
Zicko menggandeng tangan Lona menuju ruangannya,, yang ada di pikirannya saat ini hanya ingin menceritakan semua kepada Lona. Dia tidak mau ada masalah pada hubungannya dengan Lona, dia sangat menyayangi Lona kekasihnya.
" Mas Zicko,, Ucap Andi akan menghampiri namun Zicko langsung mengangkat tangannya untuk mencegah Andi
Andi mengerti dan dia menyimpan kembali buku yang di bawa nya, dia tau maksud dari bos nya..
" Bos Zicko kenapa Ndi,, lagi ada masalah ya.. Ucap salah satu pelayan lain
" Gak tau,, tapi sepertinya bukan karena Mba Lona,, kan tadi Ada Mba Lona juga
" Aduh,, gawat kalo Bos Zicko lagi gak mood
" Hus.. Balik kerja..
Andi pun kembali menyiapkan buku yang di bawanya, dia akan memberikan buku pengeluaran Cafe walaupun sudah dia email namun Andi selalu mencatat rapi di Buku dan akan memberikan kepada Zicko dan karena ini lah Zicko sangat mempercayai Andi.
" Kamu duduk di sini ya, Ucap Zicko
Lona menurut, dia duduk di kursi kerja Zicko dan menatap Zicko yang tengah membuka Laptopnya.
" Sayang denger,, Apa pun yang kamu lihat semua bisa kamu tanyakan Oke.. Ucap Zicko dan Lona mengangguk
Lona membulatkan matanya saat melihat beberapa foto, terlihat seorang Wanita cantik berambut panjang yang tersenyum, foto dimana Zicko bersama wanita itu duduk di pinggir pantai, begitu banyak foto dirinya bersama seorang wanita dan mereka tampa sangat dekat bahkan terpancar kebahagiaan dari raut wajah keduanya.
Zicko menatap Lona, dia menunggu Lona menanyakan sesuatu kepadanya..
Lona memejamkan matanya, hatinya cukup sesak melihat semua tapi dia tau semua itu masa lalu Zicko..
" Kamu liat ini,, Ucap Zicko dengan kembali membuka email masuk lainnya dimana di sana hanya bertuliskan AKU KANGEN, SEMOGA KITA BISA KEMBALI BERTEMU.
Lagi Lagi Lona hanya terdiam, entah dia harus berbicara apa saat ini, sesak hatinya namun semua hanya masa lalu. Namun perasaan pun tidak bisa dibohongi hatinya sakit melihat semuanya dan tanpa dia sadari air mata yang sedari tadi dia tahan lolos begitu saja di wajah Cantik nya..
" Sayang,, Ucap Zicko menatap Lona
Lona langsung mengusap air matanya untuk menutupi semuanya namun Zicko tau jika Lona menangis. Dan hatinya ikut sakit melihat kekasihnya menangis di depannya.
" Apa kamu gak mau menanyakan semua ini,, Ucap Zicko menatap Lona
" Semua itu masa lalu kamu, Aku bisa ngerti Ucap Lona dengan memaksakan senyumannya
Zicko menarik Lona dan memeluknya, dia tau bagaimana perasaan Lona saat ini dan Lona hanya diam tanpa membalas pelukannya namun air matanya kembali menetes..
" Dia bukan siapa siapa Aku Yang,, Ucap Zicko melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Lona
" Namanya Melika, Kita cuma teman saat dulu SMP, Kita memang sangat dekat hingga SMA namun saat kenaikan kelas dia tiba tiba pindah ke luar negeri dan sama sekali tidak memberi kabar.. Ucap Zicko panjang lebar
" Terus kalo kalian gak ada hubungan kenapa dia memegang patung, dan patung itu berpasangan gak mungkin kalo kalian gak ada hubungan
" Kita memang dekat Yang tapi aku hanya menganggapnya teman dan gak lebih.. Setelah semua terjadi aku langsung ganti nomor juga email agar tidak pernah ketemu dia lagi namun sekarang malah, '-
(Zicko menghentikan Ucapannya)
" Namun kenapa Kak,,
" Jadi tadi pagi yang telpon kamu itu,
" Bukan,,
" Maksudnya,, Ucap Lona bingung
" Aku pinjem ponsel kamu,, Ucap Zicko dan dia pun mengambil ponsel di saku celananya
Zicko mengetik nomor yang menelponnya tadi pagi pada ponsel Lona
" Manda.. Ucap Lona kaget
" Apa hubungannya dengan Manda dan kenapa Manda menelpon Kak Zicko
Zicko menceritakan semua kejadian saat di toilet dan dia pun memberi tau siapa Manda..
" Jadi Manda adik dari Melika, dan Melika sekarang sakit. . ucap Lona
" Aku gak tau pasti Yang,, Dulu Melinda gak pernah bercerita jika dia memiliki seorang Adik.
" Bentar,, Aku sering melihat Manda menatap Kak Zicko setiap kita lagi kumpul..
" Tapi Manda kan Pacarnya Kak Sandi,,
" Nanti aku bicara semua dengan Sandi,,
" Terus gimana dengan Melika, ,
" Gak Penting Yang,,
" Tapi Manda bilang dia sedang sakit Kak,,
" Dia bukan siapa siapa aku,, dan Aku gak peduli dengan semua itu..
" Kak, -
" Sayang dengerin aku,, Cuma kamu yang ada dihati aku,, aku gak peduli Siapa Melika atau Manda yang jelas Kamu lah satu satu wanita yang selalu aku khawatirkan dan aku gak mau kamu salah paham tentang hal ini
Lona langsung memeluk Zicko erat air matanya kembali menetes bukan karena hatinya yang kembali sesak namun karena dia bersyukur memiliki kekasih seperti Zicko yang sangat menyayangi nya.
Zicko membalas pelukannya, mengusap kepalanya dan mengecup nya berulang kali.
Tiba tiba ponselnya berdering,,,
Zicko melepaskan pelukannya dan mereka menatap panggilan telpon pada ponsel Zicko dan yang tak lain merupakan Nomor Manda.
" Kamu angkat aja Yang,, Ucap Zicko memberikan Ponsel nya
Lona menatap Zicko yang mengangguk..
" Halo Manda,, Ucap Lona