku tadi sore sudah makan." jawab Aruni pelan.


"Tapi kan kamu mau minum obat sayang.Makan ya sedikit aja."


"Makanan rumah sakit ga enak mas."


"Tapi sayang kamu kan kamu masih dalam pemulihan.Jangan makan sembarangan dulu."


"Tapi ga enak mas." jawab Aruni manja.


"Yaudah,kamu mau makan apa." ucap Reno pasrah.


"Kok kayaknya terpaksa banget nawarin makan nya." jawab Aruni sambol mengelus pipi suami nya.


"Habis nya kamu sudah tahu sedang jadi pasien rumah sakit,tapi ga nurut." ucap Reno sambil cemberut.


"Yaallah suami ku kalau lagi cemberut ngegemesin banget si." ucap Aruni sambil memegang kedua pipi suami nya.


"Yaudah sayang makan ya."


"Tapi mas Reno bantuin ya makan nya."


"Iya."


Akhir nya Aruni pun memakan makanan yang disediakan oleh rumah sakit.Tentu nya dengan Reno yang ikut memakan nya.Pasangan suami istri itu terlihat begitu menikmati momen mereka berdua.Karena memang di dalam ruang perawatan itu hanya ada mereka berdua.


Aruni pun telah selesai memakan makanan nya dan meminum obat nya.


"Nah sekarang kamu istirahat ya." ucap Reno sambil membenarkan posisi selimut Aruni.


"Mas kamu tidur bareng aku ya,aku kangen dipeluk kamu." ucap Aruni sambil merentangkang tangan nya.


"Siap." jawab Reno semangat dan langsung menaiki ranjang tempat Aruni dirawat.


Reno pun merebahkan tubuh nya disebelah tubuh Aruni.Dan menutup setengah tubuh nya dengan selimut yang sama dengan yang Aruni gunakan.


Aruni yang berada disebelah suami nya itu langsung menghadap kearah suami nya,ditatap nya wajah suami nya yang kala itu pun sedang menghadap kearah nya. Seraya berkata


"Mas,maafin aku." ucap Aruni lirih.


Reno yang mengerti arah dan maksud pembicaraan istri nya itu langsung meraih tubuh istri nya dan memeluk nya dengan erat.


"Jangan terus-terusan menyalahkan diri mu sayang.Semua ini sudah takdir yang maha kuasa,insyaallah dia yang akan menjadi tabungan akhirat kita." ucap Reno sambil mengusap lembut bahu istri nya.


"Terimakasih banyak mas,karena kamu selalu mengerti aku." jawab Aruni pelan.


"Saya akan selalu mengerti kamu,karena saya sangat mencintai kamu."


Aruni tak lagi menjawab ucapan suami nya itu, dia menatap lekat kearah suami nya sambil tersenyu.Dilihat nya satu persatu bagian wajah suami nya,betapa Aruni mengaguni ciptaan tuhan yang menurut nya sungguh sangat sempurna.


Reno yang mulai malu karena ditatap intens oleh sang istri pun langsung mengalihkan nya.Dia mendekati b*b*r sang istri untun menempelkan nya dengan b*b*r nya.Dia mulai m*****t b*b*r indah milik istri nya yang masih terlihat pucat. Reno melakukan nya dengan sangat lembut, karena dia sadar istri nya masih dalam keadaan lemah.Reno masih m*****t b*b*r istri nya dengan ritme yang sangat lembut.


Hingga Reno pun melepaskan pungutan nya nya,karena takut sang istri kehabisan nafas.


"Ish,ngegemesin banget sih." ucap Reno sambil menangkup kedua pipi Aruni dengan tangan nya.


"Apaan sih." jawab Aruni sambil tersenyum.


"Sayang,Natasya juga kan dirawat dirumah sakit ini." ucap Reno sambol membelai lembut pipi istri nya.


"Oh iya,dia sudah lahiran ya?Bayi nya perempuan atau laki-laki mas?" tanya Aruni yang terlihat begitu antusias.


Aruni yang awal nya begitu antusias,tiba-tiba terlihat murung dan tanpa ia sadari cairan bening mengalir lolos dari sudut mata nya.


"Sayang,kok kamu menangis?" tanya Reno lembut.


Aruni mencoba mengatur nafas nya dan menyeka air mata nya.


"Aku tiba-tiba ngerasa sedih mas,bagai mana kalau Natasya tahu suami nya meninggal dan anak nya ternyata sudah menjadi anak yatim." jawab Aruni sambil terisak.


Reno pun tak langsung menjawab ucapan istri nya,dia lebih memilih untuk memeluk istri nya dan menenangkan nya.


Aruni masih terisak dalam pelukan suami nya,dia merasa sangat kasian pada Natasya dan juga bayi nya.Aruni membayangkan bagai mana hancur nya hati seorang ibu yang baru saja melahirkan kalau tahu suami nya sudah tiada. Karena Aruni yang sekarang sedang merasa hancur karena baru kehilangan calon anak nya.


"Mas,kira-kira Natasya sudah tahu belum ya kalau Ari sudah meninggal?" tanya Aruni disaat diri nya sudah merasa sedikit tenang.


"Saya yakin belum."jawab Reno pelan.


"Apa yang membuat kamu merasa yakin mas?"


"Sayang." ucap Reno sambil mengusap pipi istri nya dan menarik nafas panjang. "Natasya mengalami kecelakanan,dan sekarang dia masih koma." ucap Reno lagi dengan hati-hati.


"Astagfirllahaladzim,koma mas?Kamu engga bohong kan mas?" tanya Aruni kaget


"Sayang,Natasya mengalami kecelakaan saat akan memberi tahukan keberadaan kamu pada saya." jawab Reno pelan sambil membelai pelan pipi istri nya.


"Maksud nya bagai mana si mas?Aku ga ngerti!"


tanya Aruni tampak bingung.


Reno pun mulai menceritakan kejadian yang sebenar nya kepada Aruni,tentang kecelakaan yang menimpa Natasya.


"Astagfirllahaladzim,kamu yang bener mas?" tanya Aruni saat Reno selesai menceritakan semua nya.


"Saya berkata yang sejujur nya,Natasya lah yang sebener nya membantu Ari dalam menculik kamu.Tapi dia merasa bersalah dan memilih untuk memberi tahu saya." ucap Reno menjelaskan.


Aruni yang mendengar penjelasan itu dari suami nya hanya dapat termenung.Satu sisi dia tidak menyangka kalau selama ini Natasya sudah membohonginya, hingga membuat ia diculik dan sampai kehilangan calon bayi nya.Tapi disatu sisi lain nya dia merasa kasihan dengan apa yang dialami Natasya saat ini.


Reno yang melihat Aruni termenung,hanya membiarkan nya untuk beberapa saat,dan kemudian Reno langsung mengecup lembut b*b*r istri nya.


"Ish,mas Reno!" teriak Aruni sambil mendorong dada suami nya.


"Hei,pelan-pelan ngomong nya.Nanti dikira kamu saya apa-apain." jawab Reno sambil tertawa pelan.


"Lagian kamu mas,orang aku lagi bengong maen sosor aja kaya bebek." ucap Aruni sambil menyebikkan b*b*r nya.


"Habis nya kamu ngegemesin banget kalau lagi bengong." jawab Reno sambil tersenyum,sementara Aruni masih saja menyebik kan b*b*r nya.


"Sudah akh ngambek nya,sekarang kita tidur ya.Ini sudah hampir jam 10 malam." ucap Reno lagi sambil membenarkan selimut milik istri nya. Dan Aruni pun hanya menganggukan kepala tanda setuju.


Akhir nya pasangan suami istri itu pun terlelap sambil terus berpelukan diatas ranjang rumah sakit yang memang diagak besar karena khusu pasien VVIP.


...


Sementara di ruangan ICU,tampak Ali sedang memandangi Natasya.Dia tampak begitu sedih karena terlihat beberapa kali ia mengusap ujung mata nya dengan jari.


Ali sengaja memutuskan malam ini dia akan menjaga Natasya dirumah sakit.


Ali pun kemudian mengunjungi ruang NICU tempat anak Natasya di rawat.Karena saat melahirkan bayi Natasya belum cukup umur untuk lahir maka dia perlu penanganan khusus. Dokter menempatkan nya pada inkubator di ruang NICU.Karena pada saat dilahirkan paru-paru banyi itu belum berfungsi secara sempurna.


Lagi-lagi Ali mengusap sudut mata nya saat ia melihat bayi itu dari kejauhan.


"Yaallah kuatkanlah ia." gumam Ali sambil berlalu meninggalkan depan ruang NICU.


next bab ya..


Sekali terimakasih ya buat yang masih setia baca karya aku,maaf kadang off nya kelamaan...soap nya author lagi nyiapin dua karya baru..satu karya lanjutan dari kisah Reno dan Aruni...satu karya lagi bertema sekolahan..jadi ttp dukung author ya...terimakasih banyak...šŸ™šŸ™šŸ™