Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan
MASA LALU


Matahari pun mulai kembali keperaduan nya.Aruni yang kala itu sudah cantik dan l wangi karena akan menyambut sang suami tercinta nya pulang kerumah.


Aruni sudah berdiri didepan pintu rumah nya untuk menyambut kedatangan Reno.Tak lama kemudian mobil Reno pun memasuki halaman rumah nya.Tampak Reno keluar dari mobil dengan gagah nya.


'Yaallah pangeran ku ganteng banget.' ucap Aruni dalam hati.


"Assalamualaikum."ucap Reno saat tiba dihadapan Aruni.


"Waalaikumsalam." ucap Aruni riang sambil mencium punggung telapak tangan suami nya.


"Masuk yuk."ajak Reno pada istri nya.


"Iya mas." jawab Aruni mengikuti suami nya.


Pasangan suami istri itu pun masuk kedalam rumah secara bersamaan.Mereka melangkah bersamaan menuju lift rumah mereka.


"Pak,adem banget ya liat nya." ucap bu Sri saat melihat tuan dan nyonyanya bergandengan.


"Iya bu,tuan sekarang jadi lebih ramah bu.Ga cemberut terus,heehehe." jawab pak Yus sambil tertawa.


"Hust,bapak ini kalau ngomong.Suka bener." ucap bu Sri sambil tertawa pula.


Kedua maid suami istri itu pun tertawa dengan senang nya.Karena tuan mereka yang berubah menjadi lebih baik.


Didalam kamar Aruni sudah sibuk menyiapkan air mandi untuk suami nya.


"Mas,air mandi nya udah siap.Mandi gih."ucap Aruni ketika baru keluar dari kamar mandi.


"Iya sayang,terimakasih ya." jawab Reno sambil mendaratkan satu kecupan manis di pipi istri nya.


"Ish,kamu ini mas." ucap Aruni sambil menepuk punggung suami nya pelan.


Sementara pak suami langsung melesat masuk kamar mandi.


...


Sementara di tempat lain,Alan tengah mengadakan pertemuan dengan seluruh anggota nya.Dia memimpin pertemuan itu.Dalam pertemuan itu Ari pun ikut serta.


Keadaan Ari saat ini sudah hampir 70%pulih.Luka bakar dalam tubuh nya sudah pulih.Namun dia tidak bisa berjalan normal.Karena ada syaraf dikaki nya yang rusak.Dan membuat dia harus menggunakan tongkat untuk berjalan?


"Ingat lakukan sebersih mungkin.Jangan meninggalkan jejak sedikit pun." ucap Alan penuh penekanan.


"Baik tuan." jawab salah seorang anak buah Alan.


"Satu lagi.Polisi sudah mulai bergerak memantau keberadaan kita.Ubah jalur perjalanan dan pergerakan." ucap Alan kembali.


"Baik tuan."jawab semua anak buah Alan secara bersamaan.


"Oke,sekarang lakukan tugas kalian masing-masing." ucap Alan.


Dan semua anak buah nya pun menunduk hortmat sambil berdiri dan keluar dari dalam ruangan pertemuan itu.


"Bang,Apa gue udah bisa bergerak sekarang?" tanya Ari pada Alan.


"Tunggu beberapa hari lagi.Polisi udah mulai bergerak."jawab Alan memberi tahu.


"Oke,gue akan turuti perkataan lu." ucap Ari sambil berdiri.


"Good boy." jawab Alan sambil menepuk pundak Ari.


...


Dirumah Aruni dan Reno selesai menikmati makan malam.


"Run,saya langsung keruang makan ya.Sebab ada beberapa pekerjaan yang harus saya kerjakan." ucap Reno sambil membelai lembut kepala istri nya.


"Iya mas.Aku kekamar duluan ya."


"Iya sayang."


Reno dan Aruni pun berpisah di depan kamar mereka.Karena ruang kerja Reno ada di ujung sudut lantai tiga rumah nya.


Reno kemudian memasuki ruang kerja nya.Dia memulai pekerjaan nya,membuka laptopnya dan mulai mengutak atik nya.Membuka bebrapa folder dalam laptop nya dan kemudian mengetikan sesuatu.


Saat Reno sedang fokus pada pekerjaan nya,tiba-tiba dilayar laptop nya ada notifikasi email yang masuk.Reno mencoba mengabaikan email itu,karena ia ingin secepat nya menyelesaikan pekerjaan nya.Dia merasa tidak enak hati pada istri nya karena masih bekerja pada saat di rumah.Namun beruntung nya ia memiliki istri seperti Aruni yang berusahaa mengerti keadaan nya dalam hal apapun.


Lagi-lagi notifikasi email itu masuk lagi,Reno yang merasa terganggu karena notifikasi email yang masuk itu pun kemudian membuka email nya. Dan betapa terkejut nta dia saat tahu siapa sipengirim email tersebut.Orang yang peling dia benci sekaligus dirindukan nya.Ya..dia adalah Jessica.Mantan kekasih yang dulu sangat dicintai nya,dan juga sudah meninggalkan nya tanpa kabar dan jejak.Jessica adalah alasan kenapa Reno selama ini tidak memiliki kekasih dan tidak ingin berurusan dengan wanita.Sampai akhir nya dia bertemu dengan Aruni yang kemudian mengubah dunia nya dengan sangat indah.


Reno kemudian membaca email itu.


"Dear Reno."


"Aku yakin pada saat kamu baca email aku ini kamu pasti merasa sangat kaget sekaligus senang.Karena sudah enam tahun lama nya kita tidak bertemu.Maafkan aku Ren,aku tahu aku salah karena telah meninggalkan mu tanpa pamit. Jujur aku masih sangat mencintai kamu.Aku rindu dengan kamu,aku sadar karena dulu aku telah pergi meninggalkan kamu.Tapi aku punya alasan kuat untuk itu.Aku harap kamu balas email aku ini ya.Aku mau kita bertemu untuk membahas maslah kita.Iloveyou Reno.


salam.


Jessica."


Begitulah isi email yang dikirim jessica.Seketika hati Reno merasa bergetar.Tidak dipungkiri bahwa ia memang sangat mencintai Jessica pada masa itu.Namun lain hal nya dengan saat ini,dia sudah memiliki Aruni.Namun Reno tak menampik hatinya sedikit berbunga karena email yang dikirim kan Jessica untuk nya.Reno memang sangat merindukan Jessica dan dia juga butuh penjelasan dari Jessica.


Tapi Reno memutuskan untuk tidak membalas email dari Jessica.Reno malah menghapus email itu.Dia merasa sangat jahat pada Aruni kalau dia sampai membalas email itu.


Reno kemudian menyandarkan kepala nya pada kursi kerja nya.Dia menengadah menatap langit. Membayangkan kejadian enam tahun silam.Kejadian yang sangat pahit bagi nya.Dimana saat itu pesta pertunangan sudah akan digelar namun apa yang dia dapatkan sang kekasih pergi entah kemana.


Reno pun kemudian menghentikan pekerjaan nya. Dia menutup layar laptop nya,dan kemudian keluar dari dalam ruang kerja nya.Reno tak berniat mengenang tentang Jessica.


Reno kemudian masuk kedalam kamar nya,disana dia mendapati istri nya tengah berbaring dengan posisi yang sangat menggoda.


"Sayang." ucap Reno sambil mengecup kening istri nya.


"Emmm..." suara Aruni yang menggeliatkan tubuh nya."Eh,mas.Kamu udah selesai kerjaan nya?" tanya Aruni dengan suara serak khas bangun tidur.


"Sudah sayang." jawab Reno sambil memegang lembut dagu istri nya.


Ketika sedang dalam pergulatan panas tiba-tiba Aruni menggerang kesakitan,dia merasa sangat sakit di bagian perut nya.


"Awww...mas,stop mas..stop!" seru Aruni sambil berusaha mendorong tubuh suami nya.


"Kenapa sayang?" ucap Reno panik saat melihat reaksi istri nya.


"Aduh mas,perut aku sakit banget." rintih Aruni sambil memegangi perut nya.


"Sabar sayang,sebentar saya telepon dokter Dennis dulu." jawab Reno yang mencoba tenang.


"Hallo Den,kerumah sekarang.Aruni sakit." ucap Reno melalui sambungan telepon kepada Dokter Dennis.


"Apa yang dirasa sama Aruni saat ini?"tanya dokter Dennis.


"Perut nya sakit kata nya."


"Yaudah sambil nunggu gue datang.Kompres dulu pake air hangat ya"


"Oh gitu,oke." ucap Reno yang kemudian langsung memutus kan sambungan telepon nya.


"Sebentar ya sayang,saya minta air hangat dulu sama bu Sri." ucap Reno lembut pada istri nya.


...


Sementara di tempat lain,dokter Dennis sedang dalam perjalanan untuk mengantar dokter Vero pulang namun tiba-tiba dia mendapat telepon darurat dari Reno.


"Siapa yang telepon?" tanya Vero.


"Biasa sultan." jawab Dennis sekena nya.


"Ngapain dia telepon malam-malam begini?"


"Dia bilang istri nya tiba-tiba sakit perut.Dan minta aku untuk kesana.Kamu mau ikut kesana atau mau aku anter dulu pulang?"


"Aku ikut aja deh.Udah lama jg aku ga ketemu Aruni."


"Oke,berarti kita puter balik ya?"


"Iya."


Dennis dan Vero pun menuju rumah Reno.


...


Sementara itu,dirumah Reno mengikuti saran yang diberikan Dennis untuk mengompres perut Aruni dengan air hangat.


Reno dengan telaten merawat istri nya,sementara Aruni masih saja merintih kesakitan.


Dan kali ini tubuh Aruni mengalami demam.Reno mulai panik lagi,Reno berusaha mengompres kening Aruni juga.


Tak berapa lama kemudian pintu kamar Reno diketuk dari luar.


"Masuk!"seru Reno dari dalam kamar nya.


Dan kemudian Dennis dan Vero pun masuk secara bersamaan.


"Den tolongin Aruni." ucap Reno yang terlihat panik.


"Iya,lu tenang aja ya.Ga usah panik gitu muka nya.Keliatan culun tau ga lu." ucap Dennis dengan santai nya.Sehingga menbuat Vero tersenyum senang,sementara Reno terlihat kesal dengan memasang wajah dingin nya.


Dennis kemudian mengeluarkan stetoskop dari dalam tas nya.Dan mulai memeriksa Aruni dengan seksama.


Sementara Reno dan Vero mengamati Dennis yang sedang memeriksa Aruni.


"Ga usah panik gitu muka nya.Aruni pasti akan baik-baik aja kok." ucap Vero mencoba menenangkan sahabat nya itu.


"Gimana ga panik Aruni kan lagi hamil, kalau ada apa-apa dengan kandungan nya..akh.." ucap Reno kesal pada diri nya sendiri.


"Iya,gue tau.Sekarang lu tenang dulu ya." ucap Vero berusaha lembut.


Tak berapa lama Dennis telas selesai memeriksa dan memberikan Aruni obat pereda rasa nyeri serta obat penurun panas nya.


Aruni pun mulai bisa tertidur dan tidak merasakan sakit lagi.


"Den,bagai mana keadaan Aruni?Bagai mana dengan kandungan nya?baik-baik aja kan?" tanya Reno bertubi-tubi pada Dennis.


"Lu tenang dulu,gue akan kasih tau keadaan nya bagai mana.Gue cuma mau bilang,lu kalau "main" sama istri apa lagi istri yang lagi hamil muda itu jangan kasar-kasar.Lu denger ni ya baik-baik akibat "Permainan" lu yang kasar istri lu sampe ngalamin keram perut.Beruntung nya ga ada masalah sama janin nya.Aruni hanya mengalami shock karena serangan yang bertubi-tubi.Dan gue udah kasih obat buat dia,sekarang dia cuma butuh istirahat aja kok." ucap Dennis panjang lebar.


Reno yang mendengar penjelasan Dennis hanya bisa tersipu malu.


"Kasar sih main nya." ucap Vero mengejek Reno.


"Akh sialan lu berdua." jawab Reno pelan.


"Lain kali jangan kaya gini lagi ya,kasian istri dan juga calon bayi kalian.Kan main pelan-pelan juga nikmat." ucap Dennis sambil tertawa begitu pula dengan Vero yang mendengar nya.


Sementara Reno hanya diam dengan wajah yang sudah memerah karena malu.


"Udah selesai kan,Den kita pulang yu." ucap Vero


"Iya.Gue sama Vero pamit ya.Inget pesen gue,jangan kasar.Pelan-pelan aja."jawab Dennis.


"Iya." ucap Reno datar.


Dennis dan Vero pun kemudian pamit pulang dan keluar dari kamar Reno.


Sementara Reno langsung menghampiri istri nya di tempat tidur.Reno membelai lembut pipi istri nya.


"Maafin saya ya Run." ucap Reno sambil mengecup kening istri nya.Dan kemudian berbaring disamping istri nya sambil memeluk tubuh mungil istri tercinta nya.


next bab ya...